Quote of The Day

“Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebaikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (Q.S. al-Ahqaf: 15)

Monday, 16 October 2017

Pertemuan yang Asing

Ada orang yang Allah hadirkan dalam hidup saya hanya sepintas lalu, kemudian menghilang. Tanpa sempat membuat perubahan besar dalam hidup. Sekadar singgah sejenak lalu pergi seperti orang asing yang sedang mengembara. Ia akan kembali ke negeri antah berantah, kembali ke dunianya sendiri.

pantai alam indah, kota Tegal (dokpri)


Dulu waktu kecil, saat ada seorang teman sekolah saya yang pindah ke luar kota sebanyak tiga orang. Saya nggak percaya bahwa suatu saat kami akan ketemu lagi. Tapi pertanyaan saya terjawab saat di akhir masa perkuliahan saya bertemu dengan salah satu dari tiga orang ini, lengkap dengan intensitas obrolan yang jauh lebih berbobot dibanding dulu. Dibumbui dengan sedikit drama dan saya bertanya-tanya mengapa Allah memberi saya pemahaman baru lewat filosofi hidup yang ia utarakan dalam percakapan kami.

Kadang saya bertanya mengapa ada orang-orang yang didatangkan Allah dalam wujud pertemuan sesingkat itu. Tidak berbekas sekali, tapi membuat saya bertanya-tanya kembali. Mengapa harus lewat saya jalan hidup absurd itu harus dilalui? Mengapa pertemanannya harus sekarang? Mengapa bukan dulu atau pun lainnya.

Pertanyaan yang muncul satu per satu karena saya penasaran mengapa takdir sepertinya mendatangkan orang-orang asing tanpa sempat kami saling mengenal lebih jauh. Bahkan ada pula orang yang saya kenal justru lewat seseorang di masa lalu. Lucu, tapi ya gimana lagi. Perkenalan yang buat saya terkesan aneh. Kok iso sih aku kenal karo cah iku lewat awakmu?

Kadang saya bertanya, apa jika saya menginvestasikan pikiran, perasaan dan energi saya untuk mengulurkan persahabatan pada orang-orang baru, akankah mereka akan memberikan hal yang sama? Sesuatu yang membuat saya mahfum bahwa hidup hanyalah persinggahan-persinggahan.  Ya, hanya jeda sejenak.

Kereta kehidupan yang kita gunakan akan berhenti di stasiun kenangan. Baik kenangan indah ataupun buruk, kenangan tetaplah kenangan. Akankah membekas atau tidak tergantung bagaimana kita menyisihkan waktu dan memberi label pada kenangan itu. Apakah kita akan mengumpulkan kenangan itu dalam setoples harapan ataukah melepaskannya kembali seolah tidak ada pertemuan yang terjadi sebelumnya.

Saya lupa bahwa hidup hanya sejenak dengan segala simpul dan benang takdir yang saling berkelindan, yang membuat saya harus bersikap legawa atas pertemuan yang terjadi.

#ntms





8 comments:

  1. Hahaha..iya, aku juga mengalami seperti ini, Mbak.
    Seperti yang baru2 ini aku alami. Aku ujian ngajar, ditunggui pengawas, kami ngobrol ngalor ngidul. Kemudian aku ngelesi anak guruku zaman SMA, kami sudah seperti keluarga, eh pas cerita tahu2 pengawas tadi itu adalah keponakan guruku tadi. Hooooo...tak daoat diduga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mba Ika. Kadang suka aneh aja gitu ketemu sama orang yang mutual friendnya sama. Hahaha. Kadang malu kalau ketahuan yang jelek-jeleknya. Moga aja dijauhkan dari hal buruk ya, yang diinget yang baik-baik aja. Wkwk. Malah aku pernah baca di artikel blogger lain, bilang kalau sebenarnya di dunia ini ada 6 tingkatan pertemanan yang bikin kita bisa terhubung dengan orang lain. Jadi bisa aja kita kenal dan ketemu presiden dari temannya teman. Saling terhubung gitu, mba. Aneh ya? Tapi nyata. :))

      Delete
  2. Pantainya sangat cantik dan pas untuk merenung. :) Kadang aku juga berpikir seperti itu, Mbak. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, adem buat menepi sejenak dari ramainya kota, mba. :D

      Delete
  3. Replies
    1. Aku pun mewek pas nulis, mb Esti. :')
      Aku jadi belajar buat menghargai relasi pertemanan yang terjalin dengan siapa pun. Karena yang datang pasti orang yang memang sudah Allah takdirkan buat mewarnai hari-hari meski sejenak ataupun selamanya.

      Delete
  4. Betul sekali, Mbak. Itulah takdir. :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan aku masih penasaran kenapa takdir suka absurd gitu. :')

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)