Quote of The Day

“Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebaikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (Q.S. al-Ahqaf: 15)

Sunday, 12 February 2017

Review K-drama : Saimdang Light’s Diary – Lee Young Ae

Review K-drama : Saimdang Light’s Diary – Lee Young Ae


Siapa yang dulu suka banget nonton Dae Jang Geum? Tunjuk jari! :P Saat kdrama Dae Jang Geum tayang, saya masih duduk di bangku kuliah. Jadi waktu nontonnya terbatas, tapi tetep ngerti ceritanya sih. Selang beberapa tahun kemudian saya baru nonton lagi kdrama yang lainnya. Ngomong-ngomong, pemeran Dae Jang Geum, Lee Young Ae kini kembali berakting lewat korean drama series berjudul Saimdang Light’s Diary setelah vakum berakting selama 13 tahun. Kisahnya seru buat para pecinta drama korea yang bahas seputar sejarah. Ia berakting dengan Song Seung Hun, yang dulu main di Endless Love. Kesan saya waktu liat mereka berdua. Duh, kok bisa sih mukanya masih semuda itu, masih kelihatan kayak waktu mereka main di drama terdahulu. :D

Saya jarang nonton drama korea, bisa dibilang nggak addict banget. Kalau nonton pasti milih yang ide ceritanya unik dan nggak biasa. Saimdang Light’s Diary berkisah seputar karier dari Saimdang, sosok perempuan yang wajahnya muncul di uang 50.000 won yang merupakan nilai tertinggi dari uang korea. Bayangin aja, perempuan lho yang jadi simbolnya. Keren banget kan?

Baca juga : [Review Drama Korea] Good Doctor


Kisah Cinta Saimdang – Lee Gyeom

Saimdang hidup di era Joseon. Perempuan ini punya bakat melukis dan membuat puisi. Dulu ia diajari langsung oleh ayahnya untuk belajar membaca karakter china juga. Karena zaman Saimdang bertumbuh, perempuan tak boleh sekolah. Tapi ayahnya termasuk orang terpandang, jadi dia diajari langsung sama beliau. Hanya saja para lelaki diwajibkan untuk menjalani ujian negara agar bisa mengangkat derajat hidup mereka.

Saimdang yang suka melukis jatuh cinta pada seorang lelaki bernama Lee Gyeom. Laki-laki ini memberikannya sebuah lukisan Keumkangsando Ahnkyun. Saat diberi, Saimdang malah ingin membuat lukisan yang serupa dengan Keumkangsando Ahnkyun karena takjub dengan hasil lukisan itu. Selang beberapa waktu, Lee Gyeom menyatakan ia jatuh cinta pada Saimdang dan berani melamar Saimdang.

Selang beberapa waktu, sebuah insiden terjadi di desa tetangga. Semua orang dibunuh karena melihat para pejabat mabuk dan bersenang-senang dengan perempuan. Seorang lelaki menyebutkan puisi raja. Saat itu Saimdang sedang bersama dengan pelayannya menguping pembicaraan di semak-semak pohon.

Mendadak kekacauan terjadi. Si pejabat istana itu curiga bahwa orang yang memiliki puisi itu pasti kenal dekat dengan raja. Jadi jika dibiarkan terjadi, maka ia kemungkinan akan mengadu pada raja tentang apa yang dilakukan para pejabat istana di luar istana. Karena itu semua orang yang ada di sana dibunuh. Saimdang kabur tapi ia terluka parah. Pelayannya yang ternyata jatuh cinta pada Lee Gyeom justru dia tinggalkan di hutan sendirian.

Baca juga : Nonton K-drama Goblin di Iflix

Ayah Saimdang mendengar perihal tragedi desa tetangga. Ia pun meminta Saimdang mengambil keputusan besar. Saimdang harus membatalkan rencana pernikahannya dengan Lee Gyeom karena jika diketahui soal puisi raja, maka lelaki itu yang akan diincar oleh pejabat istana akibat lukisannya pada pita rambut Saimdang ditemukan di tempat kejadian. Padahal sebenarnya tak hanya Lee Gyeom yang bisa melukis dan berpuisi, Saimdang juga. Tapi demi keselamatan Saimdang dan Lee Gyeom, semua orang harus menerima takdir itu, termasuk tiba-tiba membuang semua peralatan melukis di rumahnya dan menyembunyikan lukisan Keumkangsando di balik dinding rumah. Ayah Saimdang yang menyimpan puisi-puisi raja dibunuh. Duh, nonton ini sedih deh. Jahat banget yang bunuh ayahnya. :(

Saat sampai di rumah Saimdang, Lee Gyeom tak menyangka bahwa Saimdang justru dinikahkan oleh keluarganya pada lelaki yang tak dia kenali. Lelaki biasa yang bukan dari kalangan cendekia. Lee Gyeom marah dan ia menghabiskan hidupnya dengan mabuk-mabukan dan bersenang-senang dengan banyak perempuan.
Penampilan Saimdang dan Lee Gyeom setelah 20 tahun terpisah

Setelah 20 tahun berlalu

Saimdang sudah punya 4 anak dari hasil pernikahannya dengan si lelaki biasa yang dijodohkan dengannya. Ia akan melakukan perjalanan jauh ke Hanyang karena rumah ibunya diberikan pada Saimdang. Sayangnya kesialan terjadi. Suami Saimdang ditipu orang. Rumahnya dijual pada orang lain. Saimdang, keempat anaknya dan satu pelayannya tak punya tempat tinggal. Saimdang pun meminta pada penjual rumah untuk mencarikan rumah dengan uang yang ia miliki. Sayangnya rumah itu lebih mirip rumah berhantu. Hiyy, bangunannya rumah parah dan sangat kotor. Anaknya bahkan sakit demam hingga ia harus menjual palet lukis dinasti Ming yang dihadiahkan oleh Lee Gyeom.

Tak disangka Lee Gyeom justru kini kembali ke istana, menjadi petinggi. Ia bahkan diberikan wewenang untuk menjalankan ByikDang, tempat untuk belajar seni era Joseon. Kata Rajanya, seni bisa tumbuh pesat di zaman yang aman, karena tak ada pemberontak. Tapi raja juga melimpahi tugas pada Lee Gyeom untuk memata-matai ketiga petingginya yang ia curigai melakukan kesewenang-wenangan.

Lee Gyeom kaget saat berjalan-jalan di pasar, ia melihat palet lukis miliknya yang diberikan pada Saimdang sebagai hadiah justru dijual pada pemilik toko. Si pemilik toko mengatakan bahwa penjualnya adalah seorang nyonya terhormat yang sedang butuh uang. Barulah Lee Gyeom sadar bahwa Saimdang ada di kota yang sama dengan dirinya tinggali.

Saimdang kaget dan tak menyangka akan bertemu dengan Lee Gyeom. Tapi yang bikin terhenyak adalah percakapan antara Lee Gyeom dengan Saimdang. Kasian banget deh liat Lee Gyeom yang udah kayak hidup nggak mati nggak mau gara-gara ditinggal nikah. Wekeke. *puk-pukin Lee Gyeom*

“Harusnya ada sopan santun saat berpisah. Aku melamarmu dan kita berjanji sehidup semati. Bagaimana... bagaimana bisa kau pergi ke lelaki lain tanpa penjelasan? Katakan. Cepat katakan!” 
“Sekarang tidak ada gunanya. Apa bedanya saat ini?” 
“Tidak ada gunanya? Waktu yang kita habiskan saat ini tidak ada gunanya?” 
“Selama 20 tahun ini, aku tidak pernah melupakannya. Bagaimana aku bisa melupakannya?! Apa semudah itu kau membuang kenanganmu? Semua waktu kita bersama, kenangan, kebahagiaan, janji kita? 20 tahun tidak cukup buatku melupakanmu. Tiap malam aku minum-minum dan mengamuk. Aku mengelilingi diriku dengan perempuan dan orang-orang menghina diriku. Tapi kau masih ada di sini (nunjuk dadanya). Kau masih di sini.”

Trus, pas si Lee Gyeom tanya tentang suaminya yang bikin ulah, Saimdang malah membela suaminya. Ya gimana pun dia masih suaminya kan, walau kelakuannya kek gitu. Malu-maluin malah bikin istri dan anaknya sengsara saking nggak punya rumah yang layak. Apalagi pembantu, boro-boro deh. Hahaha. Gemes aslikk sama sikap Saimdang yang masih membela suaminya. Tapi gimana ya, dia kan udah telanjur nikah sama si suaminya ini. Malah suaminya gengges amat pas bilang, “Harusnya kalian punya ayah yang lebih baik, harusnya ayahnya bukan aku” Trus maksud lo? Ayahnya siapa cobaa? :P

-->


Kisah Dosen Kesenian yang Berurusan dengan Lukisan Keumkangsando Palsu


Sebenarnya ada lagi kisah lainnya dari Saimdang ini. Selain alur Saimdang muda, dan Saimdang dewasa, juga ada kisah si dosen yang hidupnya berantakan karena berurusan dengan lukisan Keumkangsando palsu. Lukisan ini sepertinya adalah lukisan yang dibuat oleh Saimdang saat ia meniru lukisan Keumkangsando Ahnkyun yang diberikan Lee Gyeom. 

Lukisan aslinya entah di mana. Sedangkan dia berani membantah soal keaslian lukisan itu padahal lukisannya milik sebuah galleri dan si Profesor itu dulunya yang melakukan penelitian. Trus si Profesor yang menangani tesisnya. Si profesor membuat hidup si dosen berantakan bahkan semua kampus tidak mau menerima dosen yang dipecat itu. Satu-satunya jalan agar ia bisa mengembalikan nama baiknya adalah dengan membuktikan bahwa lukisan yang ada di galeri milik profesornya adalah palsu. Gimana caranya? Tonton aja. :D

Hikmah Nonton K-drama Saimdang Light’s Diary


Ada banyak hikmah nonton korea drama Saimdang Light’s Diary yang baru tayang 6 episode di channel SBS ini. Rencananya bakalan tayang sampai 30 episode. Euuh, jalan masih panjang. Hahaha. Tabahkan hatimu, Lee Gyeom. Roman-romannya sih si Lee Gyeom ini bakalan masih sakit hati banget karena Saimdang. Soalnya episode awal ada adegan si Lee Gyeom sampai frustasi gitu pas ngelukis wajah Saimdang di Italia. Jauh-jauh ke Italia masih belum move on juga. Duh. Kasian si ahjussi. Hahaha. :P



Hikmahnya apa aja ya?

1.      Lukisan ternyata mampu menjadi sebuah fragmen yang menggambarkan apa yang terjadi di masanya. Seperti juga dengan buku sastra atau tulisan apapun. Diary yang dibuat oleh Saimdang saat masih muda itu menjadi penentu apa yang terjadi dulu di masanya. Jadi jangan remehkan sebuah lukisan karena ia cermin seni di zamannya.

2.    Saya baru tahu bahwa puisi dan lukisan bisa membuat sebuah era pemerintahan sebegitu gonjang-ganjingnya. Sampai terjadi pembunuhan besar-besaran. Pantas saja ada yang bilang bahwa jika media dibungkam, orang-orang idealis bisa bersuara lewat sastra.

3.   Kalau perempuan sudah dilamar, pantang untuk menikah dengan orang lain. Kalau mau nikah ya batalkan dulu lamaran sebelumnya. Jadi kan nggak ada yang sakit hati. Heuheu. Kasian banget sih laki-laki kayak Lee Gyeom ini. Ngenes liatnya.

4.  Pilih pasangan itu nggak seperti memilih sepatu. Kamu harus bisa memastikan bahwa pilih pasangannya nggak sembarangan. Kebayang kan kalau kamu jadi kayak Saimdang yang nikah sama laki-laki bodoh karena gampang banget tertipu dan menghancurkan keluarganya sendiri.

5.     Pendidikan salah satu jalan untuk maju. Jadi beri akses untuk pendidikan pada orang-orang miskin. Lee Gyeom bilang bahwa seni bukan hanya untuk kaum bangsawan, karena seni tak mengenal kasta. Ia bisa dipakai, dinikmati dan dipelajari oleh siapa saja, termasuk orang-orang miskin yang ia terima belajar di ByikDang. Pantes ya zaman Joseon seni berkembang pesat, ya karena aksesnya diberikan seluas-luasnya.

6.     Politik bisa mengubah seseorang menjadi kejam. Bahkan bisa menghancurkan orang lain meski hanya untuk sebuah gengsi dan tahta yang akan terus dipertahankan. Ya, namanya juga tahta, kalau dia diturunkan dari jabatan kan bakalan sengsara lagi jadi rakyat biasa. Makanya banyak pejabat yang ingin menjadi pejabat tinggi terus selama hidupnya.

7.   Gengsi bisa menghancurkan segalanya, seperti yang terjadi pada si professor. Pridenya selama 30 tahun runtuh saat orang-orang mempertanyakan tentang keaslian lukisan temuannya yaitu KeumkangSando. Makanya ia berjuang segala cara untuk membungkam mulut orang-orang yang bermasalah dengannya. Duh, ngeri banget ya prestise di kalangan akademisi ini. Makanya kalo nggak nurut sama profesornya, si dosen ini nggak bakalan dikasih nilai, padahal udah penelitian selama 5 tahun untuk dapetin gelar Phd. :(

8.    Media kini bisa dipakai untuk menjatuhkan orang. Dan orang-orang politik menggunakan media untuk membungkam lawannya. Keinget banget waktu seorang petinggi yang ngomong sama si Profesornya bilang kalau profesor itu menganggap itu hasil kerja kerasnya. Padahal itu kerja tim media yang menutup akses media digital termasuk sebaran video rekaman tentang keumkangsando. Wih ngeriii~

Anyway, ceritanya masih panjang. Bakalan lebih seri kalau kamu nonton langsung biar bisa ngrasain feelnya. Dan karena kisahnya bakalan lebih lama, masih 24 episode lagi, gaes, saya lebih suka nonton disambi dengan nonton drama korea yang lagi on going juga yang berjudul Voice. Kalau kamu, apa sudah nonton korean drama Saimdang Light Diary ini? Share dong kesannya di kolom komentar. :D
 
-->

15 comments:

  1. K Drama model begini nih yang jdi favoritku. :)

    ReplyDelete
  2. Sampai saat ini saya belum bisa nyaman nonton film korea. Entah kenapa. Hehehe.

    ReplyDelete
  3. Saya juga lagi ngikutin ini Mbaa, tapi hati saya masih teringat sama lee min ho di legend of the blue sea :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. denger intro diawal aja udah kebayang ya mbak hhe

      Delete
  4. Belum sempat nonton Saimdang ini, tapi jadi makin penasaran setelah baca postingan ini. Salam kenal yaa

    ReplyDelete
  5. Saya suka banget drama Saimdang ini, sayang di Korea ratingnya kecil, jadi episodenya harus di pangkas. Di awal memang sedikit bingung dengan alur maju-mundurnya, tapi tetep bisa dimengerti.

    Menurutku peran Saimdang pas banget dengan Lee Young Ae, meskipun wajahnya masih sangat mulus dan gak ada kerutan sama sekali (usia 46 tahun lho, kok bisa ya??) produsernya mengerti banget kalao Lee Young Ae ini sudah menjadi seorang Ibu, dan menurutku ke'ibu'an nya terlihat banget di drama Saimdang ini.

    Aku dah nonton sampe episode 25, cerita cinta Saimdang dan Lee Gyeom memang unik. Dan yang paling menyakitkan itu, ketika suami Saimdang selingkuh dengan wanita lain, tetapi Saimdang bilang "Jangan ceraikan saya". :( padahal Saimdang tahu banget kalo ada lelaki lain yang setia menunggunya (Lee Gyeom).

    Mungkin salah satu penyebab drama ini kurang diminati di Korea karena cerita cinta nya bukan cinta ABG-ABG gitu, cerita di masa modern Lee Young Ae juga sudah menikah dan memiliki seorang putra. Tapi feel nya dapet banget dech... gak ragu sama akting Lee Young Ae dan Song Seung Heon dan banyak artis2 senior juga lho yang pasti pernah dilihat di drama2 lain.

    Sampai episode 25, jalan ceritanya masih menarik dan masih penasaran endingnya gimana.

    ReplyDelete
  6. gak bisa nonton drama yg terlalu sedih T_T

    ReplyDelete
  7. Huwaaa aku lagi nonton Saimdang dan makin ke sini makin suka sama jalan ceritanya! Iya ish paling sebel deh sama suaminya Saimdang dan Hwieumdang (yang ternyata adalah...jengjengjeeeng!!). Nice review!

    ReplyDelete
  8. Film ini, klo yang deket banget sama ibunya, bakal terenyuh sangat. Perjuangannya bukan main. Terlebih cerita cintanya yg rumit n kesetiaannya. aku bukan pecinta film Korea, tapi yang ini gak sengaja ketonton, dan luar biasa, gak bisa kelewatan 1 episode pun.

    ReplyDelete
  9. Trenyuh itu pas saimdang abg manuaia biasa nangis d dpn anak2nya stlh masuk kamar dimana ada suami dan WILnya. Anak2 mrk jd ikutan nangis. Masih eps 22/23...saat Saimdang menuju impian masa mudanya ingin melukis bersama Lee Gyeom di Keumkangangsan. Bikin pedih...takdir telah membuat calon pasangan itu trpisah hibgga terlunta aeperti itu. Rajanya tega bgt. Saya pun blm bisa move on dari drama Saimdang ini...bener Young Ae ga menua ya..ttp cantik meski 14 th berlalu sejak Jang Geum 2003 silam. Seubg Hun oppa jg ga kalah keren mainnya. Trlepas dari alur yg maju mundurcsperti sketsa di awal2, namun stabil dipertengahan hibgga makin kesini, saya acungi 2 jempol utk kisah dan para pemainnya. Good job

    ReplyDelete
  10. Replies
    1. cuma sampai 28 eps aja, karena rating saimdang turun. jadi episodenya dipangkas. :)

      Delete
  11. aku baru kelar nonton saimdang nih.. aseli ceritanya menyentuh buatku.. awalnya aku kira suaminya bu dosen bakal meninggal dan jadian sama hobae nya.. (karena aku kirain reinkarnasi lee gyeom da pemerannya sama dengan Lee Gyeom muda) atau sama Leadernya RADE (yg ternyata reinkarnasi Lee Gyeom)..

    meni sedih... dari jaman ke jaman cintanya ga bisa nyatu.. huhuhu

    Poor Lee Gyeom..

    Salah satu sad love story yg aku suka nih.. biasanya aku kena sindrom second lead male role.. dan aku sungguh berharap cinta saimdang n lee gyeom setidaknya bersatu di masa depan huuuu T_T

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)