Sunday, 2 June 2013

Pendidikan Islami : Mencipta Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia

main sama anak-anak tetangga sore hari

Bismillah...

Bukan suatu kebetulan jika takdir membawa saya singgah di rumah mba Afifah Afra yang biasa kupanggil mbak Yeni, karena ternyata tiket kereta tanggal 8 Mei itu sudah ludes terjual. Saya pun berangkat ke Solo tanggal 7 Mei sampai sana tanggal 8 pagi pukul 3. 

Ivan main di paud samping rumah
Bukan suatu kebetulan pula akhirnya bisa main sama ketiga anaknya. Satu hal yang membuat saya bersyukur adalah saya bisa belajar banyak hal. Bukan, bukan belajar tentang menulis karena tentang ini sudah sering belajar di Grup Be a Writer dan Winner Class. Karena ini tak ada hubungannya dengan menulis. Tapi, cara Mba Yeni mendidik anaknya ini yang bikin saya bertanya-tanya. Sistem pendidikannya seperti apa sih, kok bisa anak-anak mereka cerdas sekali?. :')


main di rumah

Ivan, anaknya ceria bangett :D
Anakmu bukanlah milikmu, mereka adalah putra putri sang Hidup, yang rindu akan dirinya sendiri. Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau, mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu. Berikanlah mereka kasih sayangmu, namun jangan sodorkan pemikiranmu, sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri. (tulisan di album Fb mba Yeni)

Untuk ukuran anak seusia dua tahun bahkan Ivan, anak ketiga mbak Yeni sudah bisa saya ajak bicara dan dia paham kalau saya orang asing. Dia paham kalau bundanya kerja, dia ga rewel, anteng banget. Malah ceria-ceria aja main sama mba Gini, adek angkat mba Yeni dan tetangga yang mengasuhnya. Aneh ya? Biasanya anak seperti itu masih rewel, kintilan (red : ngikut) dalam bahasa daerah saya. 


main kuda-kudaan
Anak-anak ini cerdas menurutku. Suka nanya apa aja yang mereka tau mereka belum paham, bisa diajak komunikasi dua arah sama orang tuanya. Inget banget waktu ada pertanyaan "unik" yang diucapkan sama mba Anis di dalam mobil waktu kita mau jalan-jalan cari makan di luar. Inget waktu Rama udah rewel berebut kursi sama mba Anis. Haha, anak-anak banget deh. :D

"Bunda, blablabla itu apa?", waktu mba Anis menunjukkan pertanyaan yang aneh, beneran aneh :D

Respon yang diberikan oleh si mba Yeni dan suami ini yang bikin saya senyum-senyum sendiri sama mba Gini di kursi belakang mobil. Hahaha :D Jujur, pertanyaannya memang aneh bagi anak sekecil itu, tapi orang tuanya luar biasa sabar, ngasih penjelasan yang mudah dipahami anak-anak.
ivan sama mbak Gini

aniiiiss, ceriwiisss. amah kangeen lho :D (foto dr fb mba yeni)
Dan juga waktu ditinggal bundanya buat ngisi kajian, si Ivan ini ga nangis lho. Ceriaaa banget. Agaknya saya mulai percaya, kalo kata-kata Mbak Ratih Sang yang bilang kalo "ketika seorang ibu meninggalkan anaknya untuk berbagi ilmu, ada malaikat yang menjaga anaknya." itu benar adanya. Anaknya ga rewel, cerdas, pinter nyusun puzzle sendiri, beresin sendiri. Dua anaknya yang agak besar udah mau diajak pisah kamar. Udah mau diajak ngemong adeknya. :D 

Jadi abis dari sana, saya jadi tau gimana sih sistem pendidikan mereka. Islami banget :D *malu sendiri saya* hehehe  

Kapan saya bisa merasakan seperti itu ya? :P

Nb : buat yang penasaran gimana tentang pendidikan islaminya, nanya aja ke mba Yeni di twitter :D 

Tegal, 020613, 11:54


Rama sama Ivan. Akuurr :D (foto dari fb mba Yeni)

1 comment:

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)