Quote of The Day

“Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebaikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (Q.S. al-Ahqaf: 15)

Saturday, 18 February 2017

[Review Film] Manusia Setengah Salmon – Raditya Dika


[Review Film] Manusia Setengah Salmon – Raditya Dika

Dika, seorang penulis yang sedang dikejar deadline oleh editornya, mengalami masalah karena ibunya terobsesi untuk pindah dari rumah lamanya ke rumah baru. Dika terbiasa dengan kehidupannya yang tanpa perubahan signifikan. Dia menolak keras perpindahan itu, tapi tetap saja si ibu ngotot nyari rumah baru sampai dia pun ngajakin Dika buat liat-liat rumahnya. Dari rumah yang horor sampai rumah yang keren.



Dika juga punya problem dengan draft novel barunya. Ide novelnya mentok di situ-situ aja. Gimana bisa diterbitkan kalau ceritanya teramat membosankan. Dika juga belum move on dari mantan kekasihnya yang dulu. Di sisi lain, ayahnya ingin Dika meluangkan waktu bersama agar mereka punya waktu berkualitas agar lebih dekat. Sayangnya Dika selalu menghindar dan mengundurkan rencana tersebut.

dika ngobrol sama pak sopirnya
dika mencurahkan isi hatinya soal bau ketek :))

Suatu hari, Dika juga harus berurusan dengan sopir barunya yang bau ketek. Si sopir ini mukanya polos banget, Dika yang rencananya mau memberhentikan si sopir untuk beberapa hari jadi nggak tega mau memecatnya. Andai dipecat, si pak sopir ini apa kabar? Kasihan kan harus cari kerjaan lain. Tapi masalah terbesarnya adalah Dika nggak bisa ngungkapin apa yang ada di dalam isi hatinya. Soal bau ketek aja dia lebih milih untuk memendamnya sendiri dibanding ngomong dengan jujur. Padahal bau ketek pak Sugiman udah nyebar kemana-mana di dalam mobil. Sampai Dika pun terpaksa nyemprotin parfum di mobilnya. =))

Dika susah move on dari mantan kekasihnya padahal dia udah mulai dekat dengan cewek lain, Patricia. Bayangin dong gimana kekinya Patricia waktu nemu foto mantan Dika di dompet waktu cowok itu mau bayar tiket nonton. Wekeke. Bener-bener deh, obrolannya mengenaskan. Sampe diketawain sama mbak-mbak penjaga loket tiket bioskop. Yang bilang, “Kalau yang ini sih, beneran jagoannya mati deh.” XD

Yah, jagoannya mati deh.  xD
Sampai suatu hari si Dika ngenes ngeliat mantannya udah move on dengan menggandeng cowok baru. Coba gimana itu rasanya jadi Dika? Hahaha. *puk-puk Dika* :p Lebih sedih lagi denger omongan si mantannya yang bilang gini,

“Aku itu bukannya bisa move on, tapi aku harus move on.” 
“Maksudnya?” 
“Ya kalau enggak, aku cuma di sini-sini aja. Dan kita juga nggak bisa kemana-mana. Ini cara aku... ya cara aku untuk menghargai apa yang pernah kita punya, untuk aku ambil pelajaran dari situ. Untuk aku pakai di hubungan yang sekarang. Aku jadi orang yang lebih baik sama Ramon, itu karena kamu. ”

Trus gimana ending kisahnya si Dika ini? Nonton aja filmnya. :D


Komentar :


Saya ngeliat adegan pertama di film Manusia Setengah Salmon ini sih ngeselin abis, kalimat-kalimat di filmnya kadang garing gimana gitu ya. Butuh mikir, jadi ngerasa lucunya telat. xD Tapi emang guyon Raditya Dika ini lebih mirip stand up komedi. Jadi butuh mikir lebih dalem, sedalem samudra. Lol.

Ada dialog yang nggak banget deh pas Dika sama Patricia ketemu dengan orang Jepang. Hadeh, padahal tanpa itu pun sebenernya ceritanya udah bagus. Yang bikin horor juga ada, pas si Dika wawancara sama genk genderuwo, kuntilanak dan pocong. Saya nggak berani liatnya, abis itu langsung skip ke adegan berikutnya. Untungnya nonton di Iflix, jadi bisa dicepetin. Hahaha. Serem euy liat tiga hantu itu jawabin pertanyaan sambil cekikikan. Apalagi pas nontonnya malem pula. Huwaa~ Tapi dibandingkan diteror hantu, lebih horor diteror editor pas deadline. Hahahaha. Kzl. :p

Trus yang adegan si adeknya Dika, Edgar disuruh makan bawang putih banyak dengan alasan biar pinter, itu akward banget menurutku. Wkwkwk. Aneh juga ya si ayahnya bisa kepikiran cara mengatasi anak susah makan kayak gitu. =)) Doktrin-doktrinnya ayah Dika bikin langsung pengin telen bawang putih tanpa dikunyah. xD

edgar, adek dika :D

Hmm, kalau adegan apa yang paling disuka? Apa ya, mungkin pas si Dika ketemu mantannya dan nyadar kalau dia seharusnya sudah berpindah ke lain hati. Trus adegan gokilnya si adeknya Dika, Edgar pas latihan pidato yang menyadarkan Dika kalau perpindahan memang perlu, untuk hal-hal baik yang akan terjadi nanti. Bener-bener deh bikin speechless. :D Penutupnya cakep sih, pas bagian dialog ini.

“Karena dalam hidup kita akan selalu berpindah, yang bisa kita lakukan adalah mencari kebahagiaan di antara semua perpindahan itu.”

4 comments:

  1. Review semua filmnya Raditya dika dong, sama film terbarunya kemarin yang judulnya Hangout.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang hangout belum ada di Iflix. Mau nonton yang brontosaurus sama merah jambu :D

      Delete
  2. meski ceritanya ga lucu2 amat tapi banyak yg suka ya mbak.terutama anak2 muda. buktinya termasuk salah satu film terlaris di Indonesia

    ReplyDelete
  3. “Karena dalam hidup kita akan selalu berpindah, yang bisa kita lakukan adalah mencari kebahagiaan di antara semua perpindahan itu.”

    setuju banget beb, apalagi kita wanita bakalan juga ikut suami termasuk perpindahan yang paling besar. Raditya Dika sosok yang kocak dan kreatifnya never ending. Salut sama dia.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)