Sunday, 12 January 2014

#1Hari1Ayat : Syarat Menjadi Pemimpin


Dan ketika dia telah cukup dewasa Kami berikan kepadanya kekuasaan dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (Q. S. Yusuf 12: 22)
***


Pemilu 2014 sebentar lagi bergelora di negeri kita. Beberapa undangan menghadiri sosialisasi dari parpol ini itu pun diberikan pada bapakku. Masalahnya mungkin karena bapak ketua RT jadi termasuk salah satu orang yang dipercaya dan berpengaruh di desa. Saya pikir, ga masalah ikutan begituan, asal tau menempatkan diri saja. Agak jengah sebenarnya, apalagi kalau sudah menyangkut politik. Ghhrr, sungguh, politik itu licik selicin belut. Kalo pernah pegang belut pasti tau rasanya, licin banget kan? Dalam politik musuh pun bisa berbuat hal-hal yang tidak semestinya hanya untuk melancarkan aksi politiknya. 

Kemarin seharian saya nonton lagi K-Drama Dream High. Buat yang suka drama ini pasti tau ada salah satu tokohnya bernama Jin Gook. Jin Gook ini memiliki masalah internal dengan ayahnya yang merupakan salah satu kandidat penguasa, sayangnya karena dia anak di luar pernikahan, jadi ayahnya ingin mengasingkan dia ke luar negeri agar tidak terjangkau oleh wartawan. Begitulah politik, menghalalkan segala cara, bahkan jika orang sekitarnya pun dirasa ingin menghalangi, orang tersebut bisa dibungkam. Sudah jadi rahasia umum jika berpolitik itu artinya masuk wilayah abu-abu. Jika pun selama ini kamu adalah orang baik, kamu harus didukung oleh orang-orang yang sama baiknya. Jika tidak, kamu akan terpental jauh dari jangkauan orang-orang baik. 

Dalam ayat 22 surat Yusuf, saya menemukan sebuah surat cintaNya. Untuk orang yang sudah dewasa(saat itu nabi Yusuf diperkirakan berusia 30-40 tahun), Allah akan memberikan kekuasaan dan ilmu. Kekuasaan dan ilmu disejajarkan. Artinya apa? Dalam mencapai kekuasaan, tak hanya 1 syarat mutlak, tapi ada dua, yaitu sudah dewasa dan memiliki ilmu. Logikanya orang sudah dewasa memiliki akal untuk cerdas dalam mengambil keputusan. Orang yang berilmu akan menggunakan ilmunya ketika memimpin. Jadi ketika kamu memimpin tapi tak memiliki ilmu, tunggulah kehancuran apa yang kamu pimpin itu. 

Kekuasaan dan ilmu adalah dua yang dijanjikan oleh Allah akan diberikan pada orang-orang yang berbuat baik pada sesamanya, maupun pada semesta. Jadi, sudah yakin dengan janjiNya yang satu ini? ;)

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)