Quote of The Day

Selepas musim yang berganti, cara terbaik untuk memudahkan syukurmu terlantun adalah dengan menyederhanakan harapanmu hari ini.

Monday, 20 April 2020

Mengenal Virus Corona COVID-19, Virus Asal Wuhan yang Berbahaya


Mengenal Virus Corona COVID-19, Virus Asal Wuhan yang Berbahaya

Apa itu COVID-19?


Pertanyaan itu muncul ketika suatu sore aku mendengar berita tentang Virus COVID-19. Saat itu aku sedang ada di dalam mobil menuju Yogyakarta setelah liburan di Borobudur Magelang, Januari 2020.

Saat itu Mama Wica, teman adikku Ayie, membeli sebuah koran yang dijajakan pedagang loper koran di pinggir jalan. Koran itu bernama Kedaulatan Rakyat. Tajuk yang dibaca oleh mama Wica adalah berita Virus Corona yang menyebar dengan cepat di Wuhan, China sejak Desember 2019.


Sontak aku terkaget karena katanya virus Corona atau COVID-19 ini berbahaya sekali hingga menimbulkan kematian dalam waktu 14 hari sejak terpapar virus COVID-19. Aku segera membuka smartphone dan mencari tahu apa itu COVID-19.



Jadi, apa itu Virus Corona (COVID-19)?


COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan virus corona jenis baru dengan istilah COVID-19 yang baru-baru ini ditemukan. Virus ini awalnya ditemukan di Wuhan, Tiongkok (China). Penyebabnya berasal dari kelelawar yang dimakan oleh manusia. Penyakit COVID-19 ini sangat berbahaya karena bisa membunuh penderita dengan cepat, meskipun orang itu sehat dan tidak menunjukkan gejala penyakit.

Virus Corona adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari batuk biasa hingga penyakit yang lebih berat seperti Sindrom Pernapasan Timur Tengah (Middle Easr Respiratory Syndrome/MERS-CoV) dan Sindrom Pernapasan Akut Berat (Severe Respiratory Syndrome/SARS).

Apa saja gejala pasien yang terkena COVID-19?


Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Pada beberapa orang juga ditemukan gejala seperti nyeri di saluran pernafasan, hidung tersumbat pilek, sakit tenggorokan, atau diare. Selain itu ada juga penderita yang mengalami kehilangan kepekaan indera penciuman dan indera perasa.

Ada juga beberapa orang yang terinfeksi COVID-19 tetapi tidak mengalami gejala apapun dan tidak merasa sakit. Lansia di atas usia 70 tahun dan orang yang memiliki penyakit bawaan seperti darah tinggi, diabetes, maupun penyakit pernafasan sangat rentan tertular virus COVID-19 ini.

Penderita demam, batuk, dan sesak nafas harus mendapatkan pertolongan medis secepatnya sebelum penyakit COVID-19 ini membahayakan nyawa mereka. Jadi, jika kamu mengalami gejala sakit COVID-19, maka kamu harus segera diperiksa dokter dengan diambil sampel dan melakukan swab test.

Jika pasien dinyatakan positif COVID-19, maka pasien harus diisolasi selama 14 hari dan meningkatkan sistem imun agar cepat sembuh. Namun, jika orang tersebut negatif COVID-19, maka tetap harus berjaga jarak dari orang lain dengan mengenakan masker karena virus ini sangat berbahaya.



Cara Penularan Virus Corona COVID-19 Pada Pasien Lain :


Saat membaca referensi tentang penyakit COVID-19 ini, saya tahu bahwa virus Corona menyebar melalui droplet yang dikeluarkan oleh pasien positif COVID-19. Droplet adalah cairan seperti air ludah, ingus maupun air mata. Jadi satu-satunya cara adalah dengan menjaga jarak dan kontak langsung dengan pasien tersebut. Tidak makan dengan alat makan dan minum yang sama, tidak mengobrol dalam jarak dekat sehingga terkena droplet, tidak boleh dekatan dalam jarak dekat.

Orang yang belum terkena gejala harus menjaga jarak dari pasien postif COVID-19. Kurangi berkerumun di dalam maupun luar rumah. Selain itu juga harus menjaga tangan tetap bersih dengan mencuci tangan di air mengalir selama 20 detik dan gunakan masker dua lapis saat keluar rumah. Masker ini bisa menggunakan bahan kain maupun masker medis. Namun saat ini masker medis sangat dibutuhkan oleh tenaga medis, jadi baiknya kita menggunakan masker kain tiga lapis (dengan dilapisi tissue jika kain tersebut tipis).

Ciri masker yang aman dipakai adalah dengan mengecek apakah kita bisa meniup air dalam jarak dekat. Jika iya, berarti masker tersebut masih bisa mengalirkan udara karena pori-pori kainnya sangat tipis. Jadi kamu harus menambah 2 lapis lain dengan tissue.

Selain itu ada cara lain untuk menghentikan penyebaran virus di dalam kota yaitu dengan menghentikan pergerakan orang dari dan luar daerah. Jika ada orang yang berada di dalam wilayah yang terkena wabah penyakit, ia tidak boleh keluar kota sampai wabahnya selesai. Begitu pun dengan orang yang akan masuk ke dalam kota tidak boleh masuk selama ada wabah. Jadi wabahnya terkunci di dalam wilayah itu saja.

Berita Kemunculan Virus Corona di Indonesia


Berita tentang COVID-19 masih simpang siur dari bulan Januari hingga pertengahan Maret 2020. Sebagian orang menutupi fakta bahwa virus Corona ini berbahaya. Bahkan ada buzzer yang mendapatkan tugas untuk memadamkan kegelisahan yang ada di mayarakat terkait Virus Corona ini.
Well ya, kalau saya bilang saya khawatir, jujur saya khawatir sejak pertama kali melihat berita itu di akhir Januari 2020.

Apakah saya khawatir terkait berita penyebaran virus Corona?


Jawabannya, iya banget. Saya khawatir karena saat itu saya melihat sendiri video yang ditayangkan oleh laman Detik.com. Video itu menunjukkan gambar seorang pasien yang terkena COVID-19 terjatuh begitu saja di depan sebuah toko, mirip seperti zombie. Orang itu langsung dibawa oleh petugas kesehatan untuk dievakuasi.

Saat itu, saya mendengar penyebaran virus Corona/ COVID-19 sudah sampai ke berbagai negara antara lain Jepang dan Korea Selatan. Rasa khawatir mulai muncul karena tidak ada tindakan tegas terkait pencegahan virus Corona masuk ke Indonesia. Indonesia sangat berpotensi terkena virus karena belum menutup akses keluar masuk pergerakan manusia dari dan keluar Indonesia baik melalui jalur darat, laut dan udara.

Selain itu, ada beberapa pejabat pemerintah yang mengeluarkan statement yang simpang siur dan berbahaya. Membahayakan karena posisinya adalah publik figur dan pejabat berwenang, namun tidak bijak memberikan komentar terkait penyakit berbahaya ini.

Saya lebih sering menunjukkan kecemasan di social media seperti twitter karena berita tentang COVID-19 sangat cepat didapat di sana. Segala hal yang berhubungan dengan virus ini jauh lebih mudah ditemukan beritanya di twitter. Bahkan ada laman khusus untuk berita update COVID-19 di Indonesia. Jauh berbeda dengan facebook dan instagram yang terkesan santai saat itu.

Kini kondisinya jauh berbeda. Semua orang mulai waspada terhadap virus Corona COVID-19. Meskipun kecemasan ini dalam kadar yang berbeda. Masih ada yang berani keluar rumah tanpa kepentingan? Ya ada. Semuanya kembali lagi ke kebutuhan diri dan kesadaran diri juga.

Kebijakan Social Distancing, PSBB, Karantina Wilayah dan Lockdown


Barulah pada pertengahan bulan Maret, yaitu sekitar tanggal 18 Maret 2020 di kota Tegal pun diberlakukan lockdown lokal. Sebenarnya istilah karantina wilayah lebih tepat karena jika kota diberlakukan lockdown, kebutuhan makan dan minum masyarakat selama lockdown akan dipenuhi oleh pemerintah. Saya pikir lockdown yang diberlakukan di Tegal akan disambut dengan baik-baik saja, nyatanya tidak. Hiks

Setelah 3 hari diberlakukan lockdown lokal, atau istilahnya karantina wilayah, orang-orang mulai gelisah karena kesulitan berjualan dan harus di dalam rumah. Hasilnya, pemerintah memilih membuka pintu lagi karena didemo warganya. Yasudahlah, mau gimana lagi coba? Hadeh.

Saat ini Tegal akan memberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) untuk satu bulan ke depan bulan tanggal 24 April hingga 23 Mei 2020. Saya tidak tahu apakah hal ini akan berhasil, mengingat sebenarnya kasus COVID-19 pun sudah ada yang positif dan meninggal di kota Tegal dan orang-orang masih membandel keluar rumah tanpa kepentingan.

Ya... jadi, mari berjaga jarak dan lindungi diri kita dan keluarga. Patuhi protokol kesehatan agar kita selamat dari virus COVID-19 ini. Semangat ya! :)


No comments:

Post a comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)