Tuesday, 7 January 2014

#1Hari1Ayat : Sains dalam Al Quran - Bayang-bayang


Tidakkah engkau memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia  memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang dan sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia jadikannya (bayang-bayang itu tetap), kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk, kemudian Kami menariknya (bayang-bayang itu) kepada Kami sedikit demi sedikit.

Q. S. Al Furqan 25: 45-46

***

Jalanan siang itu ramai, berdebu dan riuh dengan suara dan asap kendaraan. Aku berjalan sendirian di tepi trotoar, hendak melangkahkan kaki menuju suatu tempat. Hingga langkahku mendadak diiringi sesuatu. Kulirik sebelahku, ada seekor anak kucing sedang berlarian di sekelilingku. Ia berlari-lari kecil. Sesekali ia mengendus bau sekitarnya, mungkin mencari bau emaknya. Aku tak tahu apa ia kehilangan arah atau apa, karena sejak ia berjalan bersisian di sampingku, tubuh ringkihnya yang terlalu kurus itu telah mencuri perhatianku. Kasian, iya kasian. Kurus, dengan tatapan mata yang seakan meminta perlindungan.

Aku berlari karena udara semakin tak bersahabat, aku benci udara penuh asap kendaraan. Bikin sesak nafas. Huh. Ternyata ia ikuti gerakanku. Ia pun berlari juga mengikuti gerakanku. Tubuhnya meregang saat melompat dan kulihat kecepatannya melebihi kecepatan biasa. Tapi kemudian ia berjalan biasa lagi. Kuambil ponsel di tas dan kubidik gambarnya. Ada sesuatu yang menarik perhatianku selain tubuhnya yang kurus itu dibalut warna kuning kecoklatan, bayangan tubuhnya yang hampir hilang di bawah terik matahari. Setauku, bayangan itu penanda kalau sebentar lagi waktu sudah hampir pukul duabelas siang. Lalu karena sudah hampir mendekati waktu makan siang, semakin kupercepat langkah kakiku. Dan hilanglah ia dari hadapanku. Mungkin ia juga akan segera menemukan apa yang ia cari, mungkin induknya, mungkin makanan pengganjal perutnya yang kurus kering itu.

***
Dalam sains, kami para anak matematika mengenal ilmu yang secara turun temurun diwariskan pada generasi setelah kami, yaitu cara membaca waktu melalui bayang-bayang. Dulu di dinding samping lab matematika, ada jam khusus yang dibangun untuk membuktikan teorema tentang itu. Bahwa bayang-bayang bisa sebagai penunjuk waktu. Dulu kupikir hal seperti ini hal yang lumrah, maksudku ilmu pengetahuan sudah menuliskannya, ternyata aku salah. Al Quran bahkan lebih mulia menuliskannya lebih dulu sebelum ilmu pengetahuan meluas. Tengoklah ayat yang kukutip di atas. Ada ayat yang secara langsung menyebutkan bahwa bayang-bayang adalah bukti kekuasaan Allah, Allah lah yang memanjangkan dan memendekkannya sesukaNya. Sebagai bukti bahwa bayang-bayang itu bisa menjadi penunjuk waktu. Sudahkah kamu membaca ayat itu? Semoga kamu menemukan surat cintaNya sama seperti saat aku membacanya. ;)

1 comment:

  1. Ada dua tafsir:

    1. Matahari tetap, bumi yang berotasi menentukan panjang bayang-bayang. Alloh mampu menghentikan rotasi bumi, bayang-bayang menjadi tetap panjangnya.

    2. Cahaya dapat dibelokkan ditarik oleh kekuatan medan magnet/gravitasi sehingga menentukan panjang dan arah bayang-bayang (fenomena black hole).

    Dia = Alloh. Kami = Alloh melibatkan objek/mahluk lain

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)