Thursday, 28 April 2016

Balada Datang ke Event Blogger

Balada Datang ke Event Blogger

Bulan Maret yang lalu waktu saya ketemu dengan Ocha (www.rosasusan.com) untuk pertama kalinya, kami pun ngobrol seputar dunia blogger yang kemudian merembet ke event blogger. Ocha kaget pas saya bilang kalo sejak ngeblog saya baru ikut event blogger sebanyak tiga kali termasuk yang saya datangi bersamanya di bulan Maret itu. Ya, nggak heran sih, soalnya saya ngeblog dari zaman friendster tahun 2006 an. Trus pindah ke multiply, pindah lagi ke blogspot dan sempet ngrasain pake tumblr dan wordpress juga. Sekarang memang hanya pakai wordpress dan blogspot saja. :D

Saya jarang ikut event, itu benar. Saya bukan blogger yang fokus di event karena memang keterbatasan waktu, tenaga dan biaya. Rasanya kalau deket dan duitnya cukup mau deh ikutan event. Karena ilmunya insya Allah berguna buat ke depannya. Saya ngerasain banget perbedaan cara pikir saya ketika ikut satu event dengan event lainnya. Saya mengalami lompatan pencapaian. Itu sebabnya kalau memang bisa akan saya datangi, tapi tentunya dengan berbagai macam pertimbangan terlebih dahulu.

Apa saja pertimbangannya?
1.       Jarak kota
Kalau dekat seperti Semarang atau Bandung, saya akan datang karena tahu kota tersebut ramah untuk saya. Saya menolak datang ke kota yang saya tidak tahu seperti apa suasananya, jalanannya, dsb yang bikin saya  nggak nyaman. Saya baru ikutan event di Solo dan Surabaya pas tahu bahwa ada teman yang biasa berkomunikasi dengan saya ikutan juga. Jadi saya nggak ngerasa sendirian di sana kayak orang ilang.
2.       Izin dari orang tua
Wajar ya kalau saya masih minta izin dari ortu. Soalnya saya belum nikah, jadi masih ngikut ortu dan semua kegiatan di luar rumah terutama keluar kota harus seizin bapak dan ibu saya. Saya nggak bisa pergi gitu aja tanpa kejelasan ke sana itu mau ngapain sih? Siapa panitia yang ngadain? Biaya perjalanannya berapa? Dapet apa aja dari sana? Mau nginep di mana? Disediain nggak sama panitianya? Ini bukan matre tapi realistis, setiap peluh yang dikeluarkan harus sepadan dengan hasil yang didapat. Ya, kan? No free lunch, kakak.
3.       Isi  dan tema acara
Saya baru tiga kali ikutan event blogger. Apa aja? Yang pertama Asean Blogger pas Mei 2013 di Solo yang diadakan Kementrian Pariwisata, kedua PPI 2015 di Surabaya yang diadakan Kementrian Perindustrian pas Agustus 2015. Ketiga yaitu event Fun Blogging di Semarang bulan Maret 2016. Jadi bisa dibilang saya masih newbie banget untuk urusan event blogger ini. Ketemuannya aja cuma 3 kali. Tapi saya milih tema yang memang saya rasa sesuai dengan saya dan tentu saja benefit yang diperoleh sepadan dengan rasa lelahnya dan duit yang terkuras juga. :D

4.       Kejelasan SPK
Sejujurnya yang paling rumit adalah kejelasan SPK. Ke sana itu datang sebagai apa, tugas dan kewajibannya apa, dan dapet hak apa aja. Karena mengingat besarnya effort untuk datang ke luar kota. Nggak bisa menafikan bahwa saya juga butuh kejelasan semacam itu. Saya juga harus menghitung dana minimal yang harus saya miliki untuk survive di tempat itu.  Menghitung biaya bolak balik transport, makan, nginep, kalau sekadar dapat uang transport tapi nulisnya nggak dihargai kan capek ya. Nulis kan nggak langsung cling jadi, butuh mikir juga. Bukan sim salabim wuss langsung dapet aja gitu tulisan reportasenya.

Saya nulis ini karena sempat ngobrol dengan teman blogger soal biaya uang transport yang sesuai untuk blogger daerah. Saya pikir seharusnya agensi atau brand tahu siapa yang mereka undang agar tidak salah dalam menentukan budget untuk fee yang diberikan bagi blogger. Blogger daerah nggak bisa disamakan biayanya dengan blogger pusat yang biaya akomodasinya aja beda. Fufufu~

Saya percaya bahwa seorang blogger pasti akan memberikan apa yang sudah disepakati dalam SPK. Tapi pertanyaannya adalah apakah fee tersebut sepadan dengan capeknya? Karena mengingat saya dari luar kota saya biasa menempuh perjalanan panjang baru sampai di kota tersebut. Udah kucel, belum mandi, trus masa langsung ke tempat acara. Kan nggak lucu. :’) Ditambah lagi kesediaan panitia untuk menjemput, misalnya. Ini juga jadi bahan pertimbangan bagi saya terutama yang sama sekali ngeblank karena nggak tahu tempatnya itu di mana.

Fyi, biasanya kalau ada penggantian uang transport itu sistemnya reimburse, ada yang begitu dateng ke event diganti uang langsung, bahkan sebelum kita nulis tentang reportasenya. Ada juga yang baru ngasih uang pengganti setelah kita publish reportase yang diminta. Jadi ya banyak sekali pertimbangan sebelum ikutan event.
A photo posted by Ila Rizky (@ilarizky) on

Soal dana, yang pasti jangan sampai besar pasak daripada tiang karena mau dateng ke event sampai dibela-belain untuk pergi meski duit mepet. Ini yang bahaya sih menurut saya. Karena di mana pun kita berada seharusnya selalu siap untuk nggak bergantung sama orang lain. Karena kadang orang yang kita anggap teman pun belum tentu bisa diandalkan pas kita butuh di saat tertentu seperti itu. Jadi ya, balik lagi ke kesiapan gimana nantinya kalau datang ke event. Plus minusnya tetap harus dianalisa dulu. Kalau kamu gimana? :D

*curhat setelah satu event terpaksa harus dilepas*




6 comments:

  1. aku paling ikut kalo Semarangan, Mbak. mikir byk hal juga sih, hehe

    ReplyDelete
  2. saya belum pernah datang ke event blogger,eh pernah satu kali itupun review resto..yang bener2 acara blogger kayak ada seminar dll belum pernah..pingin banget gitu^^

    ReplyDelete
  3. Tosss mbak, setuju sama semua point di atas

    ReplyDelete
  4. Keren banget kalau ada cara yang kayak gini di daerahku.

    ReplyDelete
  5. sayang banget ya Ila, padhal aku pinign juga datang tapi gak memungkinkan walau dekat :)

    ReplyDelete
  6. Sekarang saya jarang ikut event krn badan gampang capek. Apalagi kalo habis ngurus rumah. Tapi seru ya ikutan event. Tambah ilmu dan silaturahmi.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)