Tuesday, 30 June 2015

Cake Toping Keju Persembahan untuk Ibu

Cake Toping Keju Persembahan untuk Ibu


Ramadhan beberapa tahun lalu

Terik matahari siang begitu menyengat. Saya masih berjibaku dengan skripsi hingga harus bolak-balik mengurus keperluan pengajuan sidang skripsi ke dosen pembimbing. Bolak-balik pula harus mencari alternatif lain untuk menuju tempat sang dosen, maklum, dosennya super sibuk dengan seabrek jadwal membuat saya kesulitan bertemu dengan beliau. Kalau tidak di kampus atas, ya di kampus pascasarjana yang jaraknya sangat jauh jika ditempuh jalan kaki. Kampus pasca itu nggak bisa dilalui angkot, jadi saya harus naik ojek untuk nyari tebengan ke kampus. Belum lagi melihat tatapan mata dosen yang seakan mempertanyakan mengapa hasil analisa saya belum juga memberikan hasil sesuai yang diminta. Fiuh, rasanya puasa jadi makin panas dengan ujian-ujian itu. Sorenya, saya sering pergi ke kenalan bapak hanya untuk sharing dan diskusi seputar perkembangan skripsi saya. Beliau yang cukup banyak membantu memberi saran seputar perkembangan studi yang sempat mandeg karena saya lalai dalam ngebut skripsi.


Sekarang, masa-masa itu jadi hanya tinggal kenangan. Jika diingat lagi rasa penatnya, capeknya, pegal kaki dan pening di kepala rasanya semua terbayar lunas melihat orang tua sudah bahagia melihat anaknya lulus. Sudah, itu saja bisa membuat bahagia, apalagi jika hal-hal besar lainnya terwujud. Yang membuat saya hampir menangis adalah saat ibu tetap bertahan dengan prinsip “coba saja dulu” padahal saya hampir menyerah dengan materi skripsi yang saya ambil. Hari itu saya tahu, kekuatan seorang ibu adalah doa bagi anaknya, sesulit apa pun yang harus dihadapi sang anak.
Hari ini, saya tahu ibu saya adalah orang yang paling sayang dengan saya karena memberikan berjuta-juta doanya bagi putrinya hingga seperti sekarang. Rasanya tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat binar matanya saat saya berhasil menyelesaikan satu per satu impian yang ingin beliau lihat hasilnya.

kastangel favorit saat ramadhan

#indahnyamembericinta : Persembahan untuk Ibu


Ramadhan kali ini saya berkumpul dengan keluarga, tidak lagi di perantauan. Penatnya aktivitas di perantauan saat bulan ramadhan yang kadang membuat tensi darah saya drop kini sudah tidak lagi terasa. Ibu, saya ingin memberi beliau sedikit persembahan, makanan ala saya yang dibuat bareng dengan adek. Meski harus berjibaku pula untuk membuatnya. Benar bahwa surga itu di bawah telapak kaki ibu, dan membuat kue untuk ibu saja butuh perjuangannya berkali-kali lebih sulit dibanding untuk diri sendiri. Fyi, saya dan adek mencari bahan tepung terigu yang dibutuhkan sampai harus berkali-kali mencari di mini market dekat rumah. Dua hari baru kami memutuskan untuk pergi ke mall karena dua mini market tidak menyediakan tepung terigu yang dibutuhkan.

Saat membuat adonan cake, saya dan adek memilih apa yang akan kami buat. Hasilnya, kami membuat cake dengan paduan toping keju kraft dan cokelat di atasnya. Variasi ini sebenarnya standar, tapi karena saya sudah lama tidak membuat kue, hasilnya tidak mengembang sempurna, hanya 2/3 saja. Namun, ibu saya tetap senang melihat dua putrinya menghias cake dengan riang. Suasana rumah jadi lebih nyaman karena masing-masing sibuk dengan bahan makanannya. Ibu memasak untuk berbuka, saya memasak kue. Hasilnya, this is it!

cake bertoping keju

Tak perlu sempurna untuk berbagi, karena bahkan ibu memberikan cintanya pada anak tanpa pernah mengkalkulasi seberapa banyak yang bisa ia beri. Ibu, terima kasih untuk setiap doa yang tercurah bahkan saat saya tidak yakin dengan kemampuan saya sendiri. Terima kasih atas doa yang melingkupi dan melindungi saya selama ini. Allah know the best for you, always. Semoga Allah memberkahi usiamu. Aamiin

18 comments:

  1. Hwaaa barusan bikin bolu bantat trus ada foto bolu enak niiih

    ReplyDelete
  2. Gak mengembang sempurna aja bagus gitu apalagi kalau sempurna *pengen nyuwil

    ReplyDelete
  3. Hampir sama dengan cerita puasa saya kali ini yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selamat menunaikan ibadah puasa.

    ReplyDelete
  4. Terlihat enak bolunya, Mbak :D

    ReplyDelete
  5. saya suka kastengel :) Cinta ibu itu memang luaaaaas banget

    ReplyDelete
  6. waah asyik kayaknya tuh kue, jadi ngiler hehhe

    ReplyDelete
  7. sweet sekali mbak tulisannya :')
    kalo bicara soal kasihnya ibu, rasanya nggak ada habisnya...

    ReplyDelete
  8. mbakkk..kuemu enak sekali..jadinya pengen maem juga nih...sepertinya aku harus beli..dirumah nggak ada alatnya :)

    ReplyDelete
  9. Kuenya... duh, bikin kepingin...
    Seandainya tetanggaan, pasti udah bertamu bawa piring wkwkwkw

    ReplyDelete
  10. aku mau... aku mauuu
    kirim sini mbak.. :D

    ReplyDelete
  11. ga ngembang ya, tp cantik kliatannya, rasanya jg pasti enak :D

    ReplyDelete
  12. Kue bolu sama cake-nya begitu menggoda di bulan ramadhan ini. Hehehe...

    ReplyDelete
  13. kastangel kesukaanku juga Ila

    ReplyDelete
  14. Persembahan buat Ibu sungguh mengharukan, jadi pengen pulang dan membuatkan Ibu makanan sehat.

    ReplyDelete
  15. Mbak, aku suka kalimat di paragraf terakhirnya.. tak perlu sempurna untuk berbagi. rasa rasanya itu mewakili banyak perasaan banget mbak

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)