Wednesday, 21 May 2014

Sebentuk maaf yang mengalir untukmu


Please forgive me. :) (source)
Sebentuk maaf yang mengalir untukmu

Apa yang terjadi jika cinta antara sahabat berubah menjadi cinta lawan jenis? Cinta yang tidak bisa dibiarkan begitu saja tumbuh. Ah, bukan... bukan karena tak boleh tumbuh. Hanya saja, akan ada hati yang tersakiti, nanti. 

Aku mengenalnya lama. Laki-laki yang kuanggap kakak, laki-laki yang kupanggil mas. Seumur hidup baru kali ini aku memanggil laki-laki dengan sapaan lembut itu, “mas”, biasanya kakak. Dan lelaki itu dia.  Lelaki dengan 5 huruf terangkai sebagai namanya. Adakah cinta telah mengubah pola kedekatan kami? Atau ... hm, aku sendiri tak bisa menjabarkannya lebih dalam. Yang aku tahu, dia telah menjadi orang terdekatku, tempat aku berbagi banyak hal. Hanya saja, di sampingnya telah hadir seorang perempuan, tunangannya.  Perempuan lembut, yang aku tahu akan tersakiti hatinya bila tahu kedekatanku dengan dia.

Deminya aku memilih mundur. Tak ada cinta itu lagi, aku memilih menjauh, dengan mengorbankan banyak hal. Persahabatan kami, kedekatan kami, kenangan kami. Sampai suatu saat perempuan itu hadir, memaki-maki. Mengatakan bahwa aku terlalu banyak ikut campur dalam hubungan mereka. Hei, aku memilih mundur. Aku tahu bagaimana rasanya menjadi orang ketiga yang tidak diharapkan. Menjadi benalu, kau bilang. Aku sakit hati? Iya. Kuanggap bahwa niat baikku untuk tak mengganggu hubungan kalian justru jadi  senjata makan tuan. Perempuan itu membenciku setengah mati, menerorku setiap hari. Aku tak menggubris. Kudoakan kebaikan untuk kalian.  

Sampai suatu hari, perempuan itu menghubungiku lagi. 

“La, aku minta doa. Aku sakit.”
Aku hanya diam. Rasa sakit hati masih menggelayut di hatiku. Rasa sakit karena kata-kata perempuan itu di masa lalu. Sampai sms darinya singgah, hatiku luluh. Kudoakan diam-diam, “Rabb, jika memang aku sudah ikhlas, ijinkan dia sembuh seperti semula.“
Dan benar adanya, doa itu pun melangit, dikabulkan dengan cepat oleh Allah, Dzat yang maha mengabulkan pinta. Dia sembuh, perempuan itu sembuh. Dia bisa berjalan lagi seperti semula.  Kakinya mulai bisa digerakkan dengan sempurna seperti dulu.

Aku tahu, tak ada di dunia ini yang sia-sia. Tak ada rasa sakit hati yang abadi, aku menganggap ujian dulu adalah ujian mental, untuk meneguhkan hati agar tetap sabar ditempa banyak ujian. Ujian yang lalu adalah bukti cinta bahwa Allah teramat cinta pada hambaNya. Ujian yang bisa membuat hambaNya naik tingkat bila bisa melewatinya dengan lancar. Allah, aku telah memaafkannya. Sebentuk maaf telah mengalir untuknya, semoga pun demikian untukku. Semoga Engkau menyembuhkan luka-luka masa laluku ya, Rabb... Semoga ikhlas adalah muara tertinggi yang akan aku dapatkan setelah melewati ujian-ujian hidup. Aamiin.
Dan ingatlah tentang satu hal bahwa cara terbaik menghukum orang yang telah menyakitimu, adalah berbuat santun dan baik kepadanya... Subhanallah, betapa cantik dirimu saat memaafkan. Bahkan Allah pun ridho kepadamu. Allah bangga terhadapmu, hambanya yang sabar dan begitu luas hatinya. Allah bangga terhadap hamba perempuan yang berhias dengan sifat- sifat yang mulia. Ingatlah, hidup hanya sementara, setelahnya manusia hanya akan senantiasa mengingatmu sebagai seorang perempuan yang begitu sangat pengertian, pemaaf, dan penyabar atas orang lain. Semoga. (Pesan seorang sahabat)
 Tulisan ini diikut sertakan dalam GIVE AWAY TENTANG IKHLAS


2 comments:

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)