Quote of The Day

Selepas musim yang berganti, cara terbaik untuk memudahkan syukurmu terlantun adalah dengan menyederhanakan harapanmu hari ini.

Monday, 19 November 2018

Rumus Cinta Sepanjang Masa

Berapa banyak cinta yang datang, tapi tidak menjadi cinta yang sebenarnya indah? Berapa banyak pasangan yang saling menikah tapi akhirnya menyerah dengan keadaan? Di luar sana ada banyak alasan orang untuk tetap jatuh cinta pada pasangannya saat ini atau memilih menyerah dengan jalan takdirnya.



Pagi ini aku dapet kabar dari seorang sahabat, salah satu anggota keluarganya(adiknya) akan bercerai dengan istrinya, padahal mereka baru menikah beberapa tahun ini. Sedih? Iya. Tapi aku juga nggak mau bahas tentang itu. Cukuplah mereka yang paham mengapa harus mengambil jalan itu. 😥 semoga jalan yang terbaik buat keduanya. 

Aku inget beberapa hari yang lalu ada seseorang yang nanya tentang satu hal. Dia nanya ke aku, apa itu rumus cinta?

Dia nanya ke aku, menurut kamu apa itu rumus cinta? Aku berpikir keras mengingat hal-hal yang membuat aku patah hati dan jatuh cinta sebelum ini. Mengingat-ingat kisah cinta orang-orang yang aku kenal dekat secara personal dan pernah melihat mereka berjibaku dengan kehidupan rumah tangganya. 

Entah kenapa tiba-tiba teringat potongan kejadian yang membuat aku menyimpulkan sesuatu, bahwa...


Rumus cinta adalah bakti dan ridho. 😃

Bakti dan ridho. Itu aja udah mencakup semuanya. Kupernah nonton video pak Ippho, dia bilang kalau mau sukses, harus ada doa dan ridho dari sepasang bidadari (ortu dan istri/suami). Dengan ridho semua jadi mudah, rezeki lancar bak air terjun lah saking deresnya. Tanpa ridho, keluarga berantakan, udah deh kelar idupnya. Di luar pasti bermasalah juga.

Kupernah nonton film india, ada istri yang mau puasa kudu minta ijin suaminya. Kalau nggak bolehin ya gak puasa. Dulu mikirnya, wih baktinya gini amat. 😂 Maksudnya apa-apa masa kudu bilang dulu? Mau puasa ku minta ijin, mau ngapain ijin. 😭 buat nalarku hal itu masih kek yang susah untuk terima. Wkwk. Tapi pas dipikir lagi di Islam kan juga sama. 

Semuanya harus seijin suaminya. Kalo g ada ijin ya mending nggak usah. Sesaklek itu, iya. Makanya kudu sama-sama tahu posisinya. Suaminya jangan terlalu keras netapin aturan sampe istrinya nggak bisa kemana-mana dan nggak berkembang hidupnya, suaminya tahu batasan mana yang boleh dan tak boleh. Intinya ya surganya istri di suami, jadi harus saling mengerti. Biar nggak keras kepala.

Akutu bengong pas liat sepasang suami istri, penjual langgananku. Tiap pagi mereka gelar lapak dagangan, aku jadi pembeli pertama karena aku kelaperan.

Nah, si istri kadang suka marah-marah gt, kok pisau ketinggalan, pak? Kok taugenya ga ada, kok ini kok itu. Baru nyadar akutu kalau aku perhatiin tiap hari mereka berantem tentang hal sepele. 

Beda banget sama pedagang lain yang jualannya satu keluarga saling bantu. Yang anak pegang wajan, si suami ngeracik bumbu motong daun bawang, si ibu ngelayani pembeli. Dagangan mereka laris banget walau harga yang dijual di atas harga pasaran jajanan. Yang beli juga orang-orang pake mobil. 

Aku ngeliatnya sih ya emang bener ya. Saat terbersit saja di hati rasa nggak ridho/ikhlas sama kelakuan pasangan gt. Ya rejekinya ketutup dong. 

Sayang kan kalau kamu udah kerja capek-capek dapetnya cuma nutup buat kebutuhan sehari-hari doang, karena rejekinya yang harusnya berlimpah terhalang sama bakti istri yang engga sempurna itu. 

Makanya suami harus ridho, istri harus mawas diri bahwa dia punya bakti sama suaminya. Jangan mancing-masing hal yang bikin emosi apalagi ampe nyumpahin. Kok jadi berasa kek di dongeng. Heuheu. 😅 Yang suaminya engga ridho trus istrinya dikutuk.

Intinya masing-masing kudu tahu posisi dia dimana. Jadi saling support juga. Cinta itu kan engga hanya buat sehari aja. Karena banyak juga yang setelah menikah berantem dengan suaminya, pundungnya sampe berhari-hari. Kalau ada marah gitu, kata Ustad Salim A. Fillah, yaa... anggep aja pasanganmu lagi akting. Lol. Mungkin dia abis nonton sinetron mak lampir jadi ketularan kelakuannya 😂 moon maap jan ditiru ya gaes. Haha.


Jadi... kalau di keluarga udah kuat internalnya. Insya Allah ga ada itu yang ganggu-ganggu, pelakor lah, apalah apalah. Karena kalau internalnya aja udah bagus, ga mungkin dia bisa berpaling. Asli ni, berat, kak Tapi kita kan punya Allah yang bisa selalu jaga.


Jadi selain bakti dan ridho, yaa banyakin doa buat suami/istrimu. Karena kamu kan nggak bisa selalu ada di samping dia, apalagi nempelin cctv buat liat kelakuan ajaibnya. haha. Pakai cctv Allah aja.

Orang yang tahu surga neraka pasti tau kenapa dosa harus dijauhi. Karena neraka panas, please save your family first. Itu cinta yang sebenarnya.



Btw, aku belum nikah ya. Entah apakah pemikiranku yang idealis ini akan tetap bisa kulakukan saat menikah. Semoga iya. 😃

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)