Friday, 2 August 2013

Lelaki Teduh dan Perempuan Penyabar

"Jadi, apa kabar dia?"

Aku bertanya tentang seseorang yang kukenal pada temanku, dia menjawab seadanya. 

"Baik, lagi sibuk sama penerbit. Udah banyak yang nungguin buku puisinya, kebanyakan sih fansnya."


Aku tertawa mendengar kata fans disebut. Memang belakangan orang tersebut yang kumaksud sering memberi puisi-puisi tulisannya. Bagus puisinya, seharusnya malah dia sudah bisa menerbitkan buku kumpulan puisinya sejak dulu, sejak zaman masih muda dulu. 

Lalu teman yang kutanyakan itu pun bercerita, "Dulu memang sering dia menjual puisinya, dan mendapat uang dari situ."

Sudah kuduga sih, tapi ada lanjutan kata-kata yang membuatku bertahan untuk terus memperbincangkan pembahasan ini. 

"Dari dulu udah banyak fans, beruntung dia dan istrinya sama-sama terbuka. Jadi walau ada orang lain yang sering menunggu puisi dan berharap kalau puisi itu memang khusus untuk orang yang membaca itu, si istri ga cemburu." 

Aku terkikik. Ya, bagaimana pun, punya suami yang bisa membuat puisi adalah anugerah sekaligus bencana jika tidak bisa mengantisipasinya. Apalagi jika mereka tidak terbuka satu sama lain dalam melalui hari-hari. Lagi-lagi, komunikasi kuncinya. 

"Pernah dulu, dia pernah mengalami masa-masa pahit dan istrinya tetap setia. Uang nggak ada. Ujung-ujungnya jualan es. Kebayang nggak, orang masih anggap dia kaya. Jualan es nitip di warung-warung, pake mobil. Hehehe. Mobilnya aja yang ada. Duitnya nggak, buat isi bensin aja ngutang."

Aku terdiam lumayan lama saat temanku membahas itu. Kubilang padanya, "Sabar banget ya istrinya?"

"Apa yang kita alami sekarang, hanya sementara. Dia selalu mengajarkan itu.", ucap temanku.

Pembicaraan terhenti sampai di situ karena aku ada urusan. Tapi percakapan ini membuatku berpikir, sangat sabar sekali seorang istri yang bisa membersamai lelakinya melewati masa-masa sulit. Masa-masa setelah masa kegemilangannya. Masa-masa ketika dia tidak punya apa-apa. Bagaimana jika itu sebaliknya? Si istri yang jatuh dan laki-lakinya? Ah ya, setia memang seharusnya sudah disematkan ketika akad terucap. Dan itu berlaku untuk selamanya. Selamanya. :)

Pengen banget ketemu orang yang aku maksud tersebut karena aku hanya mengenalnya sekilas, semoga suatu saat bisa bertemu. 

Tegal, 020813, 01:51

14 comments:

  1. hebat mbak...produktif sekali, tulisannya juga mengalir banget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih, kak. kalo dirutinkan nulis kayak gini cuma butuh 30 menit - 1 jam aja tergantung temanya. hehe. ayo rutin nulis tiap hari, kak ^^

      Delete
  2. romantis sepertinya ya kalau suami bisa buat puisi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. qiqiqi... kalo aku malah antara takut dan seneng, mba. takut si suami gombalin orang lain. tp seneng jg klo digombalin. wwkwk :D #eh

      Delete
  3. Mbak ilaaa...
    Tulisannya kereeen.
    Aku juga pengen ketemu nih sama orang yg diceritain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayangnya orangnya jauh :D mungkin kalo ada rezeki baru bisa silaturahim ke sana. :D

      Delete
  4. istri yang hebat, hehehe... :D pengen ketemu istrinya aja ;D

    oya mbak, mohon maaf bisa minta bantuan untuk mengisi kuesioner penelitian saya. bisa diakses melalui link berikut http://goo.gl/TtxTqf

    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha. istrinya cantik lho, kak :P
      oke, udah aku isi ya. moga dimudahkan tesisnya :D

      Delete
  5. Mba Eni Martini itu salah satu istri yg hebat, karena suaminya seniman jg dan gak ada pekerjaan tetap. Pernah bangkrut jg pas nyoba berbisnis :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahh, keren banget, bun. subhanallah. moga selalu dimudahkan urusan mba eni ya. apalagi dulu anaknya yang kecil abis dilahirkan sakit dan meninggal. sabar banget. ga bisa bayangin kalo jadi mba eni :')

      Delete
  6. dueh,bikin penasarannn.....moga bisa ketemu yakz :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuhuu, denger-denger memang keluarganya hobi bikin puisi :D

      Delete
  7. Iya, sabar banget ya istrinya... :)

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)