Thursday, 5 September 2013

Kesiapan Jakarta sebagai Diplomatic City of ASEAN

Tema : Jakarta, Diplomatic City of ASEAN

Indonesia adalah negara terakhir yang dijadikan tema dalam lomba Blog #10DaysforASEAN yang diadakan oleh ASEAN Blogger Chapter Indonesia bersama dengan beberapa sponsor di antaranya US Mission.


Untuk tema kali ini dipilih Jakarta, ibukota negara Indonesia, yang juga menjadi markas ASEAN Secretary bertempat di Jalan Sisingamangaraja 70 A, Jakarta Selatan.  Keberadaan markas ASEAN Secretary di Jakarta merupakan suatu kepercayaan bahwa Indonesia bisa menjadi penghubung antar negara-negara anggota ASEAN atau Diplomatic City of ASEAN.
Menurut teman-teman blogger mengapa Jakarta bisa terpilih sebagai Diplomatic City of ASEAN? Apa dampak positif dan negatifnya bagi Indonesia khususnya Jakarta? Kesiapan apa saja yang perlu dilakukan oleh Jakarta sebagai tuan rumah dari Perhimpunan Bangsa-bangsa ASEAN?


Diplomatic City of ASEAN adalah sebutan untuk kota yang menjadi pusat kegiatan diplomasi untuk kawasan ASEAN. Dalam hal ini, Jakarta terpilih untuk menjadi Diplomatic city of ASEAN karena ada beberapa faktor. Pertama, karena Indonesia merupakan salah satu dari kelima negara  yang menggagas terbentuknya ASEAN, selain Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.

Pertumbuhan ekonomi indonesia cukup stabil beberapa tahun terakhir. Indonesia juga masuk sebagai negara kedua anggota G20 dengan pertumbuhan terpesat.  G-20 atau Kelompok 20 ekonomi utama adalah kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Secara resmi G-20 dinamakan The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors atau Kelompok Duapuluh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Kelompok ini dibentuk tahun 1999 sebagai forum yang secara sistematis menghimpun kekuatan-kekuatan ekonomi maju dan berkembang untuk membahas isu-isu penting perekonomian dunia. Pertemuan perdana G-20 berlangsung di Berlin, 15-16 Desember 1999 dengan tuan rumah menteri keuangan Jerman dan Kanada. Jadi, kekuatan Eekonomi Indonesia termasuk yang diperhitungkan dalam negara-negara berkembang yang masuk di G20. Sehingga Indonesia dengan Jakarta sebagai pusatnya, bisa menjadi pusat untuk kegiatan diplomasi ASEAN ini.

Dengan berbekal kemampuan dan daya saing yang cukup diperhitungkan, Jakarta diharapkan mampu membaw banyak perubahan bagi penduduk negara di kawasan ASEAN.

Untuk sisi positifnya, Jakarta akan menjadi sentra segala pusat perdagangan, kebijakan politik, strategi diplomasi, maupun kegiatan sosial budaya yang akan diwujudkan berdasarkan blueprint yang sudah disepakati.

Negatifnya, jika ada kekurangsiapan Jakarta dalam penyelenggaraan kegiatan dari sekretarit ASEAN ini, Indonesia akan menjadi sorotan publik. Setiap gerak laku atau perubahan yang positif maupun negatif bisa disiarkan ke berbagai media internasional. Jika citra yang ditunjukkan buruk, maka nama Indonesia juga akan tercemar.

Jakarta harus mempersiapkan banyak hal, terutama untuk sarana transportasi. Karena kota ini terkenal dengan kemacetannya. Peningkatan pemakaian angkutan cepat juga diperlukan sehingga kota tidak macet lagi. Kota ini perlu memiliki industri yang tumbuh namun tidak terkait langsung dengan pemerintahan, terutama pada bidang pendidikan, keuangan, kebijakan masyarakat, dan penelitian ilmiah.

Jakarta juga harus mempersiapkan kesiapan keamanan bandara internasional, memiliki stasiun monorail, mendorong dibangunnya perumahan yang sesuai dengan tata kota. Karena dekat dengan kota, bandara internasional harus memiliki penjagaan keamanan tambahan yang disyaratkan oleh dewan keamanan PBB. Karena, jika Jakarta menjadi diplomatic city of ASEAN, jakarta akan menjadi sorotan publik. Segi keamanan, Jakarta harus mempersiapkan untuk memperketat dan menstabilkan kondisi keamanan dalam kota ketika ada pertemuan antara pemimpin negara. 

Nah, apakah Jakarta sudah bisa berbenah sebelum tahun 2015? Kita tunggu kiprah pemerintah dan juga masyarakat terutama pemerintah kota Jakarta untuk mempersiapkan sarana dan prasarana bagi kelancaran komunitas ASEAN 2015. :)

sumber : 

http://www.antaranews.com/berita/358890/g20-tunjuk-indonesia-jerman-ketua-bersama-pembiayaan-investasi
http://id.wikipedia.org/wiki/G-20_ekonomi_utama
http://www.bappenas.go.id/node/168/3636/bkpm--indonesia-negara-anggota-g20-dengan-pertumbuhan-terpesat-kedua/

4 comments:

  1. Jakarta lagi jakarta lagi...... ntar malah penuh Jakarta.
    Gubernurnya tambah pusyingggg

    ReplyDelete
  2. kak riza : iya, hehe. makin rame, makin macet. semoga kendaraan2 pribadi bisa dikurangi dengan pemakaian kendaraan umum, jadi bisa ngurangi macet. :D

    ReplyDelete
  3. mba esti : haha, iya, mba. kalo di tegal aja macet, apalagi macetnya jakarta. ga kebayang :D moga ada solusi buat nangani macet beginian

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)