Quote of The Day

“Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebaikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (Q.S. al-Ahqaf: 15)

Saturday, 21 October 2017

Self Healing

Self Healing

Udah sejak lama kegiatan yang satu ini wajib dilakukan saat malam menjelang; pillow talk. Ya, percapakan sebelum tidur baik dengan ngobrol panjang dengan adek atau sahabat lewat chat atau telepon, tapi sekarang udah nggak pernah nelepon sih. Kadang kalau pas lagi sama-sama sibuk saya cukup tahu diri untuk nggak ngerecokin dengan curhat geje saya yang kadang remeh banget bin nggak penting itu. Tapi sejujurnya, abis curhat itu saya jadi lebih lega, plong. Serasa ada beban yang terangkat padahal masalahnya mungkin aja belum kelar. Itu sebabnya saya masih mau nulis, entah ada ya baca atau nggak. Entah bakal jadi draft aja atau berakhir dipublish. Karena buat saya menulis juga self healing.

Pada dasarnya setiap hari kita pasti selalu mendapatkan energi negatif baik dari lingkungan, teman, keluarga, dll. Dalam kadar yang sedikit ataupun banyak. Baik karena kecewa, sedih, sesuatu perasaan yang ditahan, dll. Kadang karena saking sensitifnya saya cepet ngerasain capek itu. Bukan capek badan tapi pikiran. Serasa nggak nyaman. Trus mikir dong kalau ternyata ada yang mengganjal. 



Aura-aura negatif itu kalau nggak dihalau bisa bakal nempel terus sampai kebawa mimpi, kadang malah saya tiba-tiba nggak sadar kalau komentar saya auranya negatif. Fiuh, baru sadar pas udah terucap itu. Iya, beneran deh. Makanya butuh healing sama diri sendiri bahwa cukuplah hari yang buruk itu, besok pasti sudah membaik.

Waktu lagi pada ngobrol di open space Hau Citumang, teh Nchie bilang gini,

“Iya, kalau badan dan pikiran lagi capek, dihealing kayak gini. Nanti tiba-tiba badan getar sendiri padahal kitanya diem aja.”

Saya mikir, ini emang apa ya?

Kalau kata teh Nchie apa ya, saya lupa. Dia bilang kalau setiap trauma sebenarnya numpuk di badan. Tubuh punya mekanisme sendiri untuk menyembuhkannya. Saya jadi inget beberapa tumpukan hal-hal buruk yang kadang masih saya ingat padahal seharusnya udah lupa.

Kadang keucap dalam obrolan, kadang masuk ke alam bawah sadar dan berubah jadi rasa takut. Saya tiba-tiba aja bisa ketemu gitu sama apa yang saya khawatirkan. Baik orangnya maupun kejadiannya. Lalu terbangun dengan perasaan yang entahlah. Atau kadang malah sulit tidur dan insomnia parah. Sekarang udah agak baikan sih, nggak kayak dulu yang mirip zombie, tidur cuma 2-3 jam aja tiap malam karena mimpi buruk.

Proses healing seperti yang teh Nchie lakukan butuh metode khusus. Kalau dulu ada seseorang yang ngasih saya saran buat terus berdoa sebelum tidur dengan 3 surat pendek dan bacaan dzikir lainnya lalu usapkan ke dada dan bilang, “Saya ikhlas ya Allah”. Kenyataannya, buat bilang ikhlas secara sadar itu ternyata susah.

Alam bawah saya masih suka nggak terima sama suatu kejadian di masa lalu yang bikin hari saya buruk dan terngiang-ngiang sampai sekarang. Alam bawah sadar saya menyimpan semua memori buruk itu dan mengubahnya jadi mimpi.

Jadi, kalau saya ketemu orang atau kejadian tertentu di mimpi, sebenarnya itu cara Allah untuk mengurangi beban trauma yang saya alami. Tubuh punya mekanisme sendiri lewat mimpi buruk untuk merilekskan pikiran kembali. Walau dengan cara yang menurut saya absurd ya.

Well ya, seperti kata Atina di ig @ceritavanilla, setiap kita bisa memilih apakah akan menjalani hari dengan suasana yang bagaimana. Menjadi baik atau buruk, itu hanya satu hari saja. Jadi jangan biarkan satu hari buruk merusak seluruh hari yang kamu lewati nanti dalam hidup. Kecewa boleh, tapi jangan lama-lama. Yang pasti, biarkan diri kita membersihkan segala hal yang mengganjal di hati.

#ntms 

3 comments:

  1. menulis bisa jd self healing yg baik dan mudah. Ngobrol dengan orang yg positif jg bisa melupakan dan menggantikan energi negatif, yaaah ada beberapa teman yg kupilih untuk ngobrol kalau lg down

    ReplyDelete
  2. Baru inget,dulu waktu kuliah juga pernah dua jatim terapi self healing. Tapi main ketuk2 pake jari gitu di titik2 tertentu sambil mengucap, saya ikhlas saya pasrah,

    ReplyDelete
  3. penting nih mbak emang, apalagi saat kemarin saya belajar NLP. alhamdulillah jadi tahu manfaat bicara positif dan berbincang dengan diri sendiri

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)