Quote of The Day

“Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebaikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (Q.S. al-Ahqaf: 15)

Saturday, 2 September 2017

[Review Korean Drama] Chicago Typewriter


drama korea Chicago Typewriter - Tvn
Masih belum move on dari drama Korea Goblin? Mungkin kamu perlu nonton drama Korea berjudul Chicago Typewriter. ;) Chicago Typewriter merupakan drama Korea yang tayang bulan April 2017 di channel TVn. Drama Korea ini menjadi debut comeback Im Soo Jung sebagai Jeon Seol dan Su Hyeon. Aktris ini berakting dengan dua aktor lainnya yaitu Yoo Ah In yang berperan sebagai Hui Young dan Han Se Ju, dan Go Kyung Pyo yang berperan sebagai Shin Yul dan Yoo  Jin Oh.


Kisah Chicago Typewriter : Time Travel ke Masa Penjajahan Jepang


Chicago Typewriter merupakan kisah romansa yang melibatkan time travel bersetting tahun 1930-an dan masa kini. Kisah dimulai saat Han Se Ju, penulis best seller “Unfair Game” tidak bisa menulis lagi. Suatu hari, saat ia mendapat hadiah sebuah mesin tik misterius yang dikirim dari Chicago, Han Se Ju mulai mendengar suara-suara aneh, baik dalam mimpi maupun dunia nyata. Sejak itu, keadaan di sekitarnya berubah dari seorang penulis genius yang gila menulis, ia menjadi penulis yang tidak bisa menulis satu kata pun.

Han Se Ju mengalami kebuntuan karena tidak bisa menulis lagi. Ia kehilangan semangat saat harus menyelesaikan project terbarunya untuk Penerbit Beruang Emas yang membesarkan namanya. Han Se Ju ingin berhenti menulis, namun tidak bisa karena terikat kontrak proyek dengan penerbit senilai 10 juta dollar. Editornya selalu meminta ia untuk menyelesaikan semampu yang ia bisa agar tidak terkena pinalti karena membatalkan kontrak kerja. Jika tidak, sang editor menawari untuk menggunakan jasa Ghost Writer untuk tulisannya kali ini. Tapi Han Se Ju menolak tawaran itu.

“Ada dua hal yang tidak aku butuhkan di dunia ini. Satu penulis bayangan, dua wanita.”

Draft tulisan itu terkirim tepat waktu saat Han Se Ju harus memenuhi deadline menulis. Masalahnya, siapa yang menulis? Padahal, ia sedang mengalami kecelakaan mobil saat naskah itu terkirim ke meja redaksi. Mobilnya jatuh ke jurang, mobilnya terjungkal balik dan tubuhnya ditemukan oleh Seol, gadis yang ngefans dengannya. Seol pun merawat Han Se Ju di pondok tua milik almarhum ayahnya.
Tak disangka, arwah dari mesin ketik jadul yang ia dapatkan dari pemilik cafe di Chicago-lah yang membantu Han Se Ju menyelesaikan draft pertama naskah berjudul Chicago Typewriter yang akan diupload setiap pekan. Kejadian aneh terus terjadi ketika Han Se Ju bertemu dengan Seol dan hantu bernama Yoo Jin Oh.

Yoo Jin selalu masuk ke dalam pikirannya, muncul di hadapannya secara tiba-tiba dan meminta Han Se ju menyelesaikan naskahnya. Padahal ia sedang sangat stress karena tekanan mental yang ia terima. Ia juga harus berhadapan dengan isu yang menyerangnya saat seorang fansnya membunuh orang lain dan mengatakan bahwa novelnya-lah yang menginspirasi pembunuhan itu. Duh, serem banget ya punya fans kayak gitu. Hiyy!

Berkat pertolongan Seol, Han Se Ju berhasil terbebas dari fans fanatik itu. Tapi, makin banyak isu miring tentangnya yaitu rumor tentang penulis bayangan, berkencan dengan fansnya, dan ia mencuri naskah Tae Min. Padahal naskah yang dipakai Tae Min adalah naskah miliknya sendiri yang ditulis 10 tahun lalu, saat ia masih belum menjadi penulis degan karya fenomenal.  Saking fenomenalnya, karyanya laris dan habis dalam waktu 5 hari sejak diterbitkan. Waw, gilakk!

Lalu soal rumor penulis bayangan, Han Se Ju pun membuat konferensi pers tentang siapa penulis bayangan yang dimaksud olehnya. Namun, saat ia mengklarifikasi, justru ia dianggap gila karena seseorang yang mengaku bernama Yoo Jin Oh tidak tampak di video tersebut. Di foto pun tidak ada. Jadi, dia itu siapa? Hantu? Huwaaaa! Han Se ju pun pingsan saking shocknya. Wekeke. xD

Dasar hantu usil, Yoo Jin Oh nggak sempet ngaku kalau dia itu hantu, eh udah ditodong ikut konferensi pers buat ngaku soal ghost writer. Pantesan Han Se Ju makin dikira gila sama editornya karena tekanan deadline. Wkwk. Duh, ribet dah urusannya. Bukannya terbebas dari tugas nulis, dia malah makin dikejar-kejar pers dan fans. :p


Impian Han Se Ju Menjadi Penulis Orisinal


Untuk menjadi penulis profesional, tidak mudah. Han Se ju dulu hanya seorang lelaki biasa yang hobi menulis di kedai ayam goreng, Subway. Ia selalu menghabiskan waktu berlama-lama di sana menyelesaikan draft novelnya. Sampai Seol pun menjadi fans pertamanya dan jatuh cinta dengan lelaki berkacamata itu. Waktu pertama ketemu sih Seol masih bisa ngobrol panjang dan Han Se Ju ramah banget. Ini percakapannya :

“Kamu ingin jadi penulis seperti apa?” 
“Penulis orisinal.” 
“Ya, penulis yang tidak ditiru oleh siapa pun?” 
“Tidak. Penulis yang tidak bisa ditiru oleh siapa pun.”

Tapi sejak menjadi penulis profesional, ia menjadi penyendiri dan egois. Ia tidak ingin tergantung dengan orang lain. Ia tak mau dikhianati lagi oleh orang lain. Makanya Han Se Ju curigaan banget orangnya. Sama fansnya aja kayak nggak mau kenal gitu, bahkan menganggap Seol bakal ambil draft naskahnya.

Kejadian ini epic dan lucu, pas ada anjing masuk ke rumah Han Se Ju dan ia memakan flash disk berbentuk tulang. Han Se Ju panik sampai anjingnya dikejar-kejar. Tapi sayangnya dia nggak disukai sama si anjing. Nggak nyangka kalau anjing itu dirasuki arwah Shin Yul. Hadeh. Bener-bener deh ni hantu usil banget. =))

“Perkhianatan bersembunyi di sisi lain persahabatan. Begitu kamu menolong seseorang, dia akan terus bergantung kepadamu. Itulah kenyataannya.”

Sejak kejadian pengkhianatan di masa lalunya, Han Se Ju tak mudah percaya pada orang lain. Ia selalu menganggap orang lain mengambil keuntungan darinya dan membuat ia tidak betah berlama-lama berkomunikasi dengan orang. Di sinilah ceritanya jadi asyik, kisah gimana caranya Se Ju memaafkan orang-orang masa lalunya. Tapi tokoh-tokoh lain juga punya masalah sendiri dan ketakutan masing-masing. Seperti Seol yang sedih karena ditinggal ibunya 10 tahun yang lalu, ada juga saat teman Seol yang bisa melihat hantu justru dijauhi temannya karena punya ibu yang berprofesi sebagai peramal.


Anjing yang dirasuki arwah Yoo Jin Oh


Apa itu Chicago Typewriter?


Trus, Chicago Typewriter itu apa sih? Chicago Typewriter adalah julukan untuk mesin ketik Hui Young yang dibelikan Shin Yul. Mesin ketik dengan huruf Joseon yang digunakan untuk menulis naskah novel Hui Young. Suara mesin ketiknya mirip suara pistol yang digunakan penembak runduk (snipper) di Aliansi Pemuda Joseon tahun 1930-an.

Hui Young hobi menulis dan menganggap bahwa ia hanya butuh pena dibanding senjata untuk menaklukkan dunia. Tapi Shin Yul membelikan mesin ketik itu agar Hui Young semakin semangat menulis. Sedangkan Shin Yul sudah vakum menulis karena menganggap masa-masa sulit di masa perang membuat ia kesulitan mengekspresikan diri.

Mesin ketik tua dari Chicago itu yang menjadi tempat bersemayamnya hantu Shin Yul. Ia menamai dirinya Yoo Jin Oh. Ngasih nama ini juga ngasal karena lihat nama pelukis yang ada di lukisan ruang kerja Han Se Ju. Wekeke.




Trus, kenapa Yoo Jin Oh menjadi hantu gentayangan?


Hal itu terjadi karena arwahnya masih penasaran  karena ada janji yang belum ditepati, dan juga ada penyesalan mendalam yang berkaitan dengan pengkhianatan di masa pendudukan Jepang terhadap Joseon. Yoo Jin Oh nyesel waktu dia masih hidup sebagai Shin Yul, ada yang mengganjal dan bikin ia jadi arwah penasaran. Saking horornya, sampai peramal, si Ibu dari temen Seol bilang jika hantu sepertinya terus ada di dunia manusia dan mencampuri urusan manusia, ia akan kehilangan banyak energi dan akhirnya lenyap.

Entah kenapa, kalau ingat ini, saya jadi merinding karena teringat hantu-hantu zaman penjajahan yang mati penasaran dan kadang suka usil dan muncul di bangunan tua. Adek saya cerita kalau di kampus Unpad ada hantu Jepang dengan pakaian perang Jepang karena bahan bangunan dan material gedungnya dibawa dari Jepang langsung. Huwaa~ Ternyata hantu kayak gitu beneran ada ya? Apa itu jin? Ah, mbuh lah. O.o

perjanjian menulis dengan hantu. hahaha 😆

Kisah Cinta dan Persahabatan di Dua Kehidupan


Chicago Typewriter bersetting tahun 1930-an di Kyungsung, Korea. Shin Yul sebagai pemilik cafe “Carpe Diem” menjadi anggota inti Aliansi Pemuda Joseon di Kyungsung. Saat itu masih banyak pejabat Jepang yang ingin mencari siapa saja tokoh dibalik teror pada pejabat Jepang. Makanya pemimpin Aliansi Pemuda Joseon diburu dan siapa pun yang melawan akan disiksa dan dibunuh di hadapan temannya sendiri.

Siapa sangka ternyata pemimpin alias si Bos yang dimaksud adalah Hui Young, orang yang keliatannya santai, playboy, hanya memikirkan pesta dan cara bersenang-senang di cafe. Hui Young dan Shin Yul sama-sama jatuh cinta dengan Su Hyeon, gadis yang dulu diselamatkan oleh Hui Young saat orang tuanya dibantai oleh Jepang. Namun, Su Hyeon tidak tahu bahwa Hui Young-lah yang menyelamatkannya saat itu karena lelaki itu mengenakan topeng hitam. Hui Young juga bersikap acuh terhadap Su Hyeon dan meminta Shin Yul untuk mengaku sebagai lelaki bertopeng yang misterius itu.

Tak disangka sebelum meninggal, Shin Yul berharap mereka bertiga bisa bersahabat lagi di kehidupan berikutnya. Dan keinginan itu terkabul dengan berkumpulnya mereka bertiga untuk menyelesaikan misi yang tertunda. Menyelesaikan novel yang dulu pernah dibuat Hui Young. Wiih, gimana nggak ngeri coba? Bikin novel bareng sama hantu. Wahahahaha. xD

“Aku memegang pistol, kamu memegang pena. Gunakan belatimu sesekali seperti ini untuk para sahabatmu. Jika semua orang melakukan pekerjaannya dengan baik. Bukankah negara kita akan dibebaskan?”
benda-benda bersejarah dari Hui Young, mesin ketik, korek api, dan jam kuno, naskah draft juga foto

Quote tentang Menulis di Chicago Typewriter :  


Banyak banget quote tentang menulis yang ada di drama korea ini. Temanya aja tentang kisah hidup penulis best seller ya, jadi banyak inspirasi yang bisa didapatkan dari drama korea Chicago Typewriter ini.

“Aku lebih memilih kehilangan tulisanku. Daripada mengambil tulisan orang lain.” 
“Aku kehilangan negaraku. Tapi mereka tidak bisa merebut hasil tulisanku. Saat Joseon dibebaskan, aku akan menulis apa pun yang ingin aku tulis.” 
“Jika aku tidak bisa menulis, aku sama saja seperti hantu.” 
“Pena lebih kuat dari pisau. Dan mesin tik lebih kuat dari pistol. Kamu harus menulis yang bagus. Jangan menulis demi ketenaran dan wanita. Tulislah sesuatu yang menakjubkan.”  
“Novel itu, aku berharap kamu menyelesaikannya. Tidak penting kapan kamu selesai.”


Mood dan Feel Drama Chicago Typewriter Mirip Goblin


Berdasarkan tema time travel dan reinkarnasi, drama Korea Chicago Typewriter jadi terkesan mirip Goblin. Feelnya dirasakan mirip sekali apalagi ost-nya bikin baper, huhu. Meski ya... ada bedanya juga sih. Terutama karena penulis skenarionya lebih menekankan pada indahnya persahabatan di zaman penjajahan Jepang, memendam cinta ala fans pada idola, menggapai impian penulis best seller, menuaikan janji kemerdekaan untuk Joseon, dan cara memaafkan masa lalu.

Jika ditilik dari temanya yang time travel, cara masuk ke dunia masa lalunya juga beda. Si hantu, Yoo Jin Oh membawa ingatannya sedikit demi sedikit dan menggabungkannya lewat orang-orang yang pernah berhubungan dengannya. Dianya aja nggak ingat kenapa dia mati. Siapa yang membunuhnya.

Saya udah ngerasa kalau drama ini mirip waktu Seol mengatakan bahwa ia sial terus mungkin karena dulu dirinya pernah menjadi pengkhianat di kehidupan sebelumnya. Saya mikir ini kok mirip sama Goblin ya. Dalam kepercayaan orang Korea, bahwa jika ada orang yang pernah menyelamatkan negara, kehidupannya di kehidupan berikutnya akan makmur. Kalau yang mengkhianat akan sengsara dan terbayang-bayang di masa lalunya. Apalagi jika pernah membunuh, maka akan terbawa di kehidupan berikutnya.

Dalam agama saya, Islam, nggak ada konsep reinkarnasi dan kehidupan berikutnya sih. :) Di drama Goblin pun pernah dibilang membunuh diri sendiri itu bakalan jadi dosa besar yang tak terampuni. Well ya, sebenarnya di semua agama juga menekankan bunuh diri masuk ke dalam dosa besar ini. Saya jadi bingung kenapa Hui Young nggak jadi arwah penasaran. Kan dia matinya juga nggak wajar. Ya mbuhlah. Namanya juga drama. Lol. Ditonton aja, diambil yang baik-baik aja. Kalau nggak sesuai dengan agama kita ya jangan dipercaya, toh ini hanya drama yang berdasarkan kepercayaan orang Korea.

persahabatan antar pejuang kemerdekaan


Indahnya Persahabatan Aliansi Pemuda Joseon di Masa Penjajahan Jepang


Di drama Chicago Typewriter ini menekankan pada persahabatan pemuda Joseon di masa peperangan. Gimana caranya Hui Young menjadi pemimpin yang konsisten dengan kata-katanya, meski ia harus merelakan teman-teman seorganisasinya untuk mati saat kekacauan terjadi. Persahabatan mereka di Aliansi Pemuda Joseon bikin baper, karena mereka tumbuh di masa senyum harus terus disunggingkan walaupun hati sakit karena kekejaman Jepang. Bahkan untuk urusan cinta nggak ada tempat untuk itu. :(

Korea yang dulu sebelum merdeka sangat anti Jepang. Sampai sekarang pun banyak orang Korea yang masih anti Jepang, bahkan ada artis yang dihujat fansnya karena memotret gambar bendera Jepang di socmednya. Gila ya, segitu bencinya. Saya pernah baca di buku “Korean Cool” bahwa kebencian orang Korea inilah yang disebut denga istilah “Han”. Han ini yang membuat Korea semangat dan kerja keras untuk mengisi kehidupan dan membuat negaranya menjadi negara yang maju dalam berbagai bidang. Karena mereka ingin mengalahkan Jepang dalam bidang apa pun. Han pula yang membuat negara lain tidak akan bisa meniru pencapaian Korea dalam banyak hal, karena semangat mereka berasal dari rasa dendam yang sudah terlampau lama, sejak zaman nenek moyang.

Pasalnya, orang Korea nggak terima mengapa bisa dulu Jepang mampu menjajah Korea hingga banyak korban berjatuhan selama puluhan tahun. Tahun 1930-an di seting drama ini merupakan 15 tahun sebelum Korea merdeka. Korea merdeka sama seperti Indonesia, hanya beda 2 hari, pas banget dengan kondisi Jepang yang menyerah pada sekutu waktu dia kalah Perang Dunia II. Makanya, sampai sekarang Korea mengandalkan Han alias rasa bencinya pada Jepang untuk selalu menjadi yang terbaik. Persis sekali dengan yang dialami oleh Han Se Ju yang ingin balas dendam dengan Tae Min untuk menjadi penulis best seller.

dua karakter di masa kini dan tahun 1930-an 😍

Antifans dan Fans dalam Arus Korean Wave


Di drama Chicago Typewriter juga ada bahasan tentang fans yang jadi anti fans. Well ya, di Korea itu terkenal dengan fans yang gila-gilaan soal menggilai idolanya. Kalau bisa idolanya jadi milik bersama. Lol. Kalau dipikir-pikir kok aneh ya.

Di Indonesia nggak sampai segitunya kalau suka sama artis lokal. Ya suka, suka aja. Nggak sampai terobsesi atau gimana. Tapi ada fans kayak Seol yang beli buku sampai berkali-kali hanya karena ngefans. Wkwk. Bener-bener fans fanatik. Dia beli tuh nggak dipake sendiri juga. Ada satu yang dibaca, ada satu yang dipajang. Entah dipajang buat apa, apa buat ganjel pintu? :p

Ada fans yang terobsesi jadi stalker sampai ngerti kehidupan idolanya kayak gimana, skandalnya seperti apa, rumahnya di mana, kegiatannya apa aja. Sampai bisa masuk rumahnya, itu kan gila banget. Haiissh, saya horor kalau inget hal ini. Stalker sih stalker, tapi nggak sampai segitunya. Wkwk.

Soal akting saya suka banget dengan chemistrynya. Dapet banget feelnya yang ingin disampaikan oleh penulis skenarionya. Bisa dibilang drama ini bikin saya ngefans sama Yoo Ah In. Walau baru pertama kali ini nonton aktingnya. Ia bisa berperan jadi siapa aja, bahkan menjiwai perannya dengan apik, baik sebagai pemimpin organisasi, penembak, penulis, maupun orang biasa.

Cuma penulis triller dan mantan atlet penembak yang kencannya di tempat latihan menembak. wekeke.
kayak ga ada tempat lain. 😜

Product Placement di Drama Korea Chicago Typewriter


Banyak product placement di drama berdurasi 16 episode dan 1 episode spesial ini, jadi jangan heran kalau lagi-lagi ada produk sponsor. Hahaha. Ya kalau dipikir bener juga sih. Mereka kan ngeluarin dananya banyak, butuh biaya besar buat bikin drama dengan cinematografi yang sekeren film. Tapi di drama korea nggak keliatan kok kalau itu ngiklan. Smooth bangetlah mereka kalau ngiklan. Kesannya nggak maksa dan keliatan natural. Pantes aja iklannya bejibun ya. Hehe

banyak banget iklan di drama ini. salah satunya subway. ada samsung, tas, dll. 😋

Isi konten dramanya tetap nyatu dengan produk sponsornya. Kayak misalnya Han Se Ju ngasih hadiah ke editor dan asistennya, itu juga produk yang diiklanin. Seol dikasih hadiah juga iklan. Makan mie pas malem-malem, itu juga iklan. Bahkan minuman seperti latte dan kopi juga iklan. Sampai saya nggak ngeh karena kamera nggak nyorot ke merknya, baru ngeh pas udah agak lama percakapannya berlangsung. Wkwk. Ada lagi hp yang dipakai, udah jelas ya itu pakai merk apa. Samsung. :D Ngomong-ngomong saya jadi penasaran fitur Samsung terbaru gara-gara liat temen Seol make smartphonenya buat kirim foto pakai fitur suara. Keren banget lah itu hpnya. xD

Banyak adegan yang bikin ngakak, mewek, sampai horor. Drama ini serasa seperti puzzle yang harus digabungkan untuk mendapatkan inti cerita. Jadi kalau hanya nonton berapa episode, nggak bakal tahu ending ceritanya gimana dan apa yang terjadi sama para tokohnya. Siapa yang berkhianat dan siapa yang tetap menjadi sahabat hanya bisa ditebak di episode-episode akhir dan banyak unsur misteri di setiap episodenya. Overall, puas banget nonton drama ini. Rating dari saya : 8/10 bintang. Nah, kalau kamu, apa udah nonton drama Korea Chicago Typewriter? Share dong kesannya di komentar. :D

kode voucher sociolla.com : SBNLAYNA








5 comments:

  1. Kalau menurut aku sih drama ini ceritanya aslinya menarik cuma alurnya datar banget. Monoton. Biasanya kalau drama korea yang bagus bikin betah buat nonton, tapi las nonton yang ini mah slow aja, masih bagusan Voice, Tunnel, Whisper maupun Defendant. Chief Kim jg bagus. Kalau yang tema time slip Tunnel lebih tegang ��. Rating Chigago Typewriter juga jelek di Korea sana karena drama ini menurut orang Korea juga membosankan.

    ReplyDelete
  2. Hai salam kenal yaaa Kiky. Saya belum nonton draKor ini. Thanks ulasannya yaa

    ReplyDelete
  3. Ini entah kenapa aku nonton episode 1 terus berhenti huhu...

    ReplyDelete
  4. wah akhirnya nemu blog yg suka nulis tentang korea.
    salam kenal :)

    ReplyDelete
  5. Aku suka banget drama ini. Apalagi bromancenya Se Ju dan Jin Oh, lucu banget sampai nggak berhenti ngakak. Sama persahabatan mereka di era jajahan Jepang, aduh friendship goals banget.
    Wuihhh fakta - faktanya tentang efek penjajahan Jepang memang parah banget hemmm

    www.extraodiary.com

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)