Thursday, 26 November 2015

Strawberry on The Shortcake

Strawberry on the shortcake

Dulu sekali, ada istilah strawberry on the shortcake untuk menggambarkan seberapa besar keinginan kita terhadap sesuatu. Buat saya yang biasa makan cake dimulai dari cakenya, strawberry itu yang paling terakhir karena paling istimewa. Rasanya sayang aja kalau toping strawberrynya tiba-tiba habis lebih dulu padahal itu yang paling enak. Tapi ada orang yang lebih suka memakan bagian yang paling ia suka di awal dan menyisakan yang nggak enak di bagian akhir. Saya termasuk yang antik kali yah. Karena kebiasaan makan ini, makanan apa pun sama saja. Kalau pas suka banget sama sesuatu itu, ya itulah yang saya taruh di bagian belakang. Klimaks makanannya. Yang nggak sabaran kayak saya pasti ngira saya nggak suka, malah dicomot buat dimakan sendiri. Haha. Misal dikira nggak suka baksonya, padahal baksonya tuh belakangan ntar kan bisa.

cake strawberry
cake strawberry (doc : pinterest.com)

Dalam hal lain pun ternyata kebiasaan ini punya peran penting. Saya sering menyisihkan hal-hal yang paling saya sukai justru di akhir, karena saya pikir saya punya banyak waktu untuk menyelesaikannya nanti. Iya, nanti-nanti pada akhirnya pun rasanya akhirnya lupa sendiri. Buku yang paling favorit buat saya justru jadi buku yang paling nggak pernah saya bahas di blog buku, bukan karena nggak menarik tapi justru karena saking menariknya saya menuliskan bagian kecil-kecil alias pritilannya di blog personal, sekadar untuk membuat diri saya suka karena menjadi bagian yang erat hubungannya dengan saya, bukan hanya direview saja.

Strawberry on the shortcake. Manakah yang akan kamu pilih lebih dulu, strawberrynya atau cakenya? Pilihan ini seperti menampar saya karena kesadaran saya yang terlambat. Kalau ada yang penting kenapa tidak didahulukan lebih dulu, bukankah itu yang sesungguhnya utama. Nggak ada waktu lagi untuk sekadar menunda karena menganggap yang istimewa itu yang paling belakang. Siapa pula yang bakalan mau dianggap istimewa justru di akhir pilihan. Ya, kan? 

6 comments:

  1. Kadang klo makan aku juga suka gitu. Dikiran suamiku gk doyan. Pdhl doyan bgt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena pengin disisain di akhir ya, En. :D

      Delete
  2. Aku kalo yang enak, pasti tak dulukan. Yang gak enak baru di akhir. Siapa tahu udah kenyang, jatahnya suami. Xixixi

    ReplyDelete
  3. aku kok ga mesti ya...kadang di depan kadang di belakang hehehe

    ReplyDelete
  4. ibarat ayam goreng kering, aku menyisihkan kulitnya untuk dimakan nanti, eh taunya disamber sama suami hiks,, hehe

    ReplyDelete
  5. kalo Dija, makan strawberry nya duluan tante...
    ntar kalo cake nya gak habis, tinggal kasih ke ibu
    hahahaha

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)