LET'S HELP MOSLEM ROHINGYA
Mari doakan saudara saudara kita kaum muslimin dimanapun mereka berada...
Rek. Bantu Rohingya:
» BCA 6760300860
» BSM 1010005557
» MANDIRI 1280004723620
» Permata Syariah 0970613048.
a.n Aksi Cepat Tanggap (ACT)
http://salam-online.com/2012/06/pembantaian-atas-muslim-myanmar-kian-menggila-mereka-butuh-bantuan-mari-bergerak-serempak.html
http://salam-online.com/2012/07/act-kirim-relawan-untuk-muslim-rohingya.html
Quote of The Day
Selepas musim yang berganti, cara terbaik untuk memudahkan syukurmu terlantun adalah dengan menyederhanakan harapanmu hari ini.
Jumat, 27 Juli 2012
LET'S HELP MOSLEM ROHINGYA
Label:
aksi cepat tanggap,
muslim,
rekening bantuan,
rohingya
Aku dan kamu sepasang doa yang saling mengamini.
Blogger | Bookworm | Suka nulis | Tegal
Email : sabilla.arrasyid@gmail.com
Sabtu, 21 Juli 2012
Resensi Novel Anak Mima dan Putri Jenna
![]() |
| First Novel: Mima dan Putri Jenna- Fita Chakra |
Judul buku : Mima dan Putri Jenna
Penulis: Fita Chakra
Diterbitkan oleh Tiga Ananda, creative imprint of Tiga Serangkai
Jumlah 64 halaman
Terbit Mei 2012
Harga Rp22.000,00
Resensi buku:
Mima seorang anak berambut keriting. Ia sejak kecil sangat gemar memakan wortel karena bunda sering memasakkan untuk Mima. Kata bunda, wortel baik untuk kesehatan mata.
Undangan ke pesta ulang tahun dari Tara membuat Mima senang sekaligus bingung. Saat ini Mima bingung menentukan apakah ia akan datang ke pesta ulang tahun Tara, teman sekelasnya. Mima tidak mempunyai gaun yang indah, juga kue yang ia sukai bukanlah coklat seperti kebanyakan anak lainnya. Coklat justru membuat giginya belepotan. Mima takut akan diejek oleh teman sekelasnya karena Mima ingin membawa jus wortel sebagai makanan kesukaan yang akan ditukar dengan makanan teman-teman lainnya di pesta tersebut.
Mima mengutarakan kegundahan hatinya ini pada Putri Jenna.
Siapakah Putri Jenna?
Mima berkenalan dengan putri ini saat sedang membersihkan gudang tempat almarhum bundanya menyimpan boneka kesayangannya. Sejak bundanya meninggal, Mima dirawat oleh Tante Sekar, adik ayah Mima. Ayah Mima sangat sibuk mengajar, jadi jika ada kesulitan, Mima sering meminta bantuan pada Tante Sekar.
Suatu hari, Mima tak sengaja menemukan satu diari yang disimpan di gudang. Diari ini dulu ditulis bundanya. Saat diary itu dibuka, keluarlah satu sosok peri cantik bernama Putri Jenna. Seperti namanya, Putri Jenna sangat cantik, dengan balutan gaun ala putri-putri kerajaan. Putri Jenna berjanji akan membantu Mima menpunyai sahabat baru.
Mima mengatakan pada Putri Jenna bahwa ia ingin seperti teman lainnya yang mempunyai gaun indah agar bisa pergi ke pesta ulang tahun Tara. Saat itulah, Putri Jenna mengusulkan agar Mima menggunakan uang yang ia simpan di celengan berbentuk patung kucing. Saat Mima pulang dari sekolah, Mima melihat Andin menangis di tepi jalan. Uang Andin yang didapatkannya dari hasil bekerja di sebuah warung makan sepulang sekolah telah dirampas oleh dua kakak kelasnya. Padahal uang itu akan digunakan Andin untuk mengobati penyakit ibunya. Akhirnya, Mima memberikan uang hasil celengannya itu untuk Andin.
Mima tak menyesal dengan keputusannya, hanya saja dia masih bingung akan menggunakan gaun apa ke pesta nanti. Mima tak berani meminta uang pada ayah yang telah bekerja keras untuk mencari uang untuk sekolahnya.
Nah, bagaimana Mima mendapatkan baju yang pantas untuk dikenakan ke pesta? Apakah Mima harus berbohong dengan membawa makanan yang tidak disukainya? Yuk, kita baca kisah Mima dan Putri Jenna!
Catatan dari saya :
Buku ini membuat saya makin jatuh cinta dengan dunia anak-anak. Buku ini berlatar belakang seri fairytale, tapi tidak menggunakan unsur sihir untuk mengabulkan segala keinginan Mima. Saya ingat betul, bahwa Cikgu Ali Muakhir mengajarkan kami para Pabers di komunitas penulis bacaan anak untuk menonaktifkan unsur sihir dalam buku yang pabers tulis. Bukan apa-apa, karena penulis ingin agar tidak ada unsur syirik yang mengarah pada keinginan terkabulnya suatu impian hanya dengan menjentikkan satu jari. Penulis ingin mengajarkan bahwa mandiri itu penting, berusaha itu penting, menabung itu penting. Tidak bisa kita minta pada peri seperti Putri Jenna untuk mengabulkan segala pinta hanya dengan santai saja. Nah, saya menemukan aplikasi saran dari cikgu Ali tadi di buku ini.
Di buku ini, peran Putri Jenna, Ayah, juga Tante Sekar lebih sebagai pendamping Mima. Mima bisa berdiskusi dengan mereka, mengemukakan pendapat, menanyakan apa yang ia tidak mengerti dan mencari solusi bersama. Bukan sebagai orang yang menyuruh mengambil keputusan ini dan itu, justru Mima lah yang akan mengambil keputusan apakah ia akan menggunakan uang yang ia tabung untuk temannya, atau tidak. Apakah ia akan membawa baju yang indah atau tidak. Apakah kue yang akan dia bawa adalah kue kesukaannya ataukah kue yang tidak ia sukai.
Buku ini mengajarkan kemandirian. Mima yang ingin mendapatkan gaun cantik, harus rela mengambil uang hasil celengannya yang ia tabung selama ini. Buku ini juga mempunyai kekuatan di diksi dan karakter tokoh. Pengenalan karakter putri baik hati membuat saya takjub, point penting ini sampai ke pembaca anak-anak, bahkan juga ke pembaca dewasa.
Buku ini juga mengajarkan sikap keterbukaan terhadap keluarga. Interaksi antara anak dan orang tua berjalan lancar, mengalir, tanpa ada keinginan untuk mendominasi anak-anak.
Saya suka inti dari buku ini, bahwa putri cantik bukan karena baju yang mahal, kulit yang putih atau hidung yang mancung. Tapi seperti yang penulis tuliskan di akhir buku ini :
Syarat menjadi seorang putri Hati yang cantik Senyum tulus, tidak dibuat-buat. Tidak malu mengatakan apa yang disukai, meskipun orang lain tidak menyukainya.
Akhir kata, selling point buku ini adalah karena buku ini merupakan hasil seleksi workshop menulis yang diadakan oleh Penerbit Tiga Serangkai, maka pasti buku ini akan menjawab rasa penasaran kita terhadap kebutuhan buku-buku anak yang sarat dengan nilai edukatif.
Semoga buku ini menginspirasimu juga ya, teman. ;)
Artikel ini diikutsertakan dalam Kuis Resensi Mima dan Putri Jenna yang diadakan oleh Fita Chakra
Label:
buku anak,
fita chakra,
giveaway,
komunitas pabers,
kuis,
lomba,
mima dan putri jenna
Aku dan kamu sepasang doa yang saling mengamini.
Blogger | Bookworm | Suka nulis | Tegal
Email : sabilla.arrasyid@gmail.com
Jumat, 20 Juli 2012
Kuis Berhadiah 5 Kumcer dari Mba Fanny
Bismillah...
Lama tak mengunjungi blog mba Fanny, tadi aku liat di list blogroll, mba Fanny membuat postingan baru berjudul KUIS BERHADIAH 5 BUKU KUMCER
Dear friends, dari judulnya saja sudah bisa ditebak kan? Kalau mba Fanny sedang mengadakan hajatan lagi alias giveaway a.k.a kuis. Sebagai kuis hunter sejati, aku terpanggil untuk ikutan ngeramein hajatan ini. Hihi. Gapapa ya, mba Fanny. Jangan bosen kalo aku sering ikutan GA mbak. Wekeke. Menang ga menang yang penting eksiss... :P
Kali ini mba Fanny membuat kuis dengan hadiah 5 buku kumcer yang ia tulis. Caranya gampang aja. Ikuti petunjuk di postingan ini. Dan kirimkan sebelum tanggal 25 Juli 2012 jam 15.00 WIB. Ayo kirim sekarang, biar bisa dapet bukunya ;) Yang pasti, setauku mba fanny orangnya disiplin. Kalo telat dikit ga akan dimasukkan ke list peserta, hehe :D jadi, buruan aja ikutannya sekarang. Takut kena pinalti deadline atau koneksi lemot pas deadline. Ekeke. :P
Yuk, pilih kumcer pilihanmu dan dapatkan hadiahnya. ;)
Kalau aku pilih kumcer ini. Cute kan covernya? Hehe... :D
Wish me luck!. ;)
Tegal, 200712, 19:38
Label:
giveaway,
kuis,
lomba,
sang cerpenis bercerita
Aku dan kamu sepasang doa yang saling mengamini.
Blogger | Bookworm | Suka nulis | Tegal
Email : sabilla.arrasyid@gmail.com
Selasa, 17 Juli 2012
Alhamdulillah, menang! :D
Bismillah...
Alhamdulillah, juli banyak dapat kabar baik juga. :) Setelah pekan kemarin sempat sakit radang tenggorokan dan harus istirahat. Alhamdulillah, kemarin aku dapat kabar baik. Salah satu puisiku masuk di 5 puisi hiburan lomba puisi perjalanan yang diadakan oleh Gola Gong. hehe. Alhamdulillah banget. Ga nyangka bisa lolos. :D
Awalnya aku sempat ragu mau kirim, karena udah jam 12 siang, mepet banget kalo harus ke kantor pos yang entah jam berapa tutupnya. Pas jam 13.30 itu aku baru selesai ngeprint dan nempel print alamat. Jadilah aku janjian dengan mbak Widhie buat ketemuan. Sekalian ke kantor pos. Pas nyampe ke kantor pos, ga taunya udah tutup. jadi ga bisa kirim pake paket kilat. waduh, ini asli deh, aku niat ga ya ikutan lombanya? Sampe ditanya2 juga sama adekku, "mbak niat ga kirim?" udah siang. wkwk. Okelah, pas di kantor pos itu aku nanya, apa bisa kirim pake prangko aja? Alhamdulillah, boleh. meski mungkin nyampenya 1 minggu setelahnya, yang penting cap pos nya tgl 30 Juni. :D
Yaudah, aku tetep kirim pake prangko. Hehe. Alhamdulillah, pas liat pengumuman, jadi salah satu yang lolos dan dapet hadiah paket buku :D
Seneng deh, hehe. Ini kedua kalinya menang di event yang diadakan Gola Gong. ^^
Truus, dapet buku dari mba nelfi Syafrina @nelfisyafrina di #kuisjumat di twitter. hadiahnya buku detik demi detik.
Sama dapet buku dari kuis di twitter @erlanggaforkids hehe :D alhamdulillah. :D
Kemarin-kemarin sempet dapet tiket nonton film cinta di saku celana dari star vision untuk 2 orang, tapi udah kuhibahkan. Sama dapet tiket jason mraz night, udah dihibahkan juga. hehe, kalo rejeki emang bisa ditemui dimana aja ya. Padahal iseng ikutan kuisnya hehe :D
Dan alhamdulillah, makasih yang udah doain adekku. kemarin dia lolos SNMPTN jurusan sastra jepang UNPAD. hehe. sekarang lagi registrasi ngurus-ngurus keperluan akademiknya sama ortuku. semoga dimudahkan juga untuk perjalanan 4 tahun ke depan dan bisa dapet beasiswa ke Jepang. Aamiin.
Makasih doa dan ucapan penyemangatnya selama ini ya, teman2. Itu sangat berarti buatku. ^^
Thanks, Allah. Alhamdulillah ^_^
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
Tegal, 170712, 11:39
Label:
hadiah buku,
kuis,
kuis hunter,
lomba,
menang,
twitter
Aku dan kamu sepasang doa yang saling mengamini.
Blogger | Bookworm | Suka nulis | Tegal
Email : sabilla.arrasyid@gmail.com
Kamis, 12 Juli 2012
Review Puisi Ririe Khayan
Pada Cinta tanpa penjelasan.
Bara Cinta yang berasap rindu mengudara
Menggelombang pada semesta kasih sayangmu
Pada tarian asa dalam ruang nurani,
Impianmu mengalun bagai tetes hujan
Untuk nama dihati yang tak akan pudar
Dengan kenangan-kenangan merantai rasa
Inginku tetap dalam dekap ajaib yang bergelora dan mengampuni
Yang tak kenal sesal untuk semua yang terberikan
Pada udara yang setia mengalirkan partikel-partikelnya
Ketika langit menghampirkan bintang gemintang
Kuhamburkan untaian doa pada himne malam yang sacral
Untuk cinta tanpa penjelasan dari nadi ayah bunda
Puisi adalah bagian dari
sisi terdalam seseorang, yang mungkin tidak bisa ia ungkapkan lewat verbal. Dan
kali ini mba Ririe Khayan bersedia membagi isi hatinya pada kita. ;)
Pada cinta tanpa penjelasan. Bahwa cinta akan bergelombang seperti tarian yang akan selalu kita
rindukan. Di dalam hati, di setiap sanubari. Impian juga adalah tetesan hujan
yang akan meninggalkan partikel kenangan itu dalam sebuah bilik bernama rindu.
Dalam sebuah cinta, tak ada kata sesal. Sebab cinta adalah memberi. Seperti
yang ditulis di bait ini "Yang tak kenal sesal untuk semua yang
terberikan." Di situlah letak indahnya cinta. Di udara
manapun ia membentang, ia akan menghamburkan untaian doa untuk sebuah cinta
tanpa penjelasan.
Puisi ini pasti untuk
seseorang yang istimewa bagi mba Ririe. Seseorang yang akan membaca puisinya
dan menemukan sebuah perasaan haru, bahwa ada yang mencintainya seperti udara
dengan hamburan doa-doa. Bukankah doa adalah yang terbaik yang bisa kita
berikan bagi yang kita sayangi? Maka apakah ada cinta yang perlu penjelasan?
Cinta akan menemu kita, para pecinta dengan caranya sendiri. Dengan segala doa,
semoga mba Ririe segera menemukan cinta tanpa penjelasan itu, yang tak akan
membelenggu, tapi membebaskan kita dari perasaan bersalah. Karena cinta adalah
bahagia, maka berbahagialah wahai jiwa. :)
Tegal, 120712, 14:05
Artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway Kidung Kinanthi Kata dalam Puisi
Aku dan kamu sepasang doa yang saling mengamini.
Blogger | Bookworm | Suka nulis | Tegal
Email : sabilla.arrasyid@gmail.com
Rabu, 04 Juli 2012
Review Revolvere Project – Kau yang Mengutuhkan Aku
Review Revolvere Project – Kau yang Mengutuhkan Aku
Masalah
selalu terjadi di setiap tempat, tak ada salahnya kalau kita membuka diri,
melihat bagaimana orang dari seberang sana keluar dari benang kusut hidupnya.
Cara paling mudah adalah melalui film. Inilah yang sengaja ditampilkan Fahd,
dkk lewat Revolvere Project.
Warna,
tradisi, budaya, dan angle yang sangat variatif membuat film mampu membawa
kekayaan ide itu ke terkonsep di layar. Tentang turun naik hubungan dengan
seorang wanita pastilah menjadi ide yang dahsyat jika dikemas dengan indah.
Balutan nuansa kekaguman membuat saya menuntaskan video revolvere Project ini dan mengulangnya kembali
berkali-kali untuk menyerap ide dahsyat yang berisi sebuah pesan kebaikan.
Video
Revolvere Project ini berformat : fiksi-musik-visual. Para penonton diajak berkisah
mengenai diri mereka sendiri, menciptakan AHA moment saat menikmati karya ini. Mengajak
para penonton untuk sejenak berkaca dan mengatakan “Iya, saya juga mengalami
hal ini.” Alur, setting, karakter, dan tokoh yang sederhana justru membuat
penonton tidak bosan untuk menatap sisi dalam karyanya. Ada Aha moment yang
akan menciptakan kejutan-kejutan di dalamnya. Yang mengajak pikiran dan
perasaan penonton pada pikiran dan
perasaan tertentu.
I’am
a really fascinated by words. Kata-kata indah dan berima membuat hati saya serasa
menemukan irama teratur. Meresonansi hati saya untuk berdetak lebih kencang.
Klise, tapi begitulah faktanya. Video ini punya “nyawa”.
Saya
tahu Fahd, dkk membuat lirik dan notasi, otomatis mereka juga memanjatkan doa
bahwa karya ini akan sampai ke pembaca. Ide-ide perubahan yang membuat penonton
diajak untuk bisa menelaah lagi tentang masalah dalam kehidupan. Sajak yang
dibuat Fahd selalu membuat sajak tersebut berpremis positif. Terutama di video
ini, Fahd menggabungkan antara konsep lagu, film, dan sajak. Karya ini adalah
persembahan jiwa Fahd, dkk pada anda,
penontonnya. Revolvere Project punya ekspektasi dan doa agar video ini selalu
bermakna saat ditonton.
Karya
terkonsep dan mengedukasi namun tidak disampaikan secara frontal seperti yang
dipaparkan di video ini, membuat saya langsung jatuh cinta pada karya Fahd,
dkk. Karya yang baik adalah karya yang mengedukasi dengan hal simple sehingga lebih mudah
ditangkap, dicerna, dan akhirnya menancap di benak orang. Karena menurut saya, hanya karya yang
bernilai edukasi, apapun itu, baik tulisan, lagu, maupun film pendek yang mampu
menyentuh dan diterima khalayak.
Video
ini bercerita tentang dua anak manusia yang saling jatuh cinta dan menahan diri
untuk tidak melakukan hal yang merendahkan cinta yang mereka jalin. Ada
pergulatan batin antara dua tokoh utama. Pergulatan batin yang membuat klimaks
cerita menjadi lebih indah, karena terjadi dialog dengan penekanan karakter
tokoh. Dialog yang terjadi antara karakter yang satud engan yang lain terjadi
secara alamiah. Sehingga tidak ada dorongan keinginan untuk member tahu sifat
salah satu karakter.
Untuk
meningkatkan kemampuan visualisasi, Fahd, dkk mampu menggantikan kata-kata
menjadi gambar. Menulis script video adalah seni kesedikitan kata dalam
menulis. Tidak seperti novel yang semuanya serba dijelaskan dengan kata-kata,
menulis script kata-katanya sangat sedikit dan tidak lengkap. Kesan lengkap
didapat dari bentuk visual yang dapat ditangkap mata dan tidak dengan melihat. Di
sinilah penulis script video ini harus memindahkan kata-kata ke dalam bentuk
visual. Tujuannya untuk menunjukkan, bukan membicarakan. Maka tujuan penulis adalah memilih bagian
mana atau gambar mana yang paling efektif untuk menceritakan seluruh scenario atau
cerita.
Setiap gambar akan menjadi kanvas dan gambar yang penulis pilih akan mengganti semua perasaan dari sebuah adegan, bahkan bisa mengganti mood-nya.
Ada
gambar yang menggambarkan emosi tokoh dalam videonya. Dialog menggambarkan
perasaan emosional, dialog juga menimbulkan konflik di antara karakter.
Seperti
yang ditulis di script :
“Ada dua jenis kerinduan,” katamu suatu hari, “Kerinduan pertama tersebab kita pernah merasakan sesuatu dan kita menginginkannya kembali. Kerinduan kedua tersebab kita tak pernah mengalaminya dan benar-benar ingin merasakannya, setia menunggu dalam penantian yang lugu.
“Aku memilih yang kedua,” kataku.
“Aku juga,” katamu. Tersenyum.
Di dialog ini terjadi pergulatan batin antara kedua tokohnya. Masing-masing menimbang keputusan untuk tetap bersama menahan perasaan yang menderu atau kalah oleh nafsu.
Ciuman pertama kita, selalu
urung kita rayakan. Bukan tidak bisa, tapi tidak saja. Meski sebenarnya ingin,
aku harus bertahan. Kamu bukan hakku, dan aku tak mau kehilangan debar itu:
rasa rindu yang tak habis-habis menghadirkan bayangmu di malam-malam
insomniaku.
Tak
ada ciuman, tak ada pelukan. Kedua tokoh merasakan kekaguman dalam diri mereka,
bahwa penantian itu pada akhirnya membawa cinta yang lugu kepada tafsir-tafsir
cinta yang tidak dinodai oleh nafsu. Sedikit memang yang bisa meneguhkan hati,
apalagi di jaman sekarang. Tapi, ah ya. Tuhan lah yang akan menjaganya dalam
doa-doa yang mengalun di setiap sujud. Seperti di dialog script ini:
"Yang penting bukan itu.
Apa artinya kita berdua, bermesraan, tapi tak pernah saling mendoakan?"
Saat
saya membaca teks ini, saya gemetar. Mungkin ini yang dinamakan aha moment oleh
Fahd. Moment di mana kita akan merasakan menjadi tokohnya. Mendapatkan pencerahan
dari dialog-dialognya yan sederhana tapi mengena di hati.
Kamu tersenyum. Mengangguk perlahan. “Aku mencintaimu,” katamu.
“Aku juga. Kau yang mengutuhkan aku.”
Kamu tersenyum. Mengangguk perlahan. “Aku mencintaimu,” katamu.
“Aku juga. Kau yang mengutuhkan aku.”
Sampai
di akhir video saya dibuat tersenyum dan mengamini lagu yang mengalun lembut.
Bertahanlah,
sebentar lagi
sampai kau ikat diriku...
Sebentar
lagi, tidak lama lagi. Bagi sebuah penantian yang lugu, segala hal beraroma
penantian berarti menabung rasa rindu menjadi curahan perasaan yang akan
dipanen suatu saat nanti. Sampai tiba waktu dia yang mengutuhkan aku akan
menggenapi hari-hari. :) Ah ya, over all. Saya suka karya Fahd, dkk. Semoga
karya berikutnya akan selalu menginspirasi. :D
Artikel ini dikutsertakan dalam Lomba Review Revolvere Project yang diadakan oleh Fahd Djibran
Transcript Kau Yang Mengutuhkan Aku
Transcript Kau Yang Mengutuhkan Aku
Tegal, 040712, 23:23
Aku dan kamu sepasang doa yang saling mengamini.
Blogger | Bookworm | Suka nulis | Tegal
Email : sabilla.arrasyid@gmail.com
Senin, 02 Juli 2012
Your Song: Dirimu dalam sebuah lagu
Bagiku lagu ini
sangat mengena, apalagi di bulan juni kemarin terjadi banyak hal tidak terduga.
Termasuk saat aku akhirnya menemukan apa yang aku inginkan selama ini.
Seseorang yang bisa mengerti inginku. Seseorang yang datang padaku untuk bisa
menyembuhkan luka hatiku selama ini. Aku menemukan dia. Selama ini, ketakutan terbesarku
adalah menemukan seseorang yang salah dan aku sangat takut terluka lagi. Masa lalu bagiku
seperti kibaran angin yang sering membuat galau. Tapi saat dia memberanikan
diri untuk bertanya padaku apakah aku akan menggenapi hatinya, aku tahu, dia
tidak main-main dengan takdir kami. Aku tahu kami sudah dewasa untuk bisa
menentukan kehidupan kami.
Aku tahu bahwa
lagu ini mencerminkan impianku, bahwa aku akan tetap berada di posisi yang dia
inginkan. Tahun ini mungkin akan terjadi sejarah besar dalam hidup kami. Aku
tahu aku menunggunya hadir dalam hidupku sejak bertahun-tahun lalu. Dan aku tak akan melepaskan lagi kesempatan yang
hadir demi sebuah kalimat, "Kamu melengkapi hidupku. Our future is forever."
'Cause I love
you
I will be with
you
Wherever you are
Can you feel my
heart?
Can you feel my
heart?
Can't you see,
you're my dream
Secret of my
heart
Our future is
forever
Lyrik versi japanese bisa diklik di sini. Lyrik versi english di sini
Tegal, 020712,
23:38
Label:
giveaway,
lagu jepang,
Mai Kuraki,
Secret of my heart
Aku dan kamu sepasang doa yang saling mengamini.
Blogger | Bookworm | Suka nulis | Tegal
Email : sabilla.arrasyid@gmail.com
Minggu, 01 Juli 2012
Berjalan
Berjalan
By
Ila Rizky Nidiana
Sebuah titik perjalanan
yang sempat terlintas
menyuruhku memeriksa kembali
ke belakang
jejak kaki yang dulu
kusibak
dengan banyak noktah
hitam yang menitik
Di pantai, di sudut
kota asing
aku belajar mengeja isyarat Tuhan
tentang takdir yang
bergulir pelan
Aku tak akan pernah
bisa berbalik
menatap bayang nisbi yang
kulepas perlahan
Di temaram lantai
masjid
di hamparan kaki langit
di dekapan pantai
senggigi
Aku tahu Tuhan
memaafkan
jejak yang tertinggal
Aku akan tetap berjalan
menemuNya di sujud
doadoa malam
untuk bersegera kembali
pulang
300612
Label:
puisi
Aku dan kamu sepasang doa yang saling mengamini.
Blogger | Bookworm | Suka nulis | Tegal
Email : sabilla.arrasyid@gmail.com
Jumat, 29 Juni 2012
Hajatan Anak Pertama : Jejak Sang Pelindung
Bismillah...
Hari itu, aku baru saja membuka beranda facebookku. Lama tak melihat adekku update status di jejaring sosial itu, aku pun iseng mengetik namanya dan melihat apa yang dia lakukan. Kulihat ada satu postingan baru. Postingan itu mengarah ke blognya di tumblr. Kubaca sejenak tulisannya...
3 detik berlalu... tak ada reaksi
5 detik berlalu... masih diam saja
20 detik berlalu, dan tiba-tiba aku berhenti mengarahkan kursor laptopku. Tertunduk malu pada sebuah tulisan yang diarahkan padaku.
Bagiku, itu berarti segalanya
~ my sister (Ila Rizky) inspired by storiesthis quote always showing me how to believe when i fall a part. thanks sis :)
Aku diam lebih lama. Teringat banyak hal yang kami bicarakan dulu saat membahas isi tulisan itu. Sebelumnya aku berdiskusi dengannya saat ia mengajakku menonton film kartun di rumah. Kukatakan padanya,
"Coba tadi dia bilang apa ya?(sambil menunjuk tokoh yang kumaksud) Benarkah si tokoh bilang kalau blablabla..."
Lalu aku menggumamkan perlahan salah satu kalimat yang diucapkan si tokoh kartun itu berulang kali, sampai si adek bilang, "mbak ngapain kata tadi disebutin terus?" Aku hanya nyengir saja.
Dan, ya... usainya, malam harinya aku menulis kisah yang kami bahas ini.
Jadilah tulisan Bagiku, itu berarti segalanya.
Aku tak pernah menyangka kalau ingatannya tentang kata-kataku itu akan terus membekas, Bahkan ditulis di blognya. Baginya, mungkin aku adalah kakak yang belum sempurna, tapi aku tahu, kami bertumbuh bersama. Banyak hal suka dan duka, kadang terlewati dengan candaan dan kali ini mungkin dengan sedikit air mata.
Aku tahu aku belum sempurna menjadi seorang kakak, anak pertama. Aku tahu banyak hal yang masih menjadi kewajibanku dan belum bisa kutunaikan dengan paripurna. Mendampingi mereka di saat mereka suka maupun duka. Mendampingi mereka dengan menjadi sahabat. Meneguhkan hati disaat tak ada lagi teman di luar yang bisa dipercaya. Aku sebagai anak pertama, selalu mengusahakan untuk berdiskusi dengan mereka, meski kutahu, dalam 1-2 tahun terakhir aku banyak mengabaikan peranku.
Aku tahu aku banyak menyimpan perasaanku sendiri. Kadang tanpa sadar aku mengabaikan berbicara dengan mereka ketika aku mempunyai masalah, Iya, aku tak berbicara pada mereka, adik-adikku, untuk meminta bantuan.
Sampai suatu saat aku tahu, bahwa aku tak lagi menjalani peranku sebagai anak pertama dengan sempurna. Tiga dari adikku kehilangan pegangan, mereka bingung harus berpijak kemana ketika sang kakak justru punya masalah besar dalam hidupnya. Disorientasi visi hidup. Aku bermasalah dengan hidupku satu tahun terakhir, sampai mengira bahwa hanya akulah saja yang mengalami banyak masalah. Hanya aku saja yang mengalami guncangan hidup. Padahal, mungkin saja dia, juga kedua adikku yang lain mengalami masalah di sekolahnya. Jika bukan padaku tempat mereka berkisah? Pada siapa lagi?
Dan, aku tertegun saat melihat dia bertumbuh dengan lebih baik. Lebih dewasa. Tanpa sayapku. Tanpa perlindunganku. Aku tahu peranku sebagai anak pertama sudah mulai bisa kulepas perlahan, tapi tidak sepenuhnya. Dia masih membutuhkan doaku, dia masih membutuhkan dukunganku. Hanya, kali ini dia jauh lebih bertumbuh. Sayapnya mulai bisa mengepakkan, mengarahkan dia ke mana pun mimpi membawanya.
Sampai kuingat dia menuliskan kata-kata ini.
“Kampus kalian adalah tempat yang terlalu mahal untuk bercita-cita rendah.” - “ ITB ! ”
Bagi Saya..Bagi saya, masa penerimaan mahasiswa baru adalah masa berkaca akan perjuangan masa lalu dan merupakan saat membuat skenario “perjuangan” selanjutnya.Bagi saya, masa ujian akhir semester adalah masa mengingat kesalahan,kebodohan, ataupun segala pencapaian selama semester tersebut.dan Bagi saya, masa-masa wisudaan adalah masa ter-melankolis.melankolis karena emosi yang meluap dari wisudawan,melankolis karena semangat menggelora dari kawan-kawan yang mengarak,dan melankolis karena membuat saya berfikir bahwa suatu saat nanti kita akan meninggalkan kampus ini dan menjadi seorang wisudawan yang diarak oleh kawan-kawan kita.“karena dalam setiap perjumpaan selalu ada perpisahan, disetiap kedatangan ada kepergian”Happy Graduation :D
sumber : di sini
Aku tahu doaku telah dijawab Tuhan. Aku pernah menitipkan ia padaNya. Agar ketika aku tak bisa menjaganya, Tuhanlah yang menjaganya untukku. Sayapku mungkin tak sempurna, mungkin juga terlalu rapuh, tapi Tuhan selalu punya cara untuk melindunginya di mana pun dia berada.
Aku tahu, aku tak akan pernah menutup doaku sampai kapanpun. Doa adalah senjataku untuk melindunginya. Doaku untuknya agar selalu menjadi yang terbaik di dunia dan akhirat. Menjadi penerus generasi bangsa. Aku tahu dia mulai mengepakkan sayapnya. Jauh ketika aku tak bisa menyimpan banyak kisah di kotak impian kami, dia tetap menggenggamnya erat-erat. ITB adalah cita-citanya, dan kuharap ia lulus tepat waktu 2 tahun lagi dengan hasil terbaik.
Aku tahu, aku tak akan pernah menutup doaku sampai kapanpun. Doa adalah senjataku untuk melindunginya. Doaku untuknya agar selalu menjadi yang terbaik di dunia dan akhirat. Menjadi penerus generasi bangsa. Aku tahu dia mulai mengepakkan sayapnya. Jauh ketika aku tak bisa menyimpan banyak kisah di kotak impian kami, dia tetap menggenggamnya erat-erat. ITB adalah cita-citanya, dan kuharap ia lulus tepat waktu 2 tahun lagi dengan hasil terbaik.
Have a great day, dek.
Semoga Tuhanmu yang maha mengabulkan pinta hambanya, selalu menjagamu, juga keluarga kita. Aamiin :)
Tulisan ini diikutsertakan dalam Hajatan Anak Pertama yang diadakan oleh Sulung Lahitani
Tegal, 290612, 05:54
~ketika sayapmu rapuh yang kamu perlukan hanyalah kembali pada keluargamu. Itu saja.~
Label:
giveaway
Aku dan kamu sepasang doa yang saling mengamini.
Blogger | Bookworm | Suka nulis | Tegal
Email : sabilla.arrasyid@gmail.com
Rabu, 27 Juni 2012
Giveaway Azzet : Sinergi Lewat Blog ~ Bercerita, Bersahabat, dan Berbagi
Giveaway Azzet :
~ Sinergi Lewat Blog
~
:Bercerita, Bersahabat, dan Berbagi
Jam
dua siang hari waktu Tegal. Aku menenggelamkan diri pada rak buku-buku yang
sudah tua. Di perpustakaan kota ini, banyak sekali buku yang menarik,
sebenarnya begitu. Tapi, aku kesulitan membaca cepat belakangan ini. Jadi kadang
aku singgah ke perpustakaan, lalu membaca di sana. Itulah salah satu cara untuk
membuatku mau tak mau menuntaskan bacaan sampai habis hari itu juga.
Kuarahkan
kakiku berjalan menuju rak buku di pojok belakang Di deretan itulah buku-buku
fiksi menjadi kegemaranku. Kuambil dua buku, lalu segera berkemas duduk kembali
di kursi yang tadi kusinggahi sejenak. Perpustakaan ini tempat yang istimewa.
Selain karena koleksi bukunya yang lumayan banyak, juga karena tempatnya nyaman
untuk bertemu dan bertegur sapa dengan seseorang.
Hari
ini untuk kesekian kalinya aku berjanji menemui seseorang. Seorang sahabat
baru. Namanya Nur Aliah Saparida. Panggil saja Widhie. Dia baru kukenal
setengah tahun belakangan. Agak rumit kami menyimpulkan apa yang terjadi. Perkenalan
yang terjadi lewat dunia maya yaitu blog, bisa-bisanya berlanjut ke dunia
nyata? Tapi begitulah takdir sering membuatku tercengang. Dan hari ini aku berjanji
bertemu lagi dengannya.
Kami
berkenalan berawal dari dunia blog. Aku yang sejak tahun lalu mempunyai
kegemaran baru mengumpulkan informasi lomba-lomba menulis di blogku,
mengantarkan dia untuk singgah di blog personalku dan bertegur sapa lewat
komentar dan chat di fb. Agak lama aku intens berkomunikasi dengannya karena kami
sama-sama mengerjakan beberapa project nulis buku antologi bareng. Dan tahukah
kamu, saat ini dia jadi sahabatku. Banyak hal yang tidak bisa diceritakan pada
orang lain, justru bisa dengan mudah kukatakan padanya. Seperti siang ini, aku
menceritakan banyak kisah hidupku.
Ruang
perpustakaan ini sunyi, karena sudah jam dua siang. Penghuninya yang sebagian
besar berisi para siswa sekolah sudah pulang ke sekolah masing-masing. Satu persatu
pengunjung di ruangan ini sudah pulang. Hanya ada aku yang menekuri buku-buku
pilihanku tadi. Juga tiga orang staff perpustakaan yang sedang mengobrol lama
di sudut ruangan. Hp ku berbunyi, tanda sms masuk. Dia sudah datang dan kami
memilih buku-buku untuk dipinjam. Bersegera pindah tempat, karena jam sudah
menunjukkan jam tiga sore. Perpustakaan hampir tutup. Kami pun beralih
berdiskusi di sebuah tempat makan dekat masjid agung tegal. :D
Andai
bisa kuurai bagaimana takdir mengantarkan kami bertemu, kujawab itu kuasa
Tuhan. Takdirlah yang mempertemukan kami di blog. Lalu kemudian berkomunikasi
di dunia nyata. Dan saat pertemuan itulah aku baru tau kalau dia adalah
sahabatnya sahabatku. Dia sahabat Asti. Seorang sahabat yang juga kukenal dari
dunia blog sejak tahun 2006 di multiply. Tapi baru bertemu di tahun 2008. Aku dan Asti cukup dekat, bahkan aku
lah yang menjadi sahabat satu-satunya yang menemaninya bertemu dengan calon suami yang sekarang menjadi suami asti.
Aku
yang tertegun mendengar dia adalah sahabat Asti amat sangat tak menduga. Aku hanya
berucap hamdalah. Bloglah sarana yang mengikat kami dari awal. Blog pulalah
yang membuat kami berjanji bertemu untuk pertama kalinya. Blog pulalah yang
membuat kami menjadi sahabat dalam waktu yang singkat. Kadang obrolan di kopdar
kami sering berbincang tentang teman-teman grup nulis, juga teman-teman blog
yang intens bertegur sapa via id grup Warung Blogger yaitu id twitter @warung_blogger.
Dari
blog pula, mengalir banyak rejekiku. Blog menjadi pembuka jalan bagiku untuk
mulai menulis lagi setelah vakum 2 tahun. Aku pernah menuliskannya di sini. Trauma masa lalu pelan-pelan hilang
karena aku menulis lagi di blog. Kini aku intens menulis sampai saat ini sudah menulis 34 buku antologi bersama teman-teman
grup nulis.
Aku
pernah mengalaminya juga, mendapatkan banyak hadiah lomba-lomba menulis di blog
maupun kuis. Ada GA mba Rany Yulianti, Pak dhe Cholik, mba Fanny Sang cerpenis, dll. Juga bertemu banyak sahabat sahabat baru yang sering bertegur sapa
baik secara personal maupun via blog mereka.
Dari
merekalah aku belajar banyak tentang makna berbagi. Seperti saat tahun lalu aku
ikut dalam kegiatan berbagi buku bersama para blogger. Kini sudah sampai fase
ke 4. Sungguh tak menyangka respon gerakan hibah sejuta buku para blogger sangat
menakjubkan. Untuk lebih detail tentang hibah sejuta buku bisa dibaca di sini.
Mari
berbagi karena di luar sana banyak anak yang membutuhkan uluran tangan kita
untuk membagikan buku-buku bermutu. Kurasa, kita bisa mulai program hibah buku
ini dari diri sendiri, dari kita para blogger untuk mencerdaskan anak negeri.
Maka
kuucapkan sekali lagi, terimakasih duhai pencetus blog. Karena lewat merekalah
kita bersahabat, karena lewat merekalah kita bersinergi menjalin pertemanan. Bukankah
silaturahim juga melancarkan rejeki? Semoga rejeki kita mengalir pula via blog.
Baik rejeki berupa persahabatan maupun ketemu jodoh. Ya, siapa tahuu yaa, jodohku yang belum nongol bisa ketemu dari
blog. Wekeke. :D Semoga pertemanan kita selalu membawa berkah. Aamiin ;)
Tegal.
270612, 08:26
Tulisan ini diikutkan pada kontes Betapa Senangnya Ngeblog dan
disponsori oleh Mahabbah.
Aku dan kamu sepasang doa yang saling mengamini.
Blogger | Bookworm | Suka nulis | Tegal
Email : sabilla.arrasyid@gmail.com
Minggu, 24 Juni 2012
Aku menemukanmu
“Aku menemukanmu,
saat rintik hujan berhenti
mengubah rona semestamu
dalam isyarat sunyi
Dan aku menemukanmu
di sini.”
saat rintik hujan berhenti
mengubah rona semestamu
dalam isyarat sunyi
Dan aku menemukanmu
di sini.”
Coming Home halm 314 ~by Sefyana Khairil
Aku suka kata-kata ini. Sejak dulu ngefans sama mba Sefry. Eh, ternyata kita seumuran ya? hihi... semoga bisa menulis yang mirip2 lah. :P Seenggaknya, menulis menggunakan hati, biar ngena ke pembaca. Dan aku selalu suka hujan. :D
Aku dan kamu sepasang doa yang saling mengamini.
Blogger | Bookworm | Suka nulis | Tegal
Email : sabilla.arrasyid@gmail.com
Langganan:
Komentar (Atom)










