Sunday, 1 September 2013

Investasi Diplomasi Laos dalam Komunitas ASEAN 2015


Tema #10daysforASEAN hari ke -6 ini bikin saya harus banyak belajar tentang Laos. Untuk hal ini saya memposisikan sebagai Kepala Negara Laos Presiden  Choummaly Sayasone atau Perdana Mentri Thongsing Thammavong yang mengambil peran investasi diplomatik dengan negara tetangga di ASEAN. Btw, untuk tema tulisan kali ini, saya ingin membahas keunggulan Laos agar bisa berdaya saing dan bersinergi dengan anggota ASEAN yang lain, sehingga Laos tidak tertinggal.


peta laos (sumber : wikipedia)

Identifikasi Kondisi Laos

Laos yang beribukota di Vientiane merupakan salah satu negara tetangga Indonesia yang masuk sebagai anggota ASEAN. Tahukah kamu, bahwa Indonesia dan Laos sudah membina hubungan diplomatik sejak 1957? Selama 11 tahun terakhir, hubungan Indonesia-Laos ditandai dengan kunjungan timbal-balik para pejabat tinggi kedua negara.

Republik Demokratik Rakyat Laos adalah negara yang terkurung daratan di Asia Tenggara, berbatasan dengan Myanmar dan Republik Rakyat Cina di sebelah barat laut, Vietnam di timur, Kamboja di selatan, dan Thailand di sebelah barat. Dari abad ke-14 hingga abad ke-18, negara ini disebut Lan Xang atau "Negeri Seribu Gajah". (sumber)

Hubungan di bidang perdagangan, investasi dan jasa, diakui sampai sekarang masih sulit dikembangkan, antara lain karena kendala alam yaitu letaknya yang terkunci oleh daratan(Landlocked Country) sehingga tidak memiliki pelabuhan laut. Inilah yang membuat Laos menghadapi kesulitan transportasi menuju pelabuhan laut. Selama ini Laos menggunakan pelabuhan negara tetangga  seperti Thailand dan Vietnam untuk memaksimalkan arus perdagangan menuju ke negaranya.  Selain itu, kesulitan juga disebabkan banyaknya kesamaan barang produk Indonesia yang juga diproduksi oleh negara tetangga Laos,  disamping kurang gigihnya pengusaha Indonesia menembus pasar Laos.

Pola Diplomasi Laos

Nah, sudah tahu tentang kondisi Laos tadi kan, teman? Sekarang kita bahas tentang pola diplomasi Laos ya. :D

Laos merupakan salah satu negara yang menganut paham komunis. Sejarah Laos membuktikan bahwa masih ada bayang-bayang masa lalu yang mempengaruhi pertumbuhan Laos karena dulu Laos dipengaruhi paham Komunis yang berkubu pada Uni Soviet sehingga perekonomian seluruhnya dipegang oleh pemerintah.  Sampai saat ini pemerintah memegang kendali atas pertumbuhan ekonomi dan seluruh denyut nadi perubahan yang ada di Laos meski sudah ada perusahaan swasta tapi pertumbuhannya kurang. Untuk hal ini, kita perlu melihat mengapa Laos masih belum sepenuhnya memanfaatkan potensi yang ada pada negaranya agar bisa lebih berkembang.

Selama pola pemerintahannya adalah berkubu pada sosialis, maka yang terpenting adalah mendayagunakan peran pemerintah untuk mengembangkan Laos. Laos membutuhkan pemerintah yang siap untuk mendukung perubahan ikim perdagangan agar lebih meningkat. Di skala ASEAN sendiri, Laos kurang diperhitungkan karena hal ini, Laos kurang mengembangkan potensi sumber daya manusia, wisata, ekonomi, dan diplomasi.  

Dari wisata, Laos bisa menggunakan free visa untuk mengundang wisatawan masuk ke Laos dan menikmati potensi wisata negaranya. Laos memiliki banyak sungai yang bersih dan indah, hutan lebat dan desa-desa kecil dengan adat dan budayanya yang unik. Jadi, tak mengherankan lagi bila para turis berdatangan ke sini. Pada 1990-an, setiap tahun, puluhan ribu wisatawan berkunjung ke negeri itu. Kini jumlah itu telah meningkat hingga satu juta orang setiap tahunnya. Pariwisata menjadi sumber pertukaran mata uang asing yang terbesar di negeri ini. Dari semua sektor pariwisata, yang paling berkembang adalah pariwisata alam dan budaya, yang mendatangkan setengah dari seluruh jumlah wistatwan yang belibur ke Laos. Kita bisa mengeksplorasi proyek eko-turisme pertama di provinsi Luang Nam Tha.

Untuk ekonomi, laos bisa menjual produk yang tidak dimiliki negara tetangga sehingga bisa memasarkan keunggulan produk yang dia punyai. Untuk mendukung perekonomian ini, Laos membutuhkan infrastruktur, teknologi, dan barang-barang murah.


Untuk pendidikan, jalur pendidikan antar negara asean sebenarnya bisa diberdayakan lagi, Laos bisa mengirim para siswa berprestasinya untuk belajar pada negara-negara tetangga sehingga bisa menumbuhkan sumber daya manusia yang profesional dan terdidik. Sumber daya manusia ini diperlukan karena ekonomi yang baik disokong oleh sumber daya manusia terbaik.

Komunitas ASEAN 2015 mendukung Laos mengembangkan potensi

Komunitas ASEAN 2015 sebentar lagi akan melahirkan beberapa keputusan penting terkait isu yang berhubungan dengan negara-negara, seperti halnya dengan negara lain, Indonesia pun ingin agar Laos bisa lebih mengembangkan dirinya sehingga pengusaha-pengusaha Indonesia bisa masuk ke Laos tanpa lewat negara tetangga.

Kebutuhan yang paling dibutuhkan oleh Laos saat ini adalah solusi tentang distribusi barang yang sulit dilakukan jika ingin mengirim barang. Lewat jalur darat, Laos bisa menembus penjara geografis ini menuju ke negara tetangga, tapi untuk masuk ke negara yang terpisah laut seperti Indonesia, Laos membutuhkan bantuan pelabuhan. Solusi lain tentu perlu pemanfaatan transportasi udara yang hemat biaya, nah kalo begini Laos perlu mengembangkan alat transportasi di udara.

Solusi lainnya, Laos berfokus pada kebutuhan yang dibutuhkan oleh negara tetangga yang masih satu kawasan ASEAN. Untuk ini, jika komunitas ASEAN tahun 2015 berlangsung, maka Laos bisa memanfaatkan arus perdagangan bebas ke seluruh negara, sehingga bisa meminimalisir biaya. Peran komunitas ASEAN diperlukan agar negara tetangga Laos bisa membantu lancarnya arus perdagangan lewat jalur Thailand dan Vietnam. Bagaimana pun, tetangga tetap bisa diandalkan kan? Negara-negara anggota ASEAN bisa bahu membahu untuk mewujudkan ini.

Nah, sudah siapkah Laos memberdayakan segala potensinya? Kita tunggu kiprah Laos agar bisa lebih berdikari lagi di negeri sendiri. :D

Tegal, 010913, 07:28


sumber referensi :

http://m.jpnn.com/news.php?id=181286

http://www.jurnas.com/news/41616/RI-Laos_Gelar_Resepsi_Diplomatik/1/Nasional/Politik-Keamanan

http://international.okezone.com/read/2013/05/30/411/815167/hal-hal-yang-diduga-membuat-laos-usir-pembelot-korut
http://international.sindonews.com/read/2012/12/26/40/700989/vietnam-utamakan-peningkatan-hubungan-dengan-laos
http://www.merdeka.com/politik/internasional/laos-dan-bolivia-jalin-hubungan-diplomatik-bmc1d5d.html
http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=3728&type=15
http://www.pikiran-rakyat.com/node/242290
http://www.antaranews.com/print/60715/
http://www.antarakl.com/index.php/headlines/224-hubungan-ri-laos-kian-menggeliat
http://vovworld.vn/id-id/Berita/Memperkuat-kerjasama-diplomasi-VietnamLaos/74518.vov

4 comments:

  1. Mudah2an Laos siap ya. Analisa yang bagus Ila. Kita memang belajar banyak dari tema2 ini ya? :)

    ReplyDelete
  2. IPSmu mantep La,, matematikamu lali gak? hehe

    ReplyDelete
  3. artikel yang sangat indah sekali kak

    ReplyDelete
  4. Mba niar : iya, mba. Laos butuh dukungan kita juga ya, mba :)
    mba noorma : hehe, ada deh :P yang jelas lebih keren dari math-ku :))
    yasir : sama-sama semoga bermanfaat. :)

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)