Quote of The Day

Selepas musim yang berganti, cara terbaik untuk memudahkan syukurmu terlantun adalah dengan menyederhanakan harapanmu hari ini.
Tampilkan postingan dengan label antologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label antologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juni 2012

Antologi ke-33 : Perindu Surga

Bismillah...

Aku sudah lama menunggu ini. Ketika naskah calon pendamping surga itu terbit subuh tadi pagi, rasanya terharu banget. Pengen nangis, hehe :D #lebay :p  Buku ini hasil audisi akhir tahun. Beneran akhir desember aku kirimnya, tanggal 31 pas. :D Tepat tanggal 6 bulan 6 tahun ini, naskah pendamping surga terbit di puput happy publishing. ^^

Dan yakk, masih speechless ketika baca lagi naskah yang aku ikutkan di buku ini. 

Judulnya : Tujuh Untai Manik Rindu. 

Ga tau kenapa ya. Mungkin karena nulisnya pake hati, bener-bener jadi doa. Entah nanti Allah kabulkannya kapan dan bentuk pengabulannya pun seperti apa, yang penting udah minta lewat tulisan. Harapannya sihhh, semoga yang baca bukunya juga ikut mengaminkan tulisan para penulisnya. :D

Dan...

Thanks to mba d' Lizta yang udah jadi PJ lomba ini, hehe. Beliau hari ini milad, semoga sukses dunia akhirat ya, mba. Berkah berkahh... dapet jodoh seperti yang mba inginkan. Yang terbaik dan halallah. Hihi...  ^^

Buku ini menggenapkan buku-buku antologiku. Jadi totalnya per hari ini berjumlah 33 buku. Horeyyy... Alhamdulillah. Rekor nih. Soalnya beneran ga kepikiran buat nyampe ke titik ini. Sejauh ini. Dan bisa nulis yang bikin orang nangis, bersyukur, senyum, tertegun, jadi satu. Kupikir kemampuan nulisku udah ilang karena 2 tahun ga dipake. Hihii... Ternyata Allah masih sayang sama aku. Dibalikin lagi kemampuanku seperti semula, meski itu pun butuh waktu yang ga sedikit, sekitar 10 bulanan sejak Agustus yaa... Harapannya semoga makin bagus tulisanku bukan hanya soal teknik, tapi juga soal makna tulisan itu sendiri. Semoga bisa jadi tabungan amal. Aamiin ^_^

Ini dia sinopsisnya ;

Judul Buku : PERINDU SURGA
(Kisah Para Perindu Surga)
Penulis : Anung D’Lizta, dkk
Penerbit : Puput Happy Publishing
Cetakan : Cetakan Pertama, Juni 2012
Isi : Halaman; 13x19 cm.
ISBN : 978-602-18227-4-6
Harga : Rp 40.125,-

Sinopsis:

Aku adalah tiupan ruh yang menginginkan teman di syurga kelak. Aku adalah hamba yang selalu memohon teman di syurga kelak. Tempat yang luar biasa indahnya. Tempat pilihan bagi hamba Allah yang beriman.

Tuhan, darimanakah pintu syurga-Mu kelak terbuka untukku?
Tuhan, akan mudahkah pintu syurga-Mu terbuka untukku?
Tuhan, adalah Malaikat-Mu yang akan menghalangiku membuka pintu syurga-Mu?

Tuhan, darimanapun arah pintu syurga-Mu itu semoga selalu terbuka untukku. Karena aku “Perindu Syurga” yang setia dalam genggaman-Mu.

Info Buku: http://puputhappy-publishing.blogspot.com/2012/06/perindu-surga.html

NB: Buku sudah bisa dipesan via inbox FB Futicha Turisqoh II atau SMS ke 085642560633.



Silahkan diorder jika berminat yaa... ;D
Thanks you sudah membaca postingan promosi ini hehe :D

Tegal, 060612, 23:12


Jumat, 11 Mei 2012

Buku Seorang Nenek di bawah Pohon Kasturi


Bismillah...

Alhamdulillah, antologi ke-27-ku terbit juga. Ada dua naskahku di buku ini. Semoga bermanfaat dan menebar berkah di tiap kata yang tertulis. ^^

FYI, buku ini hasil lomba yang diadakan oleh Laz Ilmanafia di bulan februari. Ada beberapa teman blogger dan teman fb yang masuk juga sebagai kontributor di buku ini. InsyaAllah seluruh royalti hasil penjualan buku akan diinfakkan. Jadi, yuk pesann, teman ^^ 

Bisa pesan lewat aku, atau langsung ke penerbitnya :D

Buku antologi berjudul Seorang nenek di bawah pohon kasturi



Telah Terbit! 

Buku SEORANG NENEK DI BAWAH POHON KASTURI (50 Kisah Nyata Penuh Inspirasi Indahnya Peduli, Nikmatnya Berbagi)
Penerbit Oase Qalbu, 264 hlm
Penulis : Rahadyana Muslichah, dkk.
Harga: Rp 56.000,-

PEMESANAN VIA SMS: 08562729500

50 Naskah Terbaik Pilihan Lomba Menulis Cerita Mini 2012 “Indahnya Peduli, Nikmatnya Berbagi” Laz Ilmanafia Peduli
1-1 =10 (Putra Syafi’in)
100 Kali Lipat (Sandza)
Antara Facial dan KKL (Windi Teguh)
Anton Bukan Idiot (Endah Wahyuni)
Antara Ray, Agil, dan Buyak (Ari Jaztiva)
Benih yang Kutanam Telah Berbuah Manis (Moh. Sopiyanto)
Berbagi Lewat Kisah (Dee Dee An)
Berbagi Titipan Allah (Irkam Asnawi)
Belajar bebagi dari Mbak Ulan (T. Nurhasanah)
Bukan Hanya dalam Kisah (Redhite Kurniawan)
Bulir Peluh, Bulir Permata (Adis Thibi Mada Khayatik)
Cerdas Berbagi (Nuridin)
Di Bawah Pohon Kasturi (Irna Yulaika)
Berbagi dengan Ilmu dan Amal (Ayna Wardhani)
Pak Ujang (Nenny Makmun)
Kekuatan Do’a dan Air Mata (Zahratun Nisa’)
Menyambung Hidup Ibu (Rahadyana Muslichah)
Hadiah Terindah (Zurnila Emhar Ch)
Yakin (Lisai)
Dan Aku pun Merasakannya… (Akhwatul Chomsiyah Firdausa)
Dengan Berbagi, Kumulai Segalanya (Athika Darumas Putri)
Dengan Satu Rumus “Lillahi Ta’alah” (Endang Yusnia)
Gusti Ora Sare (Impian Nopitasari)
Hibah Buku & Keajaiban 10 Resolusiku (Ila Rizky Nidiana)
Iin (Dozi Swandana)
Indah Itu Mewangi Surga (Inung Pratiwi)
Alkhamdulillah Utangku Lunas (Ninik Zumrotus Sholikah)
Indang Peduli, Nikmatnya Berbagi (Hanifa Meirawati)
Jum’at Seribu (Fanny YS)
Laa Tabkii (Jangan Menangis) (Zelin Nourma Resty)
Dua Ribu Rupiah (Gea Harovansi)
Memberi Tak Perlu Nunggu Kaya (Kholis)
Keajaiban Doa (Ketty Husnia)
Ongkos (Avridita Savitri)
Sampai Mati pun, Aku Tidak Akan Melupakan Ini, San (Setiawan Chogah)
Sedekah yang Terbaik (Siti Maisarah)
Biar Allah yang Menjaga (Ila Rizky Nidiana)
Seikhlas Teungku Hasan (Siti Maisarah)
Selembar Berita (Suparno )
Semangat Berbagi, Berbagi Kebaikan (Akhmad Fachroji)
Sepiring Somay Cinta (Liza Hidayati)
Sepotong Kue Berbuah Jutaan Rupiah (Nurbaidha)
Seulas Senyuman si Pemulung Tua (Awiek Libra)
Sketsa Taman Baca (Syaiful Mustaqim)
S.P.A (Siti Mutmainah)
Tidak Mesti Uang (Siska Yuniati)
Uluran Tangan untuk Seorang Nenek (Bayu Karina)
Untaian Tali Surga (Sucia Ramadhani)
Wanita Renta di Kereta (Dani Kunti Oktaviantari)
Warung Mak Hani (Mariatul Kibtiah)

*) Seluruh hasil penjualan buku ini akan dialokasikan 100% untuk kepentingan sosial melalui LAZ Ilmanafia Peduli.

sumber : http://ilmanafiapeduli.com/?p=321 — with Laz Ilmanafia Peduli.


ikutan narsis. Haha LOL :p Yukk, dipesan bukunya ;D


Minggu, 11 Maret 2012

Launching 3 buku antologi di hari miladku

Bismillah... 

Seneng rasanya pas tadi barusan baca twit @nulisbuku dapet kabar: Mba salsabeela owner Nulisbuku.com dan anak-anak NBC Palembang akan mengadakan acara gathering di palembang terkait 1st anniversary NBC Palembang juga sekalian launching buku hari ini. Yeayy! Buku yang diluncurkan judulnya "Dreams and Hopes". Ada tulisanku di sana lho. :D 



Juga di Semarang nanti siang ada gathering juga, sekalian launching buku antologi #PertemuanPertama NBC Semarang. ^^


Dan di Purwodadi ada launching buku antologi #KisahKlasikPenyandangDisabilitas dilaunching di ultah NBC Surabaya. :D


Ketiga buku itu ada tulisanku, hehe :D Dan surprisenya, ketiganya dilaunching saat miladku yaitu hari ini. Senangnyaaa... Hehe. ^^

Sayangnya aku sedang di tegal. :D Jadi ga bisa ikutan, hehe. 

Untuk twitlive acaranya, bisa diikuti di twitter @nulisbuku, @nbcpalembang @nbcsemarang @nbcsby

Oya, ketiga buku tadi seluruh royalti hasil penjualan diberikan untuk carity. Jadi, marii beli bukunya agar makin banyak anak-anak yang terbantu ya. ;D  

Thanks Nulisbuku.com. ^_^

Rabu, 18 Januari 2012

Antologi ke-19 ~ Puisi Adalah Hidupku

Bismillah...

Alhamdulillah dapat kabar baik. ^^
Puisiku yang dulu diikutkan di event Mba Dhee Shinzy sudah terbit. 

Taraaaaa, ini surprise! 

Ini puisi galau pertamaku, wekeke... Dikerjain pas malam deadline! :))
Di buku ini juga ada puisi temanku di Smp , hihi... Bareng Indra. Kita berdua absen namanya berurutan pas di kelas. Di buku ini juga. Hihii.. Gak nyangka aja bisa sebuku. :D
Juga sebuku dengan teman-teman grup yang wow, amazing! 
Karena mereka-lah, aku bisa belajar menulis puisi :">

Thanks for everything, all...^^
Bersama kalian-lah aku bertumbuh menjadi lebih baik. 
Semoga berkah ^_^

======================================================

Buku Kumpulan Puisi "Puisi Adalah Hidupku"

Buku Antologi ke-19 :D

Judul buku: Puisi Adalah Hidupku

Penulis: Dhee Shinzy Y. dan 100 penyair (nama 100 penyair ada di belakang cover)
Jenis buku: Antologi puisi
Penerbit: Leutika Prio
Tebal: 221 halm.
Harga: Rp. 45.400;

Silakan sms 082138388988 atau inbox fb Leutika Prio untuk pemesanan.

Tulis nama/alamat/kodepos/
jumlah/judul buku yang dipesan. atau untuk wilayah Bandung bisa dikolektfi oleh Dhee Shinzy Y. GRATIS ONGKIR SELURUH INDONESIA UNTUK PEMBELIAN MINIMAL 90.000;
..........................
....................................
"100 Puisi karya 100 anak bangsa. Persembahan cinta untuk dia yang memiliki kelembutan hati, kelunakan jiwa, keanggunan berpikir dan keindahan dalam bertindak. Dia adalah orang yang memiliki kepekaan luar biasa terhadap segala intrik kehidupan. Karena puisi menjadi falsafah hidupnya setiap saat."

Nama-nama penulis dan judul puisi:


Puisi Adalah Hidupku


1. Inilah aku dengan caraku (Tri Hastuti)

2. Puisiku, Obat Hatiku (Ghiyats Ramadhan)
3. Puisi Dawai Hati (Harlis Setyowati)
4. Sebab Puisi; Aku Mencari Jiwa di Lorong Waktu (Aa_Kaslan)
5. Ini Puisi (Chika Rei)
6. Sepotong Kata (Dafriansyah Putra)
7. Dia, puisi (Leni Nur Hikmah)
8. Pelabuhan Kedua (Kurnia Hidayati)
9. Harapan (Muhammad Abdurrahman)
10. Aku dan Selma (Tin Winardi)
11. Untaian Kata Bukan Fatamorgana (Asysyifa Azzam)
12. Bingkai Syahdu Puisi (Zahara Puteri)
13. Angin Kasmaran (Zahra Zhou)
14. Meniti Ruh Berjuang (Zya Verani)
15. Abang, Kenapa Kita ‘gak Nikah Aja Si… (Fauziah Muslimah)
16. Tanpamu Apa Artinya Hidupku (Asni Ahmad Sueb)
17. Kalbu Tak Sembarang Waktu (Abdullah Kholil)
18. Purnama di matamu, Ayah (Imam Apriansyah)
19. Bersamamu; Waktu (Padina Dariyanti)
20. Retak (Syarifah Bachrum)
21. Dalam Puisi (Zahra Qomara)
22. Keluh Rindu (Diki Elfira Martianingsih)
23. Kelabu Jingga (Iradati Rabbil Izzati)
24. Bait-bait Luka (Aiman Bagea)
25. Kasturi (Windu Mandela)
26. Kau, Hati yang Terdalam (Tubagus Rangga Efarasti)
27. Malam Untuk Bunda (Nur kamala sari)
28. Pada Kata… (Itsuki Nurmani)
29. Adegan (Agus Dwi Rusmianto)
30. Secarik Puisi Untuk Puisi (Nurhayani Nasution)
31. Kubalut Luka dengan Goresan Tinta (Maesaroh)
32. Serpihan Buih (Leily Nirwani)
33. Puisi Dara Anak Bunda (Ivo Feorentina)
34. Kepergianmu (Auni Nafeesah)
35. Puisiku,Bahasa Hatiku (Chandra Ayudiar Arie)
36. Rintihan Sang Pengagum (Muhammad Ery Zulfian)
37. Merajut Bahagia Bersama (Febri Mira Rizki)
38. Cahaya-Mu di Waktu Pagi (Karzel Syifa)
39. Ini (bukan) puisi (Maulana Sidik)
40. Enigma Rasa (Nyi Penengah Dewanti)
41. Jeritan Jiwa (Irfan Prasetya Yoga)
42. Rangkaian Pemulih (Mustika Ayu Puspitarani)
43. Puisi Putus Cinta (Tayana Mi’an)
44. Aku, Senja, dan Puisi (Suryaningrum Ayu)
45. Cinta, dalam Puisi (Nita Inara)
46. Mantra Luka Hati yang Menyala (Nawang Wulandari)
47. Sajak Bisu (Ika Al Wachidah)
48. Kata Di Ambang Masa (Vindy Putri)
49. Demikian Kita Lahir Sebagai Sepasang Kawan (Lasinta Ari Nendra Wibawa)
50. Diorama, Dialog Dua Hati (Jef Kenzie)



Dia Telah Memilikinya


1. Majnunku (Ummu Fatimah Ria Lestari)

2. Cinta yang Hakiki (Yudo Raharjo)
3. Putri, Jangan Menangis… (Astuti Lia Nugraheni)
4. Bersatu Dalam Cinta (Nenny Makmun)
5. Mencintaimu Tanpa Batas Waktu (Eka Restu Anggraeni)
6. Aku Saja (Ulya Uhirayra)
7. Demi Cinta Buat Seroja (Ahmad Shofyadi)
8. Jiwa Ini Meradang, Olehmu (Fransiska S Manginsela)
9. Bukan Aku (Mezia Kemala Sari)
10. Elegi Tiga Hati(Amma O’Chem)
11. Really Missing You (Ila Rizky Nidiana)
12. Kertas Lecek (Indra Lastiono)
13. Hati (Maharanisyah)
14. Faktanya Adalah… (Neny Silvana)
15. Jadikan Aku Pengantinmu (Asya Ran)
16 Diantara Khawatir dan Cemburu (Tirta Haria G)
17 Pada Sebuah Kenangan (Ade SM)
18 Jangan Cemburu… (Ayu Wulan R.)
19 Hati Keentah (Suhe Herman)
20 Embun, Obat Jiwa Racun Juga (Ahmed Ghoseen Al-Qohtany)
21 Rizkinya; Bukan Aku (Lina Astuti)
22. Apa yang Mesti Dihadapkan? (Rian Ibayana)
23 Cinta diam-diam (Ibeth Beth-i)
24 Kristal Tajam (Khairi Muhdarani)
25 Aroma Rasa (Lisna Nur Chairunnisa)
26 Sebongkah Hati (Popy G. Putri)
27 Mozaik (Afif afandi)
28 Petir Tanpa Hujan (Tetra Senja)
29 Bisikan Lembut Angin (Chinta Syahreza)
30 Mata Elang (Fath WS)
31 Kesenduan Hati (Vera Astanti)
32 Kurayu Tuhan, Menjagamu (Fanny Yanuarika Saputri)
33 Lara (Windy Asriani)
34. Yangbah (Antara Aku dan Soulmate)~(HW Prakoso)
35. Kuatkan Aku (Iis Aisyah)
36. Sekarat Cinta Kita (Rosikhul Iman)
37. Pelabuhan Sunyi (Syifa Nur Afif Giarsyah)
38. Sesak Terserak Retak (Tubagus Rangga Efarasti)
39. Kubenci Kamu dengan Cintaku (Fahmi Rahmina)
40. Dekapan Penuh (Fairuz Zamzami)
41. Ada Tak Nyata (Siti sarah Rahayu)
42. Lingsir Wengi (Adi Saputra)
43. Sebab Cinta (Suparno)
44. Terlambat atau Tersesat (Toni N)
45. Cinta Bertaut Asa (Nurlaili Sembiring)
46. Aku Cukup Bahagia (Adliya Eka Putri)
47. Origami (Aia)
48. Cinta dalam Kebisuan (Alberta Angela)
49. "Indah Namun Tidak Dalam Fitrah" (Opik Hidayat)
50. Dilema (Alin You)

Sabtu, 31 Desember 2011

Buku #GoodbyeNovember

Cover Buku Goodbye November Seri #1 -Nulisbuku.com
Bismillah...

Alhamdulillah, puji syukur ya Allah. 
Pagi-pagi dapet komen dari mba nenny.
Dikabari kalau naskahku masuk di proyek #GoodbyeNovember Nulisbuku.com buku #1. 
Seneng bangett! Hehe... ^_^ 
Aku hampir lupa kalau pernah kirim naskah ini. :D
Pas aku liat, covernya kerenn! ^^ 
Haha, aku selalu komentar soal covernya, karena itu yang pertama kali menjual. ;p
Semoga teman-teman yang belum tau hasilnya bisa segera tau ya. 
Katanya ada beberapa buku. Ini yang dipublish baru 2 seri buku aja. :D
Barakallah untuk Aditya Yudis, mba yuska, mba momo dan Riu di buku #1
Juga mba Pia di buku #2. Senang bisa sebuku lagi dengan kalian... ^_^

Untuk tau pengumumannya, klik di sini

A. GoodbyeNovember buku 1:
  1. 12 November  ~ @sriwulandah
  2. A Beautiful Twist  ~ Rachma Lestari, @rachmalestari
  3. Akhirnya ~ Beauty, @psstBee
  4. Aku, November dan Tuhan ~  Indah Arka Arifallah
  5. Bahu Tiga Jengkal, Ruang Hampa Lima Jengkal ~ Gabby Laupa, @GabbyLaupa
  6. Belum Selesai ~ Grace Dian, @GraceDian
  7. Birthday ~ Novia Indriati, @noviaindri
  8. Bitter Sweet November ~ Yuska Vonita, @yuska77
  9. Come on, Love! ~  Ila Rizky Nidiana, @ila_rizky
  10. Double Espresso ~ Shofi Awanis
  11. Goodbye, You ~ Dhin, @indahdwi
  12. Hujan Bulan November ~ Momo DM, @momo_DM
  13. IĆ­ll See You Soon November ~ Yulia Purnama Sari, @lia3x
  14. Kabar yang Tak Ingin Kudengar ~ Liya Shady, @liyashady
  15. Kamu, Aku dan Dia  ~ Andiana, @andiana
  16. Kopi ~ Edith Nugraha, @edithbella
  17. Muhammad Rizky Novriyanto ~ Devi Andalusia, @deviandalusia
  18. November di Persimpangan Rajabasa ~ Arif Zunaidi Riu Aj, @riu_aj
  19. November Pasti Berlalu ~ Dessy Nur Amelia, @desnuramel
  20. Pesan Singkat ~ Hilda Nurina, @hildabika
  21. Sebelas ~ Nabila Budayana, @nabilabudayana
  22. Sebuah Nama ~ Aditia Yudis, @adit_adit
  23. Seperti November Ini ~ Nurzaitun, @z417un
  24. Terima Kasih ~ Erlin Eka Sofyanti, @erlinberlin13
  25. To You On Your Birthday ~ Emiralda Noviarti, @emiralda
  26. When I Fall to You ~ Stany Cecilia, @StarLuvers

Sabtu, 17 Desember 2011

Antologi ke-16 : Cerita Kita

Bismillah...

Alhamdulillah, sabtu barakah. Dapet kabar buku antologi ke-16 ku udah terbitttt. yeyeyeeee! senenggg! ^^ 

Do you know? Untuk mendapatkan cover secantik ini perlu diperjuangkan dengan susah payah, sampe ngotot2an sama admin, ahaha... Beneran! Karena konsep awal beda banget, hehe :D Jadi skrg sangat pantas untuk dimiliki. ^^

Thanks to teman-teman KCCI, alhamdulillah ya, bukunya akhirnya terbit, semoga makin semangat menulis. :D

Silahkan diorder yaa, teman... hehe :D 

***
Cover Buku Antologi Cerita Kita- Terbitan Leutika Prio

Telah terbit di LeutikaPrio!!!

Judul : Cerita Kita
Penulis : Ceko Spy, Nenny Silvana, Ila Rizky Nidiana, dkk
Tebal : vi + 190 hlm
Harga : Rp. 42.000,-
ISBN : 978-602-225-217-7


Sinopsis:

Aku dan kamu, sehingga menjadikan kita. Kita pun takkan pernah lengkap tanpa adanya kehadiran Anda! Antologi cerpen “Cerita Kita” ini, tidak hanya meminta Anda untuk menyelami dunia imajinasi yang para penulis buat. Tetapi juga mengajak Anda masuk ke berbagai kolase romansa yang disajikan. Enam tokoh telah tersedia, begitupun sifatnya. Ewild (protagonis), Steven (antagonis), Yasul, Anna, Nadya, dan Asih. Tokoh-tokoh tersebut murni rekayasa. Jika nama Anda mirip dengan keenam tokoh, kami tak pernah tahu. Kami pun tidak bertanggung jawab jika cerita tersebut adalah kisah yang akan menjadi nyata di masa depan. Seperti novel “The Titans” yang menginspirasi terjadinya peristiwa Titanic. Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Jika ada kesamaan tempat atau nama tokoh, itu murni ketidaksengajaan.

Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order, all!!


Rabu, 14 Desember 2011

Mutiara Relung Hati

Bismillah...

Alhamdulillah, malam-malam dapet kabar baik. :D 

Puisiku yang berjudul "Hujan Separuh" masuk antologi puisi Writing Revolution, hehe... 
Makasih mba Nenny Makmun atas kesempatannya ya. Semoga buku ini segera masuk toko buku gramedia. Aamiin. Silahkan diorder ya, teman-teman, hehe  ^^

Sekarang waktunya ngebut buat DL puisi dan cerpen Bentang Pustaka. 
Yuhuu... smangatt! ^^
***
Cover Mutiara Relung Hati- Antologi Puisi Writing Revolution 2011

Antologi ke-15-ku :D

Telah terbit di LeutikaPrio
Judul : Mutiara Relung Hati (Antologi Puisi)
Penulis : Joni Lis Efendi, Noorhani Dyani Laksmi, Tubagus Rangga Efarasti, dkk.
Tebal : viii + 214 hlm
Harga : Rp. 44.300,-
ISBN : 978-602-225-212-2




Sinopsis:


Mutiara Relung Hati…. Bila saatnya beban hidup semakin terasa berat sehingga memaksa kita dalam titik beku sebuah keputusasaan. Inilah saatnya kita untuk kembali menyelami mutiara yang selalu jujur dalam relung hati setiap insan. Bisikan yang menjernihkan akal sehat, logika, kejujuran, dan menghalau arogansi yang berkecamuk. Melafalkan syair-syair hidup yang penuh kedamaian. Bisikan inilah yang menjadi mutiara-mutiara cantik, sejenak menarik kita untuk menyelami waktu terlewat. Menyimak berbagai untaian mutira relung hati dari berbagai penulis yang berbaur tanpa memedulikan umur, kasta, dan senioritas.


Cobalah maknai setiap mutiara yang hadir dari relung hati mereka, percayalah walau hadir dari berbagai muara ternyata setiap maknanya adalah sebuah keindahan, kedamaian yang akan membawa kembali kita untuk berkaca pada berbagai peristiwa sepanjang zaman. Sebagai insan yang melewati siklus masa kanak-kanak, dewasa, dan senja. Dalam setiap langkahnya dengan beban yang berbeda. Belajarlah dalam setiap fasenya dan nikmatilah. Hingga semua fase selesai per episodenya dengan cinta. Tidak bisa diingakari sebuah episode yang terindah dan penuh kejujuran adalah masa kanak-kanak, cobalah sejenak kembali ke masa ini. Penuh dengan dekapan Bunda dan Ayah, menitikkan air mata sepuasnya. Tetapi bila itu sulit untuk mengenangnya, hanya mutiara relung hati yang menjadi kita lebih kuat dan tegar menyelesaikan amanat Sang Khalik. (Persembahan Writing Revolution).


Terima Kasih Penyusun ucapkan Kepada Para Kontributor buku amal ini , semoga akan menjadi nilai ibadah sekaligus apresiasi pada dunia literasi.


No    Nama
1    A.B. Malik Anau
2    Adi Saputra
3    Adiba Ad-Da wiyah
4    Agus Pribadi
5    Amma O’Chem
6    Anisa Ae
7    Anung D’Lizta
8    Armand
9    Asmi Ri Zani
10    Azizatur Rahma
11    Chamidiyah Nurul
12    Chie Chera
13    Destiarny
14    Dewi Syafrina
15    Edy Priyatna
16    Edy Sst
17    Endang Ssn
18    Endeh Kursiyah
19    Eric Keroncong
20    Erpin Leader
21    Es hadi
22    Esa Abad
23    Florensius Marsudi
24    Fransiska S Manginsela
25    Hylla Shane Gerhana
26    Ila Rizky Nidiana
27    Jhody.M.Adrowi
28    Joko Rehutomo
29    Joni Lis Efendi
30    Kim Foeng
31    M.Arif Budiman
32    Muhammad Asqalani eNeSTe
33    Muhammad Nur SE
34    Mukdhariah
35    Nenny Silvana
36    Nesyaalia
37    Niki Vianti
38    Noorhani Dyani Laksmi
39    Nur Inayah Syar
40    Nurul Azmi
41    Nyi Penengah Dewanti
42    Oddisa Putri
43    Okti Li
44    Om Dompet
45    Pameta Fildzah Sabila
46    Peri Ungu
47    Rahmatika Choiria
48    Romantika Cahya Firdausza
49    Roni82 Sundanicus
50    Rysti Dwiana Sari
51    Sajak Delvi Adri
52    Salma Madani
53    Sastra Annafi’
54    Singgih Swasono
55    Sutardji
56    Syamsa Hayyu
57    Tally Syifa
58    Thamrin Dahlan
59    Tina Yaneshawary Sutiani
60    Tommy Alexander Tambunan
61    Tri Hastuti
62    Tubagus Rangga Efarasti
63    Umie
64    Victoria Ivy Tansil
65    Wisnu Mustafa
66    Yusuf Ichsan Ats Tsaqofy
67    Zahra Qomara




Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website di: www.leutikaprio.com atau inbox FB dengan subjek PESAN BUKU atau SMS ke 0821 38 388 988.
Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKOS KIRIM seluruh Indonesia. Selamat order ya... ^_^

Rabu, 30 November 2011

Mereka yang tak pernah ditolak Penerbit!

Ayo Menulis Buku 
Ini mungkin "gila" tapi ini nyata dan ada yang pernah membuktikannya....
Cobalah sedekah artikel dengan cara paling sederhana
Dengan membuat buletin yang dicopy.. satu edisi saja....... lalu bagikan ke temen atau simpan di tempat keramaian.....
Tapi jangan berhenti menulis naskah bukunya....
Silahkan kirim naskah terbaik ke penerbit... ingat yang terbaik....
Dan temukan rahasia keajaiban sedekah.....

Tadi pas mau nulis naskah KCCI, ada notif update di grup penulis samara masuk fb ku. aq penasaran, trus buka. pas baca, kaget banget. tapi ini beneran ya. Liat deh kata-kata yang kucopas di atas.

Para penulis di  grup samara telah menerapkan  cara ini sejak lama dan mereka hebat! Naskah mereka ga pernah ditolak penerbit. Dari 30 orang, penulis perindu samara, 10 diantaranya dikontrak untuk menulis proyek pensanan/proyek pribadi oleh penerbit mayor padahal mereka baru nerbitin antologi dalam hitungan bulan, kalo ga salah 3 bulan aja.

Mungkin ini agak aneh, tapi buatku yang prnah ngrasain keajaiban sedekah, tau banget kalo cara ini paliiiinggg ampuh buat narik rejeki dan nolak bala. Dulu tahun 2010, aq pernah hampir kehilangan laptop, andai aja aq membatalkan niatku untuk sedekah  dengan gaji pertamaku. kebayang ya, uang yang cuma brapa ratus , bisa menahan harta kita yang nilainya juta2...

Juga memang selama ini, alhamdulillah... naskahku di penerbit dipermudah sama Allah. Cepet banget proses terbitnya, bahkan ga ada itungan bulan. pernah juga pasang iklan , trus kebanjiran prospek sampe kewalahan followup nya.

Trus kmrn, temenku baru aja cerita kalo dia dapet hadiah dari Allah, rewardnya langsung lunas digantikan. dia cerita sih, kmrn dia mbatin "kapan ya bisa dapet ganti sedekah secara cepat.. biar bisa ngrasain keajaiban sedekah.. biar makin percaya.." ga taunya, dalam hitungan hari, cuma 3 hari, uang dia balik 10 x lipat dari yang dia keluarkan buat sedekah. Amazing!

Dan kisah2 keajaiban sedekah yang lain. Ada banyak sbenernya... :D

Mereka yang tak pernah ditolak penerbit tau rahasianya. Bahwa naskah yang diterima, selain karena proses pengerjaan yang matang, juga karena  unsur sedekah/doa tadi. Yang membuat impian jauh lebih bersayap dan cepat diraih.

Mau coba? Silahkan.. Temukan keajaiban dalam hidupmu skrg juga! ;)

251011, 00:18

Senin, 21 November 2011

Detak Hati Bidadari Biru

BAB 2: GEJOLAK HATI


Detak Hati Bidadari Biru
By Ila Rizky Nidiana

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu, belajarlah untuk tenang dan sabar."
(Khalifah Umar bin Khattab R.A.)

"Kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa."
(Novel 5 cm, Donny Dhirgantoro)

Aku gadis biasa yang beruntung. Dilimpahi cinta seorang lelaki tampan nan bertanggungjawab. Lelaki yang kukenal dari sebuah organisasi kepemudaan. Lelaki yang berjarak 5 tahun dari usiaku. Cintanya padaku adalah nafas yang tak pernah hilang dilekang waktu.  Ridhanya adalah peluru yang siap mengantarkanku menuju cita-citaku.

Aku membolak balik buku 5 cm karya Donny Dhirgantoro. Ingin rasanya menangis di dekapan suamiku. Tapi aku hanya bisa melepas rasa gelisah itu di dalam hati. Kata-kata itu mengingatkanku kembali pada diriku sendiri. Tiga tahun yang lalu, inilah kalimat yang sakti mandaguna bagiku. Dan sekarang, aku ingin kembali mengobarkan spirit itu. Menjaga azzam, menguatkan hati, dan menebalkan husnudzon kepada Allah.

Aku masih harus bersabar menunggu izin Kakak- panggilanku untuk suamiku- untuk bisa S2 di luar. Ingin rasanya menangis. Usiaku hampir 24 tahun, tapi belum boleh sekolah lagi. Satu alasan yang sering Kakak kemukakan yaitu karena Rania, puteri kecil kami masih dalam golden age. Dan Kakak memang tak bisa menjalani long distance relationship denganku.

Suatu hari aku mengumpulkan keberanian untuk membicarakan ini dengan Kakak. Ingin rasanya dia tahu apa isi hatiku. Lalu berurailah alasan-alasan itu dari bibir lelakiku. Alasan yang membuatku langsung tertunduk malu pada Allah. Alasan yang melepuhkan seluruh sendi-sendi protesku.

"Walaupun Asti masih kecil, tapi Kakak ketergantungan banget sama Asti. Perempuan yang bisa mengubah Kakak hanya Asti. Kakak memang menginginkan Asti bisa kuliah sampai S3 di luar negeri, seperti harapan ibu terhadap Asti. Tapi Kakak mohon jangan pernah jauh-jauh dari Kakak karena Kakak gak bisa hidup berjarak dengan Asti dan Rania. Sabar ya, nunggu Kakak tugas belajar dulu, nanti Asti bisa cari sekolah di negara yang sama.”

“Tapi, Kak…” Belum selesai ucapannya, aku memutus kata-kata Kakak…

“Sayang, lihatlah bagaimana pesatnya perkembangan Rania. Logika berpikirnya, daya tangkapnya, dan kemampuan-kemampuannya yang melebihi teman-teman seusianya. Itu juga karena Asti selalu mendampinginya, membacakan Qur'an dan buku-buku untuk Rania setiap hari, memberinya banyak stimulus.”

Kakak  menghela nafas sejenak. Menatapku diam.

“Kakak hanya minta Asti sabar, mendoakan dan mendukung Kakak. Percayalah, akan ada penghargaan dari Allah karena Asti mendampingi Kakak. Masih butuh berpuluh tahun untuk sampai pada cita-cita kita, dan Kakak mau Asti selalu di samping Kakak.", ditariknya tanganku mendekat ke dadanya. Desir itu… Oh, Allah… Aku pilu menatap wajahnya yang sayu. Kudekap lelakiku syahdu.

Saat itu aku yang tengah galau menanti restunya, hanya mampu terdiam dan menangis berderai-derai mendengar Kakak bicara begitu. Aku tahu, rancangan peta hidup yang telah kami susun tidak lebih baik dari takdir yang telah Allah tetapkan. Tapi aku hanya takut. Ingin rasanya aku selalu memelihara prasangka baik atas takdir yang Allah tetapkan untukku. Tapi logika ini tergelak.

Allah, aku hanya mampu menulis di diary ini. Diary yang mampu membuatku percaya. Kasih kakak tulus padaku. Cintanya adalah segala. Dan ridhanya terpatri di nadiku. Aku dan kakak adalah satu. Utuh. Kami tak bisa berjarak sekian lama, apalagi antar benua.

Aku mengusap air mata yang mengembun di sudut mataku.  Kadang aku lupa dengan ‘sekolah’ yang Allah berikan untukku selama ini, yakni sekolah kehidupanku sendiri. Allah seperti menyentil diriku. Aku yang sangat memimpikan sekolah formal tapi melupakan sekolah yang lebih luas lagi, yakni menjadi ibu teladan dan perempuan yang berkiprah di masyarakat.

Aku masih ingin terus belajar, Kak.
Aku masih ingin mendapatkan kesempatan itu.
Aku ingin menjadi manusia yang terus menimba ilmu
Menimba sebanyak-banyaknya ilmu kehidupan dan menjadi manusia yang bermanfaat sebagai khalifah fil-ardh.

Semakin aku meronta ingin menyegerakan keinginanku, semakin lama Allah menguji, sejauh mana cintaku pada suami berlindung di bawah ketaatan kepadanya dan kepadaNya. Aku yang tak  ingin mengecewakan Kakak, lebih suka memendam rasa ingin ini dalam-dalam.  Sempat aku berfikir kakak sungguh egois, mengedepankan prinsipnya. Prinsip untuk menunda keinginanku sampai puteri kecil kami benar-benar tumbuh sempurna dalam usia emasnya.

Kakak, panggil aku…
Aku ingin segera terbang menggapai benua lain
Agar citaku tak kandas.
Agar asaku tak tergilas waktu.
Agar sayap citaku berhimpun dengan sayap lain di belahan bumi Allah yang lain.

Rabbana, bila ikhlas itu belum jua hadir, ijinkan aku menemaninya mengarungi babak-babak kami berikutnya. Di bawah naungan cintaMu, aku meminta. Lapangkan jalan kami, ya Allah. Dan malam ini aku mengetuk langitMu lagi, menyemai  doa-doa kami yang tak pernah usai. Untukmu, lelaki pilihanku. Aku patuh dan tunduk atas nama cintaku padaMu, ya Allah.

Semarang, 151011, 18:03
~Untuk sepasang sahabat: Asti dan Kak Didi. Semoga Allah menggenapkan doa kalian segera. Aamiin.~
Keis Rania Tsabita Nuryazidi- Cantiknyaaaaa. Ammah pengen cium Rania deh... Hihi... :P

  NB : masih nunggu pengumuman naskah, semoga masuk 60 besar yg dibukukan dari total naskah yang masuk 300-an. Doanyaaa... >:D<


Kamis, 17 November 2011

Perempuan yang ‘Melahirkan’ Pahlawan



Tatty Elmir -Perempuan yang ‘Melahirkan’ Pahlawan

Untuk Bunda Tatty Elmir
(Penulis Novel Keydo & Pendiri Forum Indonesia Muda)

Bismillah…

Salam takzim untukmu, Bunda Tatty. Semoga kebahagiaan dan rahmat Allah senantiasa tercurah padamu dan keluarga pada hari ini, esok dan seterusnya. Aamiin. Selama rentang waktu yang berjarak lama sejak pertama kali kita bertemu 17 Juli 2011 sampai sekarang rasanya aku tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah karena telah dipertemukan dengan perempuan sebaik bunda.  Perempuan yang melahirkan cinta tepat pada pandangan pertama saat aku melihat bunda. Perempuan yang menyematkan kisah hidup untuk dikenang dan diamanahkan pada anak cucuku nanti.

Bunda…

Awal pertama bertemu dulu di talkshow dan bedah buku Keydo, jujur aku hanya berniat untuk ikut serta dalam proyek menulis buku kumpulan esai “Inspiring Wedding from Keydo” yang digunakan sebagai syarat ikut talkshow dan bedah buku. Keinginan kuat untuk menerbitkan buku begitu menggebu hingga aku meneguhkan hati agar bisa masuk ke dalam proyek tersebut. Kutulis sebuah esai berjudul “Membangun sekolah peradaban di rumah kita” yang ternyata tidak lolos seleksi. Sedih, iya bunda. Tapi sedih itu terbayar saat mendengar langsung uraian bedah buku “Keydo” di auditorium FK Undip yang dibawakan oleh Bunda Tatty, Pak Elmir-suami bunda, ust salim A Fillah.

Rasa sedih itu justru berubah jadi haru dan syukur tak terhingga. Yang membuatku makin mencintai Allah, mencintai tanah pertiwi ini, mencintai pahlawan-pahlawan di jalan sunyi yang tak pernah kukenal, tak kutahu lewat teks buku sejarah di sekolah, tak pernah kusapa lewat kata-kata.

Bunda tak sekedar menuliskan kisah cinta roman ala keydo dan kinang yang mencari cinta sejati di buku ini. Lebih dari itu, Bunda. Bunda menuliskan tentang semangat berbakti lewat kata, gerak laku dan karya.  Mengisahkan dengan anggun kisah patriotik di ujung negeri ini,  kisah patriotik yang dilakukan oleh para pahlawan tanpa nama yang mencintai negeri lebih dari hidup mereka, yang berbakti tak kenal henti, yang berjuang tanpa tepuk tangan, sorot lensa, apalagi tanda jasa. Mungkin mereka bernama bintang sang aktivis kampus, pak djoko sang mentor, ustadz abah yang tertembak saat revolusi, elly kisman sang motivator, atau berderet tokoh lainnya yang tersebar di seluruh novel keydo… mungkin mereka fiksi, tapi kurasa mereka nyata, mereka ada di sekitar kita.

Bunda…

Satu pesan yang tak pernah aku lupa untuk kusematkan kepada anak cucuku nanti, satu pesan yang bunda sampaikan di pertemuan itu : ‘Pernikahan adalah silaturahmi, silaturahmi akan berbuah energy, dan energy selalu akan melahirkan sinergi, maka berhimpunkan untuk melakukan kebaikan-kebaikan untuk sekitar.”

Juga satu kata yang masih kuingat selalu, “ Untuk membangun ketahanan bangsa, harus ada yang berjibaku mengobarkan spirit membangun ketahanan keluarga secara terus-menerus, konsisten, dan istiqomah. Dan semua itu harus diawali dengan kesadaran para pemuda-pemudi untuk memilih jodoh yang baik dan benar.”

Bunda…

Satu pesan itu yang membuatku menitikkan air mata lebih banyak dibanding sebelumnya.
Pun saat membaca pesan ini  di novel:

“Pasangan kita adalah pakaian kita seumur hidup, pakaian yang membuat kita pede menantang dunia, yang membuat kita merasa hebat, yang membuat kita bahagia dan dihargai. Kalau dia kotor, maka cucilah, kalau dia robek sedikit, maka tisiklah, kalau  sobeknya banyak maka tamballah. Menisik dan menambal membutuhkan jarum, bahan, dan benang halus yang sewarna agar jahitan tisik dan tambal menyatu. Artinya, memperbaiki sesuatu yang kurang dari pasangan kita harus dengan cara yang halus, yang tidak kentara.”

Mungkin Allah memang ingin menyadarkanku bahwa pernikahan bukan hanya sebuah institusi menyatunya dua insan, bukan hanya itu. Tapi sebagai janji bahwa pernikahan adalah penggenapan separuh agama. Pernikahan adalah the real life kata seorang temanku. Seiring waktu dengan semangat saling memperbaiki diri, masing-masing pasangan akan mampu bersinergi menyeimbangkan gerak laku pasangannya. Bersatu atas nama Allah dan berjanji untuk menggenapkan hati: sampai nanti sampai mati.

Bunda…

Terimakasih telah mengimpun kami dalam bedah buku saat itu. Sungguh aku tak pernah menyesal menghabiskan 4 jam kebersamaan yang menakjubkan. Kebersamaan yang membuatku menitikkan embun di mataku saat perpisahan tiba. Kebersamaan yang ditunjukkan juga oleh pertunjukan yang dilakukan anak-anak dari Forum Indonesia Muda(FIM), anak-anak yang mencintai negeri ini dengan semangat kunang-kunang : Aku untuk Negeriku. Semangat untuk memancarkan cahaya di kegelapan. Memancarkan bermilyar cahaya kebaikan. Kata bunda, kegelapan tidak untuk dikutuk, kegelapan hadir untuk diterangi oleh cahaya. Berusaha untuk selalu menerangi negeri ini dengan kebaikan sekecil apapun. Bunda memulainya dengan menghimpun pemuda kunang-kunang, memberikan training, mengajak kami memberi sumbangsih nyata bagi negeri, mengajak kami memulai perjuangan dari rumah kami sendiri dari pernikahan yang diberkahi.

Bunda…

Terimakasih telah mengingatkan dengan bijak, dengan kasih sayang dan semangat perbaikan. Bunda, bagiku engkau adalah perempuan yang ‘melahirkan’ pahlawan. Semoga Allah selalu menjagamu dalam lindungan cahayaNya. Aamiin :)

Semarang, 141111, 15:30

NB : Resensi Novel Keydo bisa dibaca di sini 


Sabtu, 22 Oktober 2011

Seleksi Unsa 2011

Bismillah...

Agak kaget tadi dimention temen di grup Unsa(Untuk Sahabat), liat ada namaku masuk daftar seleksi I. 

Jumlah peserta yang kirim naskah sebanyak 200, pas di seleksi I tinggal 111 naskah. 
Seleksi II  ada 63 naskah yang disaring. 

Ini masih nunggu pengumuman berikutnya. Diambil 15 naskah aja untuk dibukukan dengan 15 cerpen lainnya. Dag dig dug juga sih.. soalnya puisiku masih berantakan. huhu.... 
Doakan saya yaa, teman2..... :) 

221011, 10:45

Seleksi II Unsa
Puisi Setia di Ujung Senja - masuk 63 besar. Alhamdulillah... :)


Kesan Ikutan #11project11days di Nulisbuku.com

Bismillah... 

Kemarin adalah hari terakhir proyek #11projects11days berlangsung. Proyek yang diadakan untuk menyemarakkan ultah Nulisbuku.com yang akan diadakan tanggal 11-11-2011. ^^ 

Setelah kirim naskah terakhir, aq baru inget belum buat kesan-kesan selama ikutan proyek ini, hehe... jadilah malam itu nulis seadanya, cz dah ngantuk juga. :D 

***
Ini kesanku : 

Finally, alhamdulillah, bisa ikut ngramein ultahnya Nulisbuku, hehe.. ^_^

Selama 9 hari ikut #11projects11days aq ngerasa digembleng untuk menulis cerita sesuai tema lagu, bikin degub jantung naik turun dan adrenalin terpacu terus. ahaha... :P

Dan bikin selalu optimis bisa nyelesein semua tantangan hari itu tepat waktu dan sesuai tema. :D

Thanks ya, Nulisbuku! Terutama adminnya yang gokil. Ahahaa... Ciayooo, mimin!! ^^

***
Meski tulisanku masih belepotan, masih berantakan sana sini, kadang juga settingan tempat ga nyambung sama nama orangnya. haha.. ya gitu lah... aq anggap ikut proyek ini sebagai ajang buat latihan... kalau pun masuk nanti sebagai naskah yang dibukukan, itu bonus, alhamdulillah yah.. ^^ 

Buat temen2 yang kmrn iku proyek tetep smangat nulis ya! Hihii, mendadak kangen nungguin tema jam 11.11 :P  


221011, 10:35

Komunitas