Quote of The Day

“Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebaikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (Q.S. al-Ahqaf: 15)

Friday, 25 August 2017

Tips Memilih Mainan yang Cocok dan Aman untuk Bayi


Mainan adalah salah satu media yang bisa membantu mengembangkan sensor motorik halus maupun motorik kasar anak. Dan tidak sedikit di antaranya justru bisa membuat IQ atau kreativitas bayi meningkat. Namun, berbicara soal mainan bayi tidak se-simple ketika kita berbicara soal mainan untuk anak-anak balita atau batita. Karena, ada banyak syarat yang perlu dipenuhi sebelum memilih dan membelikan mainan untuk bayi.

Berikut adalah beberapa tips memilih mainan bayi yang cocok dan aman untuk bayi yang bisa Bunda jadikan sebagai acuan.

  1. Perhatikan ukuran mainan tersebut. Bayi, bahkan balita tidak sungkan-sungkan memasukkan apapun ke dalam mulut mereka, termasuk mainan atau benda-benda yang ditemukan di dekatnya seperti remah-remah kue atau yang lainnya.
  2. Agar bayi tidak tersedak, hindari memberikan mereka mainan bayi yang kira-kira bisa muat dan masuk ke dalam mulutnya. Ukuran minimal mainan untuk bayi setidaknya berdiameter 1 1/4 inci atau setara dengan 3 cm. Sedangkan panjangnya, sebaiknya antara 6 cm atau lebih. Ukuran mainan ini umumnya tidak dapat ditelan dan tidak bisa tersangkut di tenggorokan.
  3. Hindari membelikan bayi mainan yang dioperasikan dengan baterai, terutama apabila tempat baterai sangat mudah dilepas dan tidak di sekrup. Apabila anak-anak mudah membongkar tempat baterai mainan tersebut, hal tersebut beresiko serius karena baterai-baterai berukuran kecil bisa menyebabkan: anak tersedak, menyebabkan anak mengalami pendarahan internal, atau terkena berbagai macam bahaya yang terkandung pada baterai.
  4. Ingatlah untuk selalu mengikuti “rekomendasi usia” yang terdapat pada label mainan. Ini adalah cara paling tepat untuk menghindari agar mainan tidak berbahaya bagi si kecil. Rekomendasi usia digunakan agar orang tua bisa memilah mainan sesuai dengan kebutuhan dan juga usia anak. Jadi mainan yang dipakai pun berguna untuk perkembangan motorik dan aman bagi kesehatan anak. 
  5. Hindari mainan yang tajam atau memiliki sudut tajam. Mainan jenis ini sangat rentan menggores kulit mereka. Pilih yang lunak dan tidak membahayakan keselamatan anak ya. 
  6. Hindari membelikan mainan yang bisa dipisah-pisah menjadi bagian-bagian yang kecil. Hal ini agar anak tidak memakan atau menelan mainannya seperti ia memakan makanan yang diberikan ibu. hal ini pernah juga terjadi pada andek saya yang saat kecil hidungnya pernah kemasukan peluru dari plastik. Untungnya bisa dikeluarkan sebelum sampai ke meja dokter. 
  7. Pilihlah mainan yang bisa dengan mudah dicuci dan tidak berkarat. Anak-anak sangat rentan terkena berbagai macam penyakit via mainan mereka. Jadi mainan pun harus dicuci secara ebrkala agar tetap bersih dan aman dimainkan oleh bayi. 
  8. Ketika ibu dan ayah memilih mainan untuk bayi, pastikan mainan tersebut tidak mudah pecah dan cukup kuat apabila dikunyah. Misalnya mainan boneka dari kain atau bussy book yang berbahan kain tebal sehingga tidak mudah sobek saat digigit bayi. 
  9. Hindari berbagai jenis mainan seperti boneka binatang atau boneka-boneka lainnya yang tidak dilengkapi dengan standar keamanan, tidak dilengkapi dengan keterangan bahan-bahan pembuatan, serta label cara merawat dan mencucinya.
Nah, sudahkah Anda sebagai orang tua memilih mainan yang cocok dan aman untuk bayi? Semoga artikel ini bermanfaat ya! 

kode voucher sociolla.com : SBNLAYNA


1 comment:

  1. Terima kasiht tipsnya mba. Bermanfaat sekali 👍👍👍

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)