Friday, 29 July 2016

Dedikasi Kerja Etnis Tionghoa

Setahun lalu saat saya ke Surabaya, saya punya kesan unik waktu ketemu cici-cici yang jualan produk craft di stand PPI. Kesan saya adalah amazing. Selain heran juga sebenarnya. Heran karena cicinya nanya ke saya gini dengan wajah polos, “Mbak ini nanya-nanya ke saya tentang bisnis saya kira-kira dapat apa ya?”

Saya pengin bilang kalo saya dapat bahan tulisan. Dan dari bahan tulisan itu saya bisa bahas di blog. Dari situ bisa macem-macem dapetnya, nggak hanya uang tapi juga ilmu. Tapi waktu saya tanya apa dia ngerti tentang blog. Dia bilang klo kenal web, tapi nggak tahu blog itu apa. Jadi saya nggak bisa ngejelasin lebih detail blog itu cara kerjanya gimana. Karena pasti bakalan mbulet. Hahaha.

Seorang teman saya bilang, “Nggak usah heran, La. Di Surabaya ini banyak seperti cici itu yang memang fokus hidupnya hanya untuk satu pekerjaan saja. Mereka tahu apa itu craft, tapi dunia di luar itu mereka sama sekali nggak tahu. Bukan berarti nggak pengin belajar, hanya waktunya tersita untuk hal itu-itu saja yang jadi pekerjaannya.”

Hari ini, saya nggak sengaja dipertemukan dengan orang seperti si cici  Surabaya ini. Bedanya dia seorang koko. Si koko ini disuruh ambil barang yang salah kirim sama calon istrinya ke rumah saya. Mereka berdua bikin usaha bareng tentang decoupage, jualan produk dan bahan-bahan decoupage gitu. Yang saya herankan adalah si koko kayak nggak ngerti jalan sekitaran kampung saya. Padahal dia juga orang Tegal (dan sepertinya asli dan besar di Tegal). Saya inget lagi obrolan sama temen saya dulu setahun lalu. Dan menemukan kesimpulan yang sama. Jangan-jangan orang ini hidupnya terlalu disibukkan buat nyari duit. Hahaha :D Nggak heran waktu saya scrolling foto-foto keduanya di ig jualannya saya menemukan foto si cici udah ke Jepang, Korea dan punya ini dan itu yang menunjukkan kalau usia mudanya nggak sia-sia karena udah on the right track buat sukses bisnis.

Well ya, saya takjub dengan orang-orang keturunan China/Tionghoa ini yang punya daya juang tinggi, fokus banget bahkan sampai nggak tahu dunia di luar mereka itu seperti apa. Pantas aja ibu pernah bilang tentang kenalannya yang jualan di pasar Brebes. Bangun dari jam 2 pagi buat bungkus-bungkus barang, buka toko jam 5 pagi. Kerja sampai jam 10 malam. Tidur hanya 4 jam sehari.  Gila banget kan cara kerjanya? :D Mungkin kalo dianalogikan, orang china punya 10 kali daya juang yang lebih kuat dibandingkan pribumi karena mereka meniadakan alasan untuk ngeluh. Yang ada hanyalah kerja, kerja dan kerja. *eh, kenapa saya jadi inget sama Jokowi ya. :P *efek resuffle kabinet*

Jadi, apa kamu sudah pernah ketemu cici atau koko dengan dedikasi tinggi seperti itu? Share dong di komentar. :D


*curcol random*

2 comments:

  1. Dulu waktu masih kerja, atasan langsung aku kebetulan chinese dan etos kerja mereka emang patut diacungi jempol sih.

    Selama kerja gak pernah sekalipun dateng telat, bikin para anak buahnya jadi berasa gak enak kalo telat bhahaha...

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)