Quote of The Day

Selepas musim yang berganti, cara terbaik untuk memudahkan syukurmu terlantun adalah dengan menyederhanakan harapanmu hari ini.

Wednesday, 15 May 2019

Penyebab Bau Mulut Saat Berpuasa

Bulan puasa jarang sikat gigi sehingga timbul bakteri penyebab bau mulut? Ya jangan dong ya. Bagi muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa, berpuasa satu bulan penuh adalah kewajiban.


Lalu bagaimana menjaga agar tubuh tetap sehat termasuk menjaga kesehatan mulut kita? Yang sering dialami oleh orang berpuasa adalah bau mulut. Bukan hanya diri sendiri yang rugi, tapi juga bikin orang lain nggak nyaman.

Bau mulut tidak hanya disebabkan oleh masalah kesehatan gigi, gusi, dan makanan yang berbau menyengat. Beberapa kondisi kesehatan lain yang juga bisa menjadi penyebabnya bau mulut di antaranya: Xerostomia, yaitu mulut kering yang terjadi karena gangguan produksi air liur akibat bakteri menumpuk di rongga mulut.




Lalu, mengapa bisa terjadi bau mulut?

Apa penyebab bau mulut yang harus kita waspadai di bulan Ramadhan?

1. Tidak bersih saat menyikat gigi


Menyikat gigi yang tidak tuntas akan menimbulkan bau mulut sehingga membuat kita tidak nyaman. Baiknya bersihkan gigi dan gusi 3 kali sehari selama bulan Ramadhan yaitu setelah berbuka puasa, sebelum tidur dan sebelum imsak.

2. Tidak menjaga tubuh dari dehidrasi


Tubuh yang dehidrasi akan membuat kita kekurangan cairan. Selama orang berpuasa ia akan terus menerus mengeluarkan cairan air liur di mulutnya agar tidak dehidrasi. Cara termudah agar bau mulut tidak muncul dengan menjaga asupan minum sebelum dan setelah berpuasa.

3. Makan makanan tertentu yang memicu bau mulut


Ada makanan yang memicu bau mulut yaitu makanan yang mengandung bawang putih dan bawang bombay yang memiliki aroma menyengat. Bagi kita yang tak mau seharian beraroma bawang, bersihkan gigi dan sela-sela gusi dengan sebaik-baiknya sehingga tidak ada sela gigi yang dihinggapi sisa kotoran makanan. Misal kita habis makan daging sate ayam dan ada keselip daging dikit di gigi itu juga ngaruh ke kesehatan mulut kita.

4. Tidak mengecek kesehatan gigi setiap 6 bulan sekali


Yeah, sikat gigi saja tidak cukup. Kita harus rajin mengecek kesehatan gigi dan mulut se6 bulan sekali. Bahkan saya pernah diberi tahu bahwa jika air liur pekat, sebaiknya mengecek 3-4 bulan sekali karena mudah terjadi plak di gusi. Jadi selain itu juga rutin mengganti sikat gigi 2 bulan sekali. Karena sikat gigi lama belum tentu higienis.

Nah, semoga kita bisa rutin merawat dan menjaga gigi kita dari bakteri penyebab bau mulut sehingga membuat nyaman orang lain sekitar kita. Selamat berpuasa Ramadhan ya! ☺

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)