Quote of The Day

“Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebaikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (Q.S. al-Ahqaf: 15)

Wednesday, 3 May 2017

[Review J-Movie] Kanojo wa Uso wo Aishisugiteru (The Liar and His Lover)

[Review J-Movie]  Kanojo wa Uso wo Aishisugiteru (The Liar and His Lover)


Takeru Sato bermain peran sebagai Ogasawara Aki, penulis lagu yang genius di film Jepang berjudul Kanojo wa Uso wo Aishisugiteru (The Liar and His Lover). Film Jepang ini sudah lama tayang, tapi saya baru sempat menuliskan reviewnya. Sebelumnya, saya sudah pernah menonton film Samurai X yang melambungkan nama Takeru Sato menjadi aktor ternama karena kepiawaiannya memainkan peran.

Maaf kalau saya agak panjang nulis sinopsis film The Liar and His Lover ya. Hehe :D Maklum, saya juga pengin mengikat ingatan saya tentang film Takeru Sato ini karena walau udah berkali-kali nonton saya sedikit lupa dengan inti ceritanya kenapa si Aki ini benci banget sama Takagi-san sampai nggak mau main musik di Crude Play lagi. Duh, Aki segitu idealisnya. Hiks~

Well ya, sebenarnya The Liar and His Lover ini berkisah tentang dua anak muda yang sama-sama berjuang di industri musik Jepang. Aki yang jatuh cinta dengan Riko, penyanyi band SMA besutan Takagi-san. Aki ingin membuat gadis itu tetap mencapai impiannya, walau ia harus merelakan impiannya sendiri.

Oke, saya ceritain detailnya ya.

Baca juga : Review Film: If Cats Disappeared from The World


***

Sinopsis Film The Liar and His Lover :


Ogasawara Aki, pencipta lagu yang sedang naik daun merasa muak dengan kehidupannya. Ia merasa jiwanya kosong saat menyadari bahwa musik yang ia buat bagi teman-teman SMA-nya ternyata menjadi komoditas yang dijual. Awalnya ia dikontak oleh Takagi-san, produser yang ingin mengadopsi musik buatan Aki untuk dipasarkan ke publik. Aki dan ketiga teman SMA-nya membuat grup band bernama Crude Play.

Pada dasarnya Aki paham bahwa industri musik memang berbeda dibanding dunia musik yang ia tekuni saat sekolah. Namun, saat ia tahu musik yang dibuatnya ternyata dikerjakan oleh profesional alias orang lain, ia merasa sakit hati. Takagi-san bilang bahwa bandnya tidak cukup layak untuk memainkan musik sendiri, karena itu musik akan dikerjakan oleh profesional. Crude Play hanya tinggal memainkan lagu dengan lip sync. Sejak itu Aki memutuskan untuk mundur dari dunia musik. Ia berada di belakang layar sebagai pencipta lagu, tapi tidak memainkannya.

“Tidak ada musik untuk musik tanpa menjualnya.”

Sebuah kalimat yang menyakitkan hati dari Takagi-san itu meluncur begitu saja. Aki tak mau ia memainkan musiknya secara lipsink, karena itu sama saja dengan membohongi penggemarnya. Aki mau ia bahagia saat memainkan musik karena ia sadar bahwa musik tak hanya sekadar musik, melainkan jiwanya yang sudah ada bersamanya sejak ia kanak-kanak. Musik menjadi bagian hidupnya yang tak terpisahkan.

Kesedihan Aki ditambah dengan fakta bahwa pacarnya, Mary telah berselingkuh dengan Takagi-san. Ia tidak ingin berkomunikasi lagi dengan Mary. Saat Aki sedang main helikopter dengan remote controlnya, ia  melihat poster Crude Play dan Mary bersisian di billboard. Saat itulah ia marah  hingga helinya jatuh dan rusak saat menghantam aspal.

Di tengah kesedihannya, Aki mendendangkan nada lagu yang ia buat sambil duduk memungut remote kontrolnya. Nada itu menghipnotis seorang gadis berambut pendek mirip jamur. Koeda Riko, gadis itu heran kenapa ia terkesima dengan lagu yang dinyanyikan Aki. Saat itulah keranjang buah dan sayuran yang dibawanya jatuh berhamburan. Aki memungut jamur yang menggelinding ke arah kakinya. Saat itulah Aki ingin berbicara lebih banyak pada gadis itu hingga ia mengeluarkan kalimat aneh. Aki bertanya,
“Apakah kau percaya cinta pada pandangan pertama?”
pertemuan pertama Aki dan Riko, si Riko narik hoodie Aki. =))

Aki hanya iseng saat ia bilang tentang cinta pada pandangan pertama. Tapi Riko menanggapinya dengan berbeda. Ia mengiyakan, dan terjadilah hal yang tak disangka oleh Aki. Ia berpacaran dengan gadis itu bahkan tanpa mengetahui bahwa gadis itu bisa bernyanyi. Aki mengaku bahwa ia tidak suka musik dan membenci lagu hingga ia pernah menangis di hadapan Riko karena merasa tertekan.

Baca juga : [Review J-Drama] Tenno no Ryoriban (The Emperor’s Cook)


Aki cerita pertemuannya dengan Riko pada Shun, sahabatnya. Aki pun dilema, ia khawatir Riko marah karena ia membohongi Riko dengan mengatakan bahwa namanya adalah Ogasawara Shinya. Tak mungkin Riko akan memaafkannya jika ia berbohong tentang jati dirinya. Aki mengaku bahwa namanya adalah Shinya, padahal Shinya adalah pengganti Aki di Crude Play yang memainkan bass.

Keberuntungan menaungi Riko dan dua teman SMA-nya. Ia direkrut oleh Takagi-san untuk memulai debut membuat album perdana. Aki dan Riko sama-sama kaget saat tahu bahwa Riko bisa bernyanyi, dan Aki adalah pencipta lagu Crude Play. Sejak itu, Aki ingin mengambil alih pembuatan lagu debut Riko. Ia ingin dirinya yang membuatkan musiknya, tapi Takagi-san tak mengijinkan. Ia malah meminta Shinya untuk memproduseri album Mush&Co, band Riko dan kedua temannya.





"Kau tidak ingin melakukan debut, Riko?" - Aki 
"Daripada melakukan debut, aku lebih suka menyanyi." - Riko 
"Tidak apa-apa. Aku akan melindungi musikmu, Riko. Aku ingin kau menyanyikan lagu-laguku. Aku... aku pernah tidak peduli pada musik. Sejak saat itu, selalu terasa menyakitkan. Tapi jika aku bersamamu, kurasa aku mampu kembali menghadapinya. Kau tahu, sekarang musik itu sangat menyenangkan. Terima kasih padamu." - Aki

Hal yang ingin Aki pertahankan dalam hidupnya kemudian adalah ia ingin Riko bernyanyi dengan hati riang tanpa kesedihan seperti dirinya saat tahu Takagi-san memanfaatkan talenta dirinya untuk menghasilkan musik walau dengan lipsink. Lalu, apa yang terjadi selanjutnya? Tonton aja filmnya ya. :D

Riko saat debut album bareng band teman SMA-nya

***

Film Jepang The Liar and His Lover ini memang sarat dengan pesan moral yang bikin penonton seperti saya harus mikir lebih dalam lagi. Bagaimana kehidupan Aki dengan kawan-kawan bandnya terlihat jelas, bahkan terasa sekali kemewahan Aki cs saat mereka naik Helikopter betulan buat jemput Aki. Bener-bener tajir deh. *sirik* :p Padahal dulu mereka anak SMA biasa. Itu sebabnya Aki merasa galau akut karena ia harus berperang dengan dirinya sendiri tentang idealismenya. Apakah dia akan terus bertahan di industri musik dengan tetap mensuplai lagu untuk Crude Play namun musiknya dikerjakan orang lain. 

Inilah yang menjadi inti masalahnya, Aki tak mau menjadi orang yang munafik membohongi orang demi mendapatkan keuntungan. Tapi, di sisi lain dia juga tak menyangka bahwa kesuksesan Crude Play membuat namanya melambung tinggi sebagai sosok dibalik album Crude Play.

The Liar and His Lover membuat saya terkesan karena ceritanya beda dibanding film jepang lainnya. Unik aja gitu ada karakter seperti Aki dan Riko yang sama-sama hobi main musik tapi cara mereka kenalan aneh. Hahaha. Abis ya... ada adegan absurd ala komikal gitu yang pas Riko narik hoodie jaket Aki kenceng-kenceng trus ngaku kalau dia suka sama Aki. Kan, aneh banget ada cewek kayak gini. Horor. Hahaha. 

Karakter Aki  yang jago bikin lagu, itu keren banget! Ada beberapa adegan Aki bikin musik dengan peralatan yang ada di studio mininya. Wuiih, keren banget deh. Dia juga super duper genius, bahkan patah hati aja bisa bikin lagu banyak banget. Wkwkwk. Bener-bener patah hati yang produktif. Lol. :p

Aki yang jago bikin musik sedang mengiringi Riko bernyanyi

Adegan paling berkesan pas Riko dan Aki bertemu lagi di jembatan tempat mereka ketemu pertama kali. Pas itu Aki malah bilang kalau dia nggak suka sama Riko. Duh, habis Riko pulang dengan nangis, giliran Aki yang nangis kejer lama banget sampai banting sesuatu. Nah loh, segitunya deh Aki. Musisi juga manusia, punya rasa punya hati #eaaa :))

Nggak tahu kenapa ya, adegan-adegannya terasa komikal banget. Kayak pas Riko ngejatuhin keranjangnya, Riko yang ceroboh, Aki yang rambutnya awut-awutan, dll. Ada yang bilang kalau film ini memang dibuat dari komik, tapi saya belum pernah liat komiknya kayak apa. Jadi penasaran beneran ada yaa~ :D

Btw, lagu-lagu Crude Play dan Mush&Co beneran dijual di Jepang, lho. Menurutku lirik lagunya cakep banget. Tentang semangat untuk meraih mimpi dan cinta. Lagu favorit di film The Liar and His Lover ini lagu berjudul Tomorrow Never Knows dan Chippokena Ai no Uta. Lagunya bikin terharu, Aki bisa membahasakan perasaannya lewat lagu sebagus itu. :’) Overall, ratingnya 8/10 ya. Karena ada adegan yang hm, too much romantis untuk ukuran anak SMA. Jadi saya nggak bisa kasih bintang lebih dari itu. xD

Nah, kalau kamu apa pernah nonton film The Liar and His Lover ini? Share dong di komentar. :)





2 comments:

  1. Sepertinya filmnya bagus nih. Film jepang memang ada beberapa yang bagus, bahkan unik.

    ReplyDelete
  2. main2 ke sini ahhh... :)

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)