Tuesday, 11 October 2011

Book Review~ Victory Lane



Judul : Victory Lane
Penulis : Iwok Abqary
Terbit : September 2011
Jumlah halaman : 174 hlm
Penerbit : Elex Media Komputindo

Biyan adalah altit renang perwakilan klub Banyutirta, dan Rey adalah perwakilan klub Aquasia. Bagi Biyan, Rey adalah musuh nomor satu di lintasan renang. Bagaimana tidak, dalam setiap kejuaraan, Rey tidak pernah memberikannya kesempatan  untuk menang. Padahal kemenangan  bagi biyan adalah modal penting untuk mendapatkan beasiswa yang diimpikannya. Tapi rey tak pernah mau mengalah. Persaingan keduanya semakin tajam, bahkan merembet ke luar arena. Tak heran biyan marah besar ketika Vio ,adiknya  malah terlihat dekat dengan Rey, musuh bebuyutan Biyan. 

Dari Rey, Vio mendapat kabar bahwa Biyan adalah cowok simpanan seorang tante-tante yang sering menjemputnya dengan sedan merah sepulang sekolah. Apakah ini hanya gossip? Vio curiga, lalu diam-diam Vio mengamati tingkah laku Biyan dari balik toko dekat sekolahnya. Dan kenyataan yang didapat Vio mengejutkan hatinya. Ia pun marah besar pada Biyan.

Lalu, beberapa hari kemudian, kecelakaan tiba-tiba terjadi pada diri Rey. Seseorang bertopeng  telah memukul kaki rey dengan tongkat besi di areal parkir. Rey yang tak mampu melindungi diri, habis dihajar babak belur oleh sosok misterius tersebut. Siapakah orang yang melukai rey? Bisakah Biyan  mewujudkan ambisinya menjadi atlit terpilih dalam PORDA? Lalu siapakah tante yang dilihat Vio saat menjemput Biyan di sekolah? Akankah biyan akan menceritakan rahasia yang dipendamnya selama ini?

Kisah pertarungan rey dan biyan di lintasan renang ini mengingatkan saya pada masa lalu, saat saya sma. Latihan yang keras saya lakukan agar bisa meraih juara 3 besar di tingkat kelas. Persaingan yang keras, sering membuat crash meski itu dengan sahabat sendiri terutama bila itu sudah menyangkut nilai pelajaran, tak ada kata mengalah. Bahkan pernah suatu ketika saya dan teman saya saling tak menyapa hanya demi saling bersaing di ujian penyaringan PMDK sebuah universitas ternama. 

Saya menyukai novel ini karena novel ini menceritakan kisah keseharian anak remaja. Konflik di lintasan renang mencerminkan sikap optimis biyan dan rey yang bertarung di lintasan renang demi masa depan menjadi atlit professional. Konflik yang terjadi justru mampu memicu semangat biyan untuk berlatih lebih keras lagi, dan rey yang selalu menang di lintasan harus tetap mempertahankan prestasinya agar tidak tersalip oleh Biyan, pesaing dari klub lawan.  


Bagian yang saya suka adalah saat biyan mengupakan untuk mencari nafkah di tengah badai keuangan dalam keluarganya. Sejak ayahnya meninggal dunia, Biyan mengupayakan untuk menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja tanpa sepengetahuan ibu dan adiknya. Biyan bekerja malam hari di sela-sela latihan renangnya. Saya juga menyukai bagian saat Vio membantu ibunya mengantar kue-kue pesanan tetangga, dan saat Rey memberontak pada ayahnya karena tidak diijinkan menulis cerpen karena harus mengikuti perintah papanya yang ingin agar dia lebih fokus pada latihan renang dibanding menulis cerpen. 

Bagian yang paling tidak disukai adalah saat Rey mengabaikan tugas sekolah karena kecapekan usai latihan rutin. Rey mencari contekan tugas ,10 menit sebelum guru datang ke kelas, ini cerminan kurang baik bagi remaja. Juga penggunaan kata-kata ‘an***t’ yang meski sudah diberi tanda bintang tapi membuat pembaca tau apa kata-kata kasar yang dimaksud. Ini tidak sesuai dengan target pasar anak remaja.

Seandainya saya bisa mengubah karakter Rey lebih lembut, mungkin akan lebih menarik karena rey menurut saya cenderung kasar dalam berucap meski ia sangat menyukai novel romantis. Ini membuat saya sebagai pembaca awam menilai apakah di lapangan, para atlit yang dididik dengan keras memang mengalami apa yang rey rasakan? Tekanan mental setiap pertandingan di mulai hingga akhirnya berdampak pada karakter pribadinya yang temperamen.

Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa sebaik apapun pilihan orang tua untuk kita karena kehendak yang tidak dikomunikasikan,maka akan berdampak pada sifat anak. anak akan cenderung memberontak dan sensitif,sama seperti karakter Rey di buku ini.

Novel ini paling sesuai untuk remaja, karena kisahnya yang simple, dan mudah dicerna.  Butuh waktu sekitar tiga jam saja untuk membacanya. Slamat membaca!

Artikel ini diikutsertakan dalam Book Review Contest yang diadakan oleh Pakdhe Cholik

20 comments:

  1. Semangatnya mbak ini..semoga saya tertular...

    ReplyDelete
  2. haha.. iya, di detik-detik terakhir nih tadi submit reviewnya... ;p

    ReplyDelete
  3. Jadi juga ikutan kontesnya, semoga sucses ya...

    ReplyDelete
  4. hihi.. iya, mba.. dadakan.
    nyari buku yang testpack kok ga nemu2.. huhu... jadilah pake buku ini aja. :D

    ReplyDelete
  5. Persaingan bisa memacu prestasi ya...
    Pemilihan kata yang tepat memang harus diperhatikan sekali pada hasil karya yang berbentuk cetakan seperti sebuah buku, apalagi kisahnya memang segmented banget ya...
    Semoga sukses review-nya :)

    ReplyDelete
  6. heehe an***t itu apaan sih? apa karena udah remaja basi alias tuwa ya jadi ga ngerti bahasa anak muda?? *eluselus jidat :)

    semoga sukses ya kontesnya

    ReplyDelete
  7. pertama datang, tertipu gambar..
    liat gambar orang kantoran kirain buku yang dibahas buku manajemen
    setelah baca review.. oh, ternyata buku sebelahnya yang dibahas

    ReplyDelete
  8. Wahhhh padahal tutup jam delapan malem ya kontesnya wkwk gila mepet banget~

    ReplyDelete
  9. ah tidak! komenku hilang! pake pop out dong komentarnya biar ga gampang eror :)

    ReplyDelete
  10. cerita soal persaiangan emang topik yang seru y mb, bs juga jd penyemangat untuk diri
    anyway, gut lak y...moga menang
    =D

    ReplyDelete
  11. Saya telah membaca dengan cermat artikel sahabat.
    Saya catat sebagai peserta
    Terima kasih atas partisipasi sahabat
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  12. novel teenlit yah, seperti yang lla jabarkan seharus nya walau novel sekalipun tata bahasa harus yang positip yah :)
    Good luck lla, kalau menang sebar sebar yah :D

    ReplyDelete
  13. Pernah bersaing dengan dengan teman sampai segitunya?

    ReplyDelete
  14. @kakaakin : iya, novelnya seru, mba.. hehe.. :D

    @kira ; makasii ^^

    @Nia angga ; bahasa anak muda jaman skrg, mba.. heuheu..:P

    @mba amel : ntar insyaAllah kubahas buku satunya, kmrn belum baca. :D

    @mba una : deadliners sejati. wkwkw... buku ini sukses menggambarkan pertarunagn di area renang seperti apa. selisih 0,5 detik aja, si Rey bisa kalah dari Biyan.salut buat kang iwok atas ide ttg tema ini...remaja bgt soalnya :D

    @annesya : pop up itu gimana ya, mba? aq belum pernah pake.. :D

    ReplyDelete
  15. rezkaocta : persaingan yang sehat tentunya ya... hehe. aammin, makasih doanya. :D

    Pakde Cholik: alhamdulillah, makasih, pakdhe.. ^^

    nonaManis : bahasanya si Rey yang kasar, mba.. Kalo secara keseluruhan sih bisa menggambarkan karakter rey akibat pola didikan ayahnya...

    ReplyDelete
  16. @susindra ; hehe, iya, mba.. dulu... pas sma kelas 3, pas mau PMDK. motifnya sama kayak biyan, temenku itu butuh beasiswa, sedang aq ikut karena iseng aja. mksdnya kalo diterima ya syukur, ga juga gapapa... cuma setelah tau kita berdua ga masuk, akhirnya baikan lagi. :)) yah, namanya juga anak2.. haha.. :P

    @dhila13 ; makasih, mba dhila. sukses juga..^^

    ReplyDelete
  17. Ila, terima kasih banyak atas reviewnya.
    Terima kasih juga atas masukannya. waah seneng banget dapat koreksi positif seperti ini. Insya Allah tidak akan terulang lagi di naskah-naskah selanjutnya. *huhuhu ... maafkan saya pembaca. jangan ditiru ya. itu contoh yang saaangat tidak baik* :D

    good luck dengan lombanya ya. ^^

    ReplyDelete
  18. reviewku dikritik dong, kang iwok.. hehe.. baru pertama kali buat. :D

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)