Pages

Minggu, 28 Maret 2021

Review Drama Korea Queen for Seven Days : Kisah Cinta Ratu Joseon yang Menjabat 7 Hari Saja

 Review Drama Korea Queen for Seven Days : Kisah Cinta Ratu Kerajaan Joseon yang Menjabat 7 Hari Saja

 

Ada yang pernah nonton drama Korea berjudul Queen for Seven Days? Pasti tahu dong betapa mengenaskan kisah cinta Shin Chae Kyung dan Lee Yeok yang sampai akhir hayat baru bisa berkumpul lagi. Saat itu, Lady Shin hanya menjabat sebagai Ratu selama 7 hari saja, kemudian diasingkan ke desa hingga masa tuanya. Baru setelah 38 tahun bisa bertemu lagi dengan Raja yang sudah menua.

 

Raja Yeonsangun (Lee Yung), Shin Chae Kyung dan Pangeran Jin-Seong (Lee Yeok)

Kisah ini menceritakan perebutan tahta antara Pangeran Jin-Seong (Lee Yeok) dan Raja Yeon-sangun (Lee Yung). Saat itu, Lee Yung menjabat sebagai Raja Joseon yang menggantikan ayahnya. Namun, ia tumbuh menjadi raja yang kejam dan dianggap sebagai tiran hingga membuat suasana kerajaan era Joseon semakin suram.

 

Lee Yung yang ingin tetap jadi raja tidak mau dokumen rahasia jatuh ke tangan adiknya. Jika ditemukan dokumen yang berisi wasiat raja akan membuat adiknya dapat naik tahta sebagai raja berikutnya.

 

Raja pun berupaya untuk mencari dokumen itu hingga mencari siapa yang menulis surat dokumen itu. Ternyata, penulis dokumen itu adalah ayah seorang anak kecil yang mencuri uang Shin Chae Kyung bernama Seo Noh. Takdir membawa Shin Chae Kyung bertemu dengan Seo Noh, bahkan akhirnya menjadi teman karena anak itu sudah diampuni oleh Shin Chae Kyung dan Lee Yeok. Sejak saat itu, mereka bersahabat.

 

Namun, masalah muncul saat penasihat raja yang bersekutu dengan Ratu ingin membuat Lee Yeok terbunuh agar kekuasaan Raja menjadi langgeng selamanya. Mereka pun mengarang cerita agar Lee Yeok mendapatkan hukuman karena kasus pencurian beras di desa Seo Noh. Tujuannya demi bisa membungkam mulut ayah Seo Noh yang tak mau mengatakan di mana dokumen rahasia itu berada.

 

Lee Yeok yang tak tahu bahwa itu hanya akal-akalan orang di sekitar Raja untuk menyingkirkannya, akhirnya membuat ia masuk jebakan Raja. Lee Yeok pun mengakui kasus pencurian beras itu berhubungan dengannya. Ia yang membantu ayah Seo Noh kabur dari penjara. Dan ia pun dijatuhi hukuman pengasingan. Namun, di perjalanan, Lee Yeok yang masih remaja harus mengalami kisah tragis. Ia  diserang penjahat dan luka parah hingga dianggap sudah meninggal.

 

Namun ternyata, setelah 5 tahun dianggap sudah meninggal, Lee Yeok hidup kembali dengan nama baru yaitu Nak Cheon. Dibantu para sahabat lamanya, mereka mendirikan sebuah kantor pegadaian untuk menjadi sarang Induk Siput yang bertujuan mewujudkan revolusi agar Raja yang kejam segera lengser dari jabatannya.

 

Di saat itulah, Shin Chae Kyung makin masuk dalam hidup dua orang yang saling berebut kekuasaan. Bagaimana pengaruh Lady Shin dalam kisah kronik ini? Kisah lengkapnya bisa kamu tonton di aplikasi VIU ya.

 



Kisah Ratu yang Menjabat Hanya 7 Hari Saja

 

Jika ditanya apa yang bikin saya suka dengan drama Korea ini, saya akan jawab, ya, kisahnya bikin saya mikir lama tentang kehidupan. Hidup yang kita rasakan saat ini bukan hanya sebuah jalinan cerita saja, namun juga simpul yang menautkan takdir kita dengan orang lain. Jika kita berbuat baik, maka kita akan menuai hasilnya. Begitu pun sebaliknya. Jika kita berbuat jahat, maka kita akan menuai hasil buruknya pula.

 

Karma yang berlaku mungkin saja bukan dalam waktu singkat, dan tidak akan menimpa diri sendiri, tapi bisa saja keluarga kita. Sama halnya yang terjadi dalam keluarga Shin yang merupakan pejabat kerajaan yang paling berpengaruh saat itu. Tuan Shin sangat ditakuti dan disegani karena dekat dengan Raja dan juga masih merupakan kerabat Ratu.

 

Namun, apa yang dilakukan oleh Tuan Shin ternyata berpengaruh pada hidup anak gadisnya. Tuan Shin selama hidupnya selalu membela Raja (Lee Yung) yang lalim. Meskipun Raja kejam, namun ia tidak memperingatkan raja. Hasilnya, ia pun mendapatkan akibat dari keberpihakannya pada Raja.

 

Para pemain drama korea Queen for Seven Days

Saat Lee Yeok naik tahta, sekeluarga Shin termasuk keluarga Ratu juga dibunuh. Sedangkan yang tersisa hanya anaknya saja, yaitu Shin Chae Kyung yang merupakan istri Lee Yeok. Shin Chae Kyung harus menanggung derita karena ia dipisahkan paksa oleh keadaan saat itu. Sebagai anggota keluarga Shin, ia tidak boleh berada dekat dengan Raja baru karena dianggap akan menggulingkan kekuasaan Raja. Iulah sebabnya, ia harus dilengserkan segera. Padahal, Ratu baru menjabat selama 7 hari.

 

Kisah sedih ini ternyata bukan kisah di drama saja lho. Tapi beneran dari kisah nyata di era Joseon. Yang bikin saya sedih selama saya nonton drama Korea Queen for Seven Days ini adalah apa yang dialami oleh Shin Chae Kyung dan Lee Yeok adalah takdir yang sulit diubah dan dihapuskan. Meskipun sangat ingin berpisah, namun mereka saling melindungi satu sama lain. Inilah yang membuat hati saya kembali pilu. Ternyata, ada ya kisah cinta yang setragis ini, baru bisa ketemu lagi ya setelah menua. Meskipun di kisah aslinya bahkan Raja tidak pernah bertemu Ratu kembali. Duh, mewek :(




7 Karakter Shin Chae Kyung (Ratu Dangyeong) Sosok Perempuan yang Menginspirasiku :


1.       Anak yang Patuh pada Orang Tua

Sejak kecil, Shin Chae Kyung diasingkan di desa dan hanya dididik oleh seorang pengasuh, namun peran pengasuhnya sangat banyak dalam membentuk karakter gadis ini. Saat Shin Chae Kyung ia ingin bertemu orang tuanya, ia tetap tidak berani datang tanpa alasan yang jelas.

 

Shin Chae Kyung paham bahwa aturan yang ditetapkan orang tuanya harus dituruti, meskipun terdengar aneh dan tidak masuk akal seperti tidak membolehkannya bertemu di Hanyang, ibukota Kerajaan era Joseon saat itu. Itu sebabnya ia pergi membawa surat ke Hanyang karena hanya dengan surat itu ia punya alasan untuk menengok orang tuanya.

 

Ia juga rela membantu ayahnya untuk menyelesaikan masalah yang dibuatnya. Saat itu ia berkata, “Maafkan aku, Ayah. Karena masalah yang ditimbulkan olehku.”

Dalam kepercayaan masyarakat Korea, menjaga hubungan baik dengan orang tua sangat penting karena mereka dianggap sebagai perwakilan dewa-dewa sehingga kedudukan orang tua sangat diagungkan di sana.

 

2.       Memiliki empati yang tinggi karena dididik oleh pengasuh yang penyayang

Shin Chae Kyung yang dididik oleh bibi pengasuh, membantu ia bertumbuh dengan sangat baik. Anak ini memiliki empati yang tinggi karena ia paham bahwa sejak kecil ia tinggal dan hidup dengan kalangan rakyat jelata. Sehingga ia tahu kesulitan-kesulitan yang dialami oleh rakyat.

 

Saat gadis, ia pernah membantu mengurusi sapi yang sembelit dengan siulannya yang membuat sapi itu rileks dan mau pup. Ia juga pernah melihat Seo Noh yang mencuri uangnya, namun ia tidak melaporkan masalah pencurian ke pihak berwenang karena menganggap bahwa masalah itu bisa membuat Seo Noh dan orang lainnya yang mengalami paceklik makin menderita.

 

Saat akan menikah, ia juga membantu ibunya membeli perlengkapan untuk pernikahan, ia mengatakan, “Sepertinya ibu terlalu banyak membeli barang yang mahal dan berat.” Ia ingin hadiah pernikahannya sedikit saja, seperti yang selama ini ia gunakan.

 


3.       Setia pada sahabat

Sejak kecil, Shin Chae Kyung tidak memiliki teman. Ia selalu dikucilkan oleh orang lain yang ada di sekitarnya karena ia dianggap sebagai anak haram yang tidak diinginkan oleh orang tuanya. Rumor anak haram ini beredar karena Shin Chae Kyung diasingkan di rumah desa, jauh dari pusat ibukota kerajaan Joseon di Hanyang. Padahal, Shin Chae Kyung diasingkan dan dijauhkan dari istana karena adanya ramalan dari Biksu yang mengurus Raja saat itu. Sang Biksu mengatakan bahwa akan ada pertumpahan darah yang terjadi jika Shin Chae Kyung masuk ke dalam lingkungan istana.

 

Sejak kecil, Shin Chae Kyung ingin memiliki teman. Saat ia bertemu dengan Seo Noh yang meminta pengampunan pada Lee Yeok karena mencuri uang milik Shin Chae Kyung. Gadis itu malah meminta Seo Noh menjadi temannya.

 

Ia bilang, “Daripada mempertaruhkan nyawamu, lebih baik kita menjadi teman.” Karena Shin Chae Kyung bersikukuh tentang hal itu, mereka bertiga mengambil janji untuk berteman hingga akhir hayat.

 

Sejak itulah Seo Noh menjadi sahabat terbaik Shin Chae Kyung dan menolong Lee Yeok menggulingkan kekuasaan Raja.

 

 


4.       Suka Menolong Orang lain yang Membutuhkan

Sejak kecil, Shin Chae Kyung memang senang menolong orang lain. Ia juga pernah menolong Raja Lee Yung yang saat itu sedang menyamar menjadi prajurit. Raja Lee Yung diserang oleh pemilik penginapan yang ternyata adalah penjahat yang mengincar uangnya.

 

Saat itu, Shin Chae Kyung mengangkat tubuh Lee Yung ke atas gerobak dan mendorong gerobak kayu itu hingga ke depan gerbang istana. Ia menarik gerobak sejauh 2 km demi menyelamatkan nyawa orang lain yang baru dikenalnya. Padahal ia sendiri sedang ketakutan karena tersesat dan sendirian di jalanan.

 

Selain itu, saat Shin Chae Kyung dalam kondisi terluka di penjara, ia masih mau menolong orang yang bahkan baru ia temui. Saat itu, ia bertemu dengan Myung Hee yang menyamar menjadi penjahat kecil dari kalangan rakyat jelata. Myung Hee mengatakan ia terpaksa melakukan kejahatan demi bisa menghidupi dirinya.

 

Shin Chae Kyung pun iba dan memberikan Myung Hee selembar selimut dari jerami agar gadis itu bisa tidur dengan nyenyak. Padahal, ia sendiri sedang merasakan kesakitan karena luka panah beracun yang menyayat lengannya.

 


Shin Chae Kyung juga berkali-kali mengatakan bahwa ia akan menanggung segala masalah yang ditimbulkan oleh Lee Yeok saat ada kasus pencurian upeti Raja. Padahal, ia bisa saja bilang bahwa orang lain yang bersalah. Namun, lagi-lagi Shin Chae Kyung lebih mementingkan menolong orang lain. Karakter Shin Chae Kyung yang senang menolong orang lain ini kerap membuat ia kesulitan, namun ia tetap mau membantu meskipun orang itu rakyat biasa.

 

5.       Setia pada Pasangan

Sejak remaja, Shin Chae Kyung dan Lee Yeok saling mencintai. Mereka berjanji untuk bertemu kembali saat setelah Lee Yeok kembali dari pengasingan. Namun, meskipun mayat Lee Yeok ditemukan dan sudah dikubur pun, Shin Chae Kyung masih menganggap bahwa kekasihnya belum meninggal.

 


Awalnya, ia mengira dirinya denial, namun kecurigaannya ternyata benar. Ia tahu bahwa Lee Yeok masih hidup dengan identitas lain yaitu Nak Cheon. Ia pun membantu Lee Yeok untuk memperbaiki hubungan dengan kakaknya, Lee Yung agar kesalahpahaman di antara mereka menjadi hilang.

 


Namun, ia harus diasingkan setelah menjadi Ratu selama 7 hari karena dianggap membelot akibat klan Shin yang sudah dibantai. Sejak itu, ia berjanji pada mantan suaminya bahwa meskipun mereka sudah tak bersama, ia akan tetap mencintainya. Jadi, ia berharap Lee Yeok pun melakukan hal yang sama. Mereka akan saling mencintai dalam kesendiriannya.

 


Hingga kemudian, di tahun ke 38 dari masa pengasingan Ratu, Shin Chae Kyung pun akhirnya bisa bertemu dengan Raja kembali, yang saat itu sudah menua. Raja masih menganggap Shin Chae Kyung sebagai rumahnya. Tempat ternyaman ia untuk pulang. Duh, so sweet banget nggak sih? Iya, ini kisahnya sedih banget. Tapi saya salut saya karakter Lady Shin yang benar-benar sangat setia pada pasangannya. Saya nggak bisa bayangin gimana kesepiannya di pengasingan seorang diri hingga meninggal tanpa ada satu pun sisa kerabatnya.

 

6.       Perempuan yang Pemberani

Sejak gadis, Shin Chae Kyung sangat berani melakukan hal apapun. Ia berani melewati sungai dan perjalanan jauh demi bisa bertemu orang tuanya di Hanyang. Ia juga berani melawan penjahat saat uangnya kecurian. Ia juga berani mendorong gerobak saat harus menyelamatkan nyawa ayah Seo Noh. Padahal saat itu suasananya sangat mencekam.

 

Setelah dewasa pun, Shin Chae Kyung menjadi gadis pemberani yang melakukan banyak hal untuk orang lain. Ia bahkan rela menjadi tameng bagi Lee Yeok agar Raja tidak menghancurkan Pangeran.

 

Saya rasa, di zaman Joseon pun, jarang ada perempuan yang seberani itu. Meskipun bukan hal yang mudah untuk tetap aman ada di posisinya, namun Shin Chae Kyung bisa menjadi berani untuk membela kebenaran yang selama ini tersamar di kalangan keluarga kerajaan.

 

Sifat pemberani ini pula yang diadopsi oleh Lee Yeok yang diajarinya untuk membela kebenaran bagaimana pun caranya. Padahal sebelumnya Lee Yeok selalu memilih diam karena itulah yang harus dilakukannya untuk bertahan hidup

 

7.       Dermawan

Lady Shin sangat dermawan sejak ia masih remaja. Saat ia melihat penduduk yang kelaparan, ia pun menjual tandunya yang digunakan untuk membeli beras. Lalu, beras itu dibagi-bagikan pada penduduk yang kelaparan. Kedermawanan ini pun menular pada orang sekitarnya. Seo Noh dan Lee Yeok pun mendirikan pegadaian yang digunakan untuk menukar informasi dengan beras.

 

Bayangkan, saat itu beras menjadi komoditas yang sangat dibutuhkan oleh rakyat, namun harganya tidak bisa dijangkau oleh sembarang orang. Itu sebabnya, saat musim paceklik tiba, yang membuat rakyat resah karena Raja dan pejabat negara yang berwenang tak ada yang membantu rakyat.

 

Justru pegadaian itu menjadi solusi karena rakyat bisa menukar informasi dengan beras yang mereka butuhkan. Rakyat yang tak punya apa-apa pun masih bisa makan nasi karena pegadaian itu

 

Bahkan, kelompok Induk Siput yang dikomandoi oleh Lee Yeok pun membagi-bagikan beras di rumah warga yang membutuhkan. Mereka selalu berkeliling di seluruh provinsi untuk mengecek kebutuhan rakyat.

 


8.       Pantang Menyerah hingga Usai Usia

Kalau ada yang tanya kenapa saya suka karakter Shin Chae Kyung sosok perempuan yang menginspirasi ini, duh saya udah nggak bisa berkata-kata lagi. Huhu

Saat tubuh Shin Chae Kyung ditaruh di alun-alun dan hampir mati dipanah oleh pasukan pemanah, ia justru tetap teguh pendirian. Ia tak mau menerima air dari Seo Noh yang saat itu menyamar menjadi prajurit kerajaan. Ia tetap bertahan hingga akhir.

 

Bahkan saat di akhir episode, ia harus dihukum penggal pun, ia berusaha untuk meyakini hatinya bahwa apa yang dilakukannya selama ini adalah hal yang terbaik. Namun, akhirnya Raja pun menolongnya dengan keringanan hukuman yang dimintanya yaitu pengasingan dirinya.

 


Duh, ini sih yang bikin saya sedih banget. Pantang menyerah sampai akhir, meskipun banyak hal yang sedih dan masalah yang harus dihadapi. Jadi, kalau kamu lagi sedih, jangan menyerah ya. Karena kita masih punya kehidupan yang bisa kita syukuri. Seperti yang Shin Chae Kyung bilang,

 

“Kita diberikan kehidupan, maka kita harus memanfaatkanya. Kamu dilahirkan di keluarga bangsawan yang berkuasa. Kamu akan melakukan hal yang besar dan berguna.”

 


 

Akses Drama Korea Favorit di Aplikasi VIU Premium :

 

Anyway, Drama korea Queen for Seven Days ini bisa ditonton di aplikasi VIU Premium. Saya berlangganan aplikasi VIU untuk satu tahun sejak Februari 2021. Jadi untuk biaya langganannya adalah 200 rb/tahun. Murah, kan? 😁

 


Berlangganan aplikasi VIU ini memudahkan saya untuk mengakses drama terbaru dengan berbagai pilihan genre dan subtitle bahasa tanpa iklan. Untuk subtittle bahasa Indonesia bahkan bisa diakses sejak 24 jam penayangan di negara asal.

 

Nah, saya langganan bareng teman karena VIU bisa dipakai untuk 5 device. Jadi mudah banget kan? Hehe.

 


Oh iya, sistem pembayarannya bisa pakai apa aja, ada Gopay, Google Pay, Pulsa, Transfer Bank, dll. Saya pakai Google Pay untuk akun premium ini.

Kalau kau mau berlangganan VIU Premium, download Aplikasi VIU dulu ya.

Yuk nonton drama Korea di aplikasi VIU! :D

 


6 komentar:

  1. Aku mau nonton Drakor ini maju mundur soalnya masih nyimak drakor kerajaan juga trus alur ceritanya rada sedih tapi trnyata lumayan jga ya pas baca reviewnya jadi mau ikutan nonton juga

    BalasHapus
  2. Wah aku mau nonton ini belum sempat tp udah liat dikit2 trailernya. Kyknya menarik nih penuh intrik politik ya. Pemainnya juga cakep2 jadi daya tarik drama ini hehe.
    Nanti ah cobq mylai nonton TFS reviewnya.

    BalasHapus
  3. Banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik dari cerita ini dan cerita lain yang ada di Viu tempat menikmati film-film keren yg up to date

    BalasHapus
  4. Wah, aku belum selesai nonton Queen For 7 Days.
    Tapi selalu menarik melihat kisah zaman dulu dengan pelajaran yang bisa diambil hikmahnya. Park Min Young pake hanbok luar biasaaa... mantu idaman banget yaah..

    BalasHapus
  5. Kalau drakornya pakai pakaian tradisi bikin geregetan sih buat disimak, walau ini fashionnya beda dengan TGQSD.
    Noted dulu drakornya

    BalasHapus
  6. Aku nonton ini baru di awal. Abis kepo sama trailernya. Sayang kalau dilewatkan

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)