Quote of The Day

Selepas musim yang berganti, cara terbaik untuk memudahkan syukurmu terlantun adalah dengan menyederhanakan harapanmu hari ini.

Tuesday, 2 June 2020

Review Film Korea : Fengshui - Kisah Perebutan Tahta Dua Generasi Raja Korea era Joseon

Review Film Korea : Fengshui - Kisah Perebutan Tahta Dua Generasi Raja Korea Era Joseon

Nonton film Fengshui ini dari kemarin-kemarin, baru kelar sekarang πŸ˜‚

Ceritanya bagus. Tentang keluarga penasihat raja yang pengin berkuasa selamanya. Sampe dia pun nyari tanah keramat untuk pemakaman leluhurnya.


Jadi dalam fengshui, katanya sih yang bisa dapet tanah bagus buat pemakaman leluhur bakalan bagus nasib keturunannya. Kalo dimakamin sembarangan nasibnya bakal jelek.

Suatu hari, raja yang berkuasa dibunuh dengan racun oleh penasihat rajanya.

Habis itu, jasadnya dimakamkan di tanah terkutuk yang disebut tanah keramat. Padahal aslinya tanahnya terkutuk. Yang ditaruh di situ bakalan sial nasib keturunannya.

Serem ya? Ya, menurut fengshui gitu sih kata para ahli Fengshui yang ada di istana.

Nah, tapi ada 1 ahli fengshui yang bilang kalo tanah itu terkutuk. Jangan taruh jasad leluhur di situ. Nanti keturunan raja bakalan lemah dan ga akan lama berkuasa.

Masalahnya si raja kan awam soal tanah fengshui, jadi dia manut suara terbanyak. Padahal para ahli fengshui yang ada di istana udah sekongkol sama si penasihat raja.

Jadilah jasad raja tetap dimakamkan di sana.



Ada 1 orang yang namanya Park, dia ahli fengshui yang menolak pemakaman itu. Keluarganya  pun dibunuh, rumahnya dibakar. Kasian banget dia.. Padahal dia lagi keluar rumah bentar, ngobrol sama temannya di luar rumah. Pulang-pulang, dia lihat rumahnya udah terbakar. Suara jeritan istri dan anaknya terdengar dari halaman rumah.

Dia dendam dong, akhirnya dia mengubah penampilan dan berjanji untuk balas dendam sama keluarga Klan Kim, keluarganya penasihat raja.

Beberapa puluh tahun kemudian, apa yang dikhawatirkan terjadi. Si raja yang berkuasa saat ini justru jadi raja yang lemah, tidak berwibawa dan tidak bisa memimpin dengan baik. Persis seperti apa yang disebutkan kalau tanah terkutuk akan mempengaruhi garis keturunan raja yang berkuasa.

Jadi karena itu, si raja pun nyari tahu makam ayahnya ditaruh di mana. Dia baru sadar kalau makam ayahnya dikebumikan di tanah terkutuk, dan tanah keramat yang bagus justru buat makam leluhur keluarga Kim (si penasihat raja)

mulailah terjadi perselisihan. Raja jadi ingat ada 1 ahli fengshui yang menolak pemakaman ayahnya. Dicaarilah orang itu. Lalu, setelah ketemu park, si ahli fengshu, dia pun disuruh nyari makam raja di mana. Trus digali dan dipindahkan ke tempat yang lebih baik.

Yang bikin ga habis pikir adalah...

Jreng jreng...


Karena tanah keramat yang dimaksud adalah tanah di atas kuil yang telah dibangun sejak seribuan tahun yang lalu.


Tanah itu melindungi kerajaan karena energi Qi nya sangat kuat.

Kalau kuilnya dirusak untuk dijadikan makam, maka tanah itu justru jadi tanah terkutuk. Bukannya berkah, malah jadi musibah.

Tapi ada 1 orang dari keturunan bangsawan yang justru berambisi untuk mendapat tanah di atas kuil itu. Namanya Heong Seon.

Tujuannya demi bisa berkuasa hingga dua generasi raja.

Padahal  Park, si ahli fengshui sudah memperingatkan ketika terjadi kekacauan di depan kuil.

Jangan rusak kuilnya, kamu mungkin akan mendapatkan kejayaan dalam 2 generasi, tapi sesudah itu garis keturunanmu akan mati. Alias udah ga ada yang ngelanjutin keturunannya lagi.

Keturunanmu akan membayar akibat dari kesalahanmu.

Si Heong seon tetep aja ga denger nasihat Park. Dia malah membakar kuil dan bilang, "Semoga tidak marah karena aku membakarnya."

Besoknya, ada satu orang keturunan klan Kim yang minta nasihat Park.

 "Tolong dong carikan aku tanah yang bagus, kalau bisa untuk keturunanku selamanya."

Dia nggak tahu aja sedang berhadapan dengan siapa.

Ya orang yang keluarganya pernah dibunuh oleh ayahnya. Park pun mikir-mikir, wah ini saatnya balas dendam

Trus dia mengiyakan permintaan itu.

Jreng jreng...

Park pun nyariin tanah keramat buat si anak dari penasihat raja (btw, penasihat raja dibunuh sama anaknya sendiri, wagelaseh 😰)

trus, dapetlah tanah ketamat itu. Dibilangnya, tanah itu akan memberikan kejayaan untuk selamanya. Tapi ternyata, sebenernya itu tanah terkutuk.

 Selang beberapa tahun setelah makam dipindah ke sana, terdengar kabar kerajaan Joseon pun kehilangan kejayaan. Begitu pula dengan klan Kim dari garis keturunan penasihat raja.

Intinya, dua2nya kena karma karena keserakahannya.

Yang bikin aku tercengang waktu nonton endingnya adalah...

Karena ini bukan hanya tentang karma akibat keserakahan dan juga cerita tentang fengshui di era Joseon. Era sebelum kerajaan Korea runtuh.

Tapi lebih dari itu, aku kaget waktu si Park bilang gini,

"Apa yang diharapkan dari kejayaan setelah kematian. Kalau dia saja tidak peduli dengan nasib ayah atau anaknya nanti."

Kita udah sering denger kan cerita serupa di kerajaan Indonesia. Saling rebut kekuasaan atau bahkan saling bunuh.

Atau kisah pejabat yang menghalalkan segala cara untuk bisa berjaya hingga bertahun-tahun lamanya.

Keliatannya sepele sih.

Kan cuma ngerjain kejahatan saat itu. Tapi dampaknya baru dirasakan oleh keturunannya kelak. Itu pun dia nggak bisa ngrasain karma akibat perbuatannya. Lha wong sudah mati.

Banyak sih kasusnya, seperti skandal keluarga Cendana, Bakrie, kisah Ken Arok, dll.

Keliatan sepele, tapi justru itu yang membuat kejayaannya runtuh tanpa sisa. Kalau bukan sekarang ya mungkin nanti.



Ending film Fengshui ini ga berhenti hanya saat kerajaan Joseon runtuh saja, tapi ada kisah lanjutannya.

Saat Park dan seorang sahabatnya sudah tua, ada dua orang berpakaian modern (sepertinya era penjajahan jepang) datang ke rumahnya. Mereka minta saran untuk nyari tanah yang bagus untuk mendirikan sekolah.

Sekolah ini akan dipakai untuk mendidik anak-anak dari generasi selanjutnya. Tujuannya agar mereka bsa lepas dari penjajahan dan bisa menjadi negara yang bangkit dari keruntuhannya.

Trus Park kasih saran satu tempat yang menurutku wow banget sih.

Tempat yang disaranin Park jni jauh dari peradaban alias ndlesep πŸ˜‚

Udahlah pelosok banget, eh tanahnya gersang. Wkwk

Dua orang tamu yang minta saran itu bilang, "lho kan tanah di daerah itu kudengar tanah yang gersang (tandus), susah nyari airnya."

Si Park jawab dong,

"Justru tanah di daerah itu elemen tanahnya sangat kuat. Hanya orang2 yg tangguh yang bisa bertahan di sana. Kamu bisa mendidik orang2 terbaik untuk membangkitkan kejayaan kita lagi. Agar negaranya tidak dijajah lagi."

Lucunya mereka ga punya dana apapun buat membangun sekolah. Wkwk. Akhirnya malah dikasih akta tanah sama temennya Park. Trus disuruh jual buat modal bikin sekolah. 🀣

Kalo dipikir-pikir di Indonesia juga ada beberapa universitas yang tanahnya tuh tandus dan di pelosok. Udahlah tandus juga susah airnya saat musim kemarau. Salah satunya kampus Unnes gunung pati.

Ya, bener sih kata Park yang bilang hanya orang-orang terpilih yang bisa tinggal di sana buat belajar. Ya kalo halangan kaya gitu bisa diatasi, masalah lain pun bisa diselesaikan dengan baik.

Sebenernya saran2 yang dikasih park itu sesuai dengan apa yang dia pelajari di kitab Fengshui kuno. Kalo dipikir-pikir, yang diterapkan itu hanya menyeimbangkan 4 elemen yang ada (elemen air, api, tanah, udara) biar seimbang dalam kehidupan manusia.

Contohnya waktu dia bilang,

"Di atas sana ada bukit dan tanah pasar ini masuk kawasan pegunungan. Seharusnya di bawah tanah sini ada aliran air yang mengalir. Galilah sumur yang dalam, lalu berikan air cuma-cuma untuk para perantau. Niscaya pasar ini akan ramai dan kamu mendapatkan keberkahan dari hal itu."

Ada lagi adegan si Park dimintai saran sama seorang ibu yang ngeluh soal anaknya yang pemalas. Trus Park enteng banget bilang gini,

"Pindahkan tempat duduk anakmu agar menghadap pintu, letakkan meja dekat jendela yang terbuka, jadi aliran udaranya bisa masuk. Letakkan lonceng (bel kecil) di atas jendela agar suaranya terdengar saat angin bertiup. (Tujuannya biar si anak rileks pas belajar dan udara cukup masuk ke dalam ruangan, jadi dia ga bosen dan bisa fokus belajar)"

Soalnya sebelumnya, si anak belajarnya madep tembok. Wkwk 🀣

Ya gimana bisa fokus lah bambank. Wong ngadep tembok kan bikin bosen. Boring, jadi males belajar. Nah kalo si anak madep pintu, dia jadi rajin karena merasa ibunya ngawasi dari pintu yang terbuka. Wong ibunya suka sliwar sliwer lewatin pintu utama kamar di anak. πŸ˜‚

Idenya bagus juga buat ditiru. Haha

Trus ada lagi nasihat si Park buat kelompok pedagang yang mengeluh kenapa pasarnya kok sepi. Park bilang gini,

"Tanpa hal itu pun, tanah ini memang tidak berkah. Ada pembunuhan di sini ya? Pindahkan lapak pandai besi dan pedagang sutra ke bagian depan pasar, agar pasar ramai. Lalu tanam pohon agar aliran energinya baik lagi."

Ternyata pembunuhan yg dimaksud itu seekor sapi yang membunuh anaknya. Trus kata Park tempatnya jadi jelek gara-gara hal itu. Jadi disuruh nanem pohon biar energinya terbalik.

Sebenernya masih banyak yang mau dibahas dari film Korea berjudul Fengshui ini.  Tapi menurutku ini udah cukup ya. Ntar spoiler lagi. Hehe. Nah, see you next post ya!

Share dong komentarmu tentang film Fengshui ini. Suka ga sama filmnya? Bagian mana yang paling bikin greget? Hehe. Komentar ya, biar aku juga tahu gimana kesanmu tentang film Fengshui ini~ πŸ˜‰


No comments:

Post a comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)