Quote of The Day

“Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebaikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (Q.S. al-Ahqaf: 15)

Sunday, 28 April 2013

Berhenti

Aku boleh nangis? 
Sekali ini aja. 
Mungkin kedengaran cengeng, tapi udah ga kuat lagi. 
Pengen berhenti, dan memulai sesuatu yang baru. 
Dan itu artinya meninggalkan yang sudah didapatkan selama ini. :')
Kata seorang teman, ini keputusan bodoh. 
Tapi entahlah. 
Mungkin aku cuma butuh waktu aja, buat sejenak berjeda dari hingar bingar dunia nulis ini. 
Jadi maafkan kalau aku banyak salah selama ini. Semoga diikhlaskan. 
Aku butuh rehat sepekan ini, sampai aku berasa baik-baik saja. :)


Tuesday, 23 April 2013

Rumah Impian


Rumah bagi saya adalah tempat bernaung dan merancang impian. Dari rumahlah impian saya tulis dan saya bangun perlahan-lahan. Keluarga saya, adik-adik saya  dan orang tua saya adalah energi yang selalu ada untuk saya. Dulu setiap kali saya pulang dari Semarang, saya mendapat energi tak tergantikan dari rumah ini. Ada hal yang membuat saya tahu, bahwa impian saya harus menjadi kenyataan. Iya, karena mereka, orang-orang yang saya cintai.

sumber comotsecret.blogspot.com 
Sejak kecil impian saya punya rumah yang besar sudah saya tulis. Sempat terpikir ingin punya rumah di daerah Bandung, karena dulu pernah liburan ke sana di rumah budhe. Di daerah kopo permai, jalanannya memang sepi, karena perumahan elite. Saya merasa, Bandung sudah menjadi impian yang harus saya capai. Saat berdiskusi tentang rumah impianku dengan adik laki-lakiku, dia pun mengatakan hal yang sama. Ingin punya rumah yang teduh, ada kolam ikan di dalamnya, taman penuh bunga, pembatas ruangan tamu dengan lapis kaca, dan tentunya bertingkat dua. 

Saya membayangkan rumah yang dulu saya tempati untuk berlibur itu bisa saya beli. Sayangnya saat ini rumah itu justru tidak terawat seiring meninggalnya budhe yang tinggal di Bandung, anaknya sibuk dan lebih memilih tinggal di rumah sendiri. Hampir saja ada keinginan rumah dijual. Tapi, ternyata tidak jadi. Ya, bagaimana pun, rumah itu tetap rumah impian saya. Saya ingin merawat impian itu, hingga saatnya tiba saat saya bisa membeli atau membangun yang serupa.


Sunday, 21 April 2013

Srikandi dengan Pena

Menjadi Srikandi dengan pena adalah pilihan hidupku sejak masa sekolah. Pena menjadi pilihanku karena aku lebih suka membagikan inspirasi lewat tulisan, bukan dengan diskusi di muka public, karena aku memang pemalu. Pilihanku untuk menulis ternyata mengantarkan takdir membawaku harus berdebat di depan beberapa juri dan juga Walikota Semarang terpilih dalam Lomba Esai "Semarang yang Kuimpikan". Demi ide yang membuatku harus bertanya-tanya, apa memang bisa Semarang menjadi sebuah kota yang aman dari banjir, aman dari rob setiap tahun? Ide itu kutulis. Tak ada tendensi apapun, kemenangan bahkan bukan tujuanku. Hanya ingin membuat kota yang saat itu aku tinggali menjadi lebih nyaman dan aman bagi warganya. Aku hanya tak ingin lagi mendengar cerita dosenku yang tinggal di daerah Tanah Mas bahwa rumahnya terendam banjir dan dia harus mengungsi sementara di tempat lain. Apa itu artinya Semarang akan tenggelam jika masalah banjir tidak segera ditanggulangi?
Penyerahan hadiah pemenang Lomba Menulis Kompas "Semarang yang Kuimpikan"
19 Juni 2010 di Hotel Horison, Semarang
Ide tentang pembuatan saluran banjir kanal akhirnya kugulirkan. Tepat tanggal 19 Juni 2010, aku mempresentasikan ideku. Aku bersiap apapun hasilnya ide sudah harus dibenamkan dalam kepala Walikota saat itu. Toh, selama ini kami hanya diam jika banjir melanda, sudah saatnya beraksi dengan ide agar menjadi nyata. 

Dan, hasilnya kudapatkan juara ketiga tingkat nasional yang diadakan oleh Surat Kabar Kompas bekerjasama dengan Pertamina. Amazing. Mungkin itu kata yang bisa aku katakan. Saat ini, jika kamu datang ke Semarang, ide itu sudah terealisasi. Ada banjir kanal yang dibangun sepanjang sungai. Dan kini sudah bisa mengurangi dampak banjir tahunan. Bukankan ide apapun suatu saat akan menjadi kenyataan? Maka aku katakan, aku akan tetap menulis meski penaku mengering. Iya, demi kehidupan yang lebih baik. 

Foto ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: Sehari Menjadi Srikandi.

Saturday, 20 April 2013

Be a Writer : Rumah Penuh Prestasi

Bu Kepsek Leyla Imtichanah a.k.a Leyla Hana masuk Tabloid Nakita- Maret 2009

Pertama kali masuk grup Be a Writer kisaran akhir 2011, aku diundang mba Leyla Imtichanah untuk masuk grup kepenulisan yang dibuat olehnya di sebuah grup Fb. Karena merasa kalau aku sendiri diundang di sana dan status grup masih open, aku undang beberapa teman yang aku kenal mereka memang hobi nulis. Ternyata, selang beberapa hari, aku ga terlalu mengikuti jalannya grup, hanya membaca sekilas lalu ditinggal pergi. Ada kebijakan baru, membuat jadwal grup dan ada tugas untuk para member yang masuk dari mbak Leyla.


Buku tutorial hijab terbitan Ink Publishing, yang bikin penerbitan anak BAW lho. Patungan bikinnya :D
Aku belum tau siapa aja anggota yang ada di sana selain teman yang aku undang, jadi begitu ditetapkan ada sebuah jadwal, rasanya kok malas buat nimbrung ataupun aktif diskusi. Mungkin memang peran interaksi di grup yang membuat suasana jadi nyaman itu yang memang harus aku dapatkan lebih dulu sebelum aku bisa ikut andil dalam membesarkan grup. Jadi, karena merasa belum mengenal anggotanya yang berjumlah 100 an lebih, aku pikir nanti ada waktunya sendiri saat aku senggang. Dikejar deadline membuatku tidak sempat memikirkan grup mana yang akan aku ikuti dan fokus di sana. Jadilah, ternyata aku termasuk salah satu orang yang terkena huruf “R” alias remove keanggotaan karena ga setor tulisan =)). Ya, agak kaget juga karena dikabari sama kak Rian kalo aku ga bisa dimensyen di grup, dengan posisi aku emang lagi ga bisa online sering saat itu. Jadilah, ya pasrah aja sih.

Kopdar di Penfill
Btw, di sana ada beberapa teman yang aku memang kenal secara personal, karena sama-sama ikutan antologi seperti Nyi Pede, mba Vita Sophia, Sari Yulianti, mba Dwi Aprily, mba Lina, mba Windi Teguh, mba Afin Yulia, mbak Naqiyyah Syam, mba Nenny Makmun, mba Dian Nafi, dll. Pasca diremove dari grup itu, aku belum kepikiran untuk masuk lagi, tapi Nyi menyarankan untuk add grup lagi aja. Nanti juga diaprove sama mbak Leyla, bu kepsek BAW. Ya udah, aku turuti aja. Trus, karena udah lupa juga kapan ngeadd grupnya lagi, suatu hari di bulan Januari 2013 (seingetku gitu ya :D) Aku diaprove dan bisa masuk lagi di grup tersebut. Sambutannya bikin kaget. Karena ternyata rata-rata penghuninya adalah orang yang biasa interaksi di timeline fb dan mereka mulai welcome dengan adanya orang baru. Thanks oke, aku mulai menikmati masuk di sana. Karena biasanya kesan pertama itu yang bikin aku betah berkomunikasi dengan seseorang dalm sebuah grup ataupun personal.

Novel "Yang Kedua" karya Mbak Riawani Elyta
BAW bagiku seperti sebuah rumah penuh warna. Banyak hal yang bisa aku dapat dan juga aku bagikan di sana berhubungan dengan dunia menulis maupun personal. Personal? Iya, di rumah ini memang berbeda. Jika kamu punya masalah apapun, kamu bisa leluasa bercerita keluhanmu apa. Ada banyak sahabat BAW yang akan menanggapi keluhanmu dan memberi solusi ala mereka. Meski tetap saja, penentu apakah kamu akan menerima solusi mereka dan mengaplikasikannya adalah kamu sendiri.

BAW adalah rumah penuh cerita, rumah penuh inspirasi. Dari rumah ini ide mengalir banyak sekali. Rumah ini juga penuh prestasi. Para penghuninya rutin berdiskusi setiap hari. Ada jadwal harian yang patut ditaati. Seperti yang bisa dilihat di bawah. Ada diary day, sharing day, blogging day, promo day, review day, business day, dan free day.

banner jadwal harian anggota BAW
Dari diary day, kita bisa belajar untuk rutin menulis hikmah dan peristiwa yang terekam di hari itu. Dari sharing day kita bisa belajar untuk membagi inspirasi yang didapat dari luar. Blogging day adalah hari di mana para penulis yang juga punya blog itu menulis di blog. Tentu ini bisa jadi mood booster untuk terus menulis di blog walau sekali dalam sepekan. Ada tips-tips yang dibagikan oleh paa teman blogger yang sudah mumpuni di bidang blog dan sering menang lomba blog seperti mba Windi Teguh, mba Mugniar dan mbak Rahmah. Promo day digunakan untuk mempromosikan buku-buku terbitan baru yang akan dilaunching maupun sudah dalam masa edar.

Review day digunakan untuk memberi review dan gambaran plus minus suatu buku, film, atau tempat. Yang tempat ini pernah dibahas sama mbak Elyta Duatnofa ya? Tempat asyik untuk nongkrong buat para penulis yang butuh wifi kencang dan suasana nyaman dengan budget minim. :D Untuk review day, saya paling nunggu-nunggu kalo mbak Ade Anita review game, mbak Riawani Elyta review film dan mbak santi artanti review buku. Mantap ulasannya, apalagi kalo udah bikin berkaca-kaca karena mendadak jadi pengen ke Mekkah lewat jalur darat. Wkwk. Ini beneran deh ya, nekat banget kalo terinspirasi dari review film. Etapiii, layak dicoba, apalagi kan jadi ga perlu nunggu waktu tunggu antrian haji yang lamaaa dan bikin keki. ;)

Kopdar di Cafe Tjikini, launching buku mbak Shabrina Ws. Always be in your heart pemenang ke3 Qanita Romance
Oiya, ada beberapa hal yang membuat saya semangat di BAW. Salah satunya karena bisa belajar langsung dari teman-teman pemenang lomba novel seperti mbak Riawani Elytha yang menang di Amore Gramedia. Dengan mbak Shabrina yang menang di Qanita Romance dan kemarin bru launching di Café Tjikini. Btw, makasih bukunya, Mba. Keren bukunya ^^. Dengan ide yang sederhana tapi bisa menghasilkan cita rasa yang fantastis. Apalagi bisa sampai dilirik juri sekelas Benny Ramdhani. Itu sesuatuuu bangettt :D Dan aku suka bagian teman-teman membagi sharing behind the scene saat ikutan lomba, seperti yang dialami oleh Arul Chandrana dan Mbak Tuti Adhayati yang bisa lolos Beasiswa Mizania. Apalagi bisa berbagi inspirasi dengan mbak Afifah Afra alias mbak Yeni Mulati.

dapet buku dari mba Shabrina hadiah ultahku. :D Makasih yah mba ^^
Jujur, pertama kali masuk ke grup BAW belum ada bayangan apakah aku bisa menulis novel dengan setting rumit dan berlembar-lembar pula halamannya. Ternyata, kunci dari menulis novel adalah kamu harus berkumpul pula dengan orang yang sedang menulis novel. Ibaratnya, teman itu kayak penjual minyak wangi, kalo dia jual minyak wangi kita ikutan kecipratan wanginya dong ya. Jadi begitu tau banyak jagoan nulis novel di grup ini, aku jadi lebih semangat untuk tau lebih banyak teknik dan tips menulis novel yang baik, bergizi, dan juga bernas. Rugi lho kalo berteman dengan penulis yang sudah menulis puluhan buku di penerbit mayor tapi kamu tak jadi penulis. 

di BAW ga cuma emak-emak kok yang jadi penulis, ada cowoknya juga :P
Trust me, belajar sama yang satu haluan itu justru bikin kita jadi lebih semangat, sampe bayangan antologi aja udah ga kepikiran di kepalaku. Mungkin karena situasinya sudah berbeda dibanding dulu saat bertemu dengan teman-teman antologi ya bahasnya tentang antologi lagi. Passion apapun akan terus bisa diasah jika kita punya dua hal, mau membaca dan mau mencari teman yang satu visi. Apapun kendalanya, pasti bisa dihadapi bareng-bareng. Btw, ada kemajuan saya bisa nulis panjang :P Biasanya suka dikit-dikit aja :D

Oya, untuk saran, karena BAW memang fokus di grup, dan blognya jadi kayak ada hantunya alias jarang ditengok, mungkin ada baiknya jika setiap kali penghuni BAW cuap-cuap di internet baik twitter maupun facebook bisa sekalian share tulisan yang sudah ada di blog. Juga ikut berkomentar. Biar rame :D

Dan satu lagi, kalo dulu ada target nulis novel duet, mungkin sekarang bisa mulai digalakkan lagi apalagi ada beberapa penghuni baru yang memang benar-benar awam dalam dunia novel, alias emang belum bertelur. Kalo proyek ini berhasil, tentu ada kebanggaan sendiri bahwa misi BAW untuk mencetak penulis baru bisa terlaksana, tidak hanya 10 atau 20 orang saja, tapi setiap penghuninya punya karya yang bisa diwujudkan di penerbit mayor.  Percayalah, kerja bareng-bareng dan punya target bareng-bareng itu lebih menyenangkan dibandingkan ngerjain sendirian. Trust me, it works! Minat mencobanya? :D 

Nb : minjem foto-foto di grup yah, thanks buat para fotografer keren di BAW. ;)

Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway perdana Be a Writer. Giveaway ini dibuat dalam rangka launching blog Be a Writer.


Friday, 19 April 2013

Blue Ocean Strategy dalam Bisnis Baju Anak Branded

dress anak harga grosir


Bisnis online shop yang saat ini menjamur di kalangan masyarakat kita, memberi angin segar bagi terciptanya suasana ekonomi yang lebih stabil. Tentu, dengan adanya persaingan yang ketat dan pasar yang stategis, para pengusaha online akan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda. Bagaimana cara agar tetap bisa fokus pada bisnis online ini dan mendapatkan hasil yang memuaskan? Saya mengambil contoh untuk bisnis baju anak branded murah dengan cara menjual baju anak grosir. Tentu ini menjadi pilihan bagi para konsumen untuk melirik produk yang ditawarkan. Branded saja sudah menjanjikan bahwa produk kita bagus, apalagi dengan tambahan harga murah ala grosir.

salah satu produk baju anak branded
Ya, ada stateginya. Yaitu, strategi bisnis terfokus pada menciptakan pangsa pasar baru yang luput dari bidikan kompetitor. Biasanya disebut Blue Ocean Strategy. Dibandingkan dengan kita mengerjakan bisnis dalam ranah red ocean strategy, yang artinya kita harus menghabiskan banyak tenaga dan biaya untuk menekan rendahnya angka persaingan yang semakin fantastis. Yap, tanpa kita harus bertarung dalam memperebutkan pasar dan  tentu ini tidak sampai harus berdarah-darah dan saling mengalahkan. Yaitu dengan menciptakan peluang pasar baru yang belum dijelajahi oleh para kompetitor kita.

Lalu apa saja yang harus dilakukan? Yaitu dengan
1.       Diferensiasi :
Produk baju yang kita punya harus memilik daya beda. Nah, dalam bisnis baju anak branded menyasar usianya konsumen, yaitu anak-anak. Perbedaan yang unik akan membuat konsumen memilih produk yang kita tawarkan. Pembeda lainnya bisa dalam bentuk pelayanan, service, garansi, kecepatan pengiriman, dan keamanan produk artinya produk kita akan tepat sampai pada konsumen dan tidak nyasar ya.
2.      Inovasi produk
Inoasi dibutuhkan misalnya dalam bentuk warna dan juga variasi desain. Baju branded yang dipilih bisa dipilih sesuai dengan warna yang soft, cerah dan juga desain yang elegan tapi tetap dengan harga yang murah ala grosir.
3.      Penciptaan nilai kreativitas baru
Kreativitas bisa macam-macam bentuknya, bisa dalam bentuk pemasaran dengan system reseller yang memberi kemudahan diskon dalam berbelanja, atau bisa juga dengan memberi keagenan tanpa minimal pembelian di awal. Jadi, bisa dipastikan keagenan tidak membatasi mereka, para reseller untuk menjual lebih mudah di awal kerjasama.

Nah, sudah mulai paham ya apa yang perlu dikerjakan agar blue ocean stategy dalam bisnis baju anak branded bisa tetap sasaran? Mari kita kerjakan ya. ;)

Thursday, 18 April 2013

Membeli Kenangan atau Impian?

Sumber
Saat aku duduk di bangku kelas tiga SMA, ada dua pilihan datang padaku. Apa aku akan ikut study tour ke Bali atau memilih ikut bimbel dengan nominal uang yang sama. Dan, aku pilih ikut bimbel. Tujuanku jelas. Aku berani memangkas kesenanganku untuk membeli sebuah impian yang lebih penting. Masuk kampus dengan ujian standar yang itu artinya aku tak perlu menghabiskan banyak biaya untuk kuliah.

Belakangan ada beberapa orang lagi yang menanyakan, kenapa tak ikut kegiatan A atau B, sedangkan kamu punya uang? Aku pikir bukan itu tujuan utamaku. Jika aku punya uang, aku akan memilah mana yang benar-benar prioritas. Sekali lagi, aku teringat sebuah kalimat yang dilontarkan petinggi perusahaan saham saat aku mendapat pelatihan gratis di sana tahun 2010. "Kita harus menciptakan generasi yang berani untuk menunda kesenangan sesaat untuk kesenangan yang lebih besar."

Aku pikir, pendapat ini ada benarnya. Kesenangan sesaat memang memberi kenangan, tapi hanya sampai pada kenangan saja. Kecuali jika kenangan itu justru membuatku lebih terpicu untuk menjadi lebih sukses, aku mau saja membeli kenangan itu. Tapi jika tujuannya sekali lagi hanya untuk foya-foya, apa tidak sayang uangnya ya?

Hidup dalam keluarga guru yang terbiasa mengajarkanku untuk hidup hemat, membuatku percaya, bahwa berhemat itu bukan aib. Bahwa menunda kesenangan sesaat itu justru seperti sebuah puasa, yang akan ada masanya untuk berbuka. Seperti janjinya Patih Gajah Mada, dia tidak akan makan buah pala jika belum menyatukan nusantara. Ah ya, sekali lagi, kadang emas yang berkilau indah itu hanya terlihat sepuhannya saja, padahal sebenarnya bukan emas murni. Hanya luarnya, padahal dalamnya keropos. 

Well, curhatan ini murni karena terinspirasi curhatan seorang teman beberapa hari lalu. Semoga aku tetap bisa menjaga nilai-nilai yang penting daripada menggadaikan kesenangan semu demi gengsi. 

Tegal, 18042013, 15:26
#noteformyself

Tuesday, 16 April 2013

Srikandi Blogger 2013 Ajang Aktualisasi Diri Blogger Perempuan


Srikandi Blogger 2013
Srikandi Blogger 2013. Pertama kali saya menulis di blog adalah saat tahun 2006, masih imut karena saya baru semester tiga di kampus. Hehe. Awal menulis di blog berbasis friendster yang sekarang sudah tutup situsnya. Sejak itu saja mulai mengenal dunia blogging dari teman friendster. Sempat jatuh cinta pada multiply sampai 2008. Namun akhirnya memilih fokus pada akun blogspot ini di tahun berikutnya bahkan sampai sekarang. 

Ngeblog bagi saya suatu kebutuhan. Saya butuh bicara dengan diri saya sendiri, meraba apa makna yang saya rasakan setiap hari karena blog sudah menjadi diary online. Diary yang saya namai Celoteh Kiky -Diamond Wannabe ini awalnya adalah curhatan saja, tidak pernah terlintas dalam pikiran saya akan membuat blog saya lebih dikenal teman-teman. Namun, seiring perkembangan blog, makin banyak teman blog dan kenalan yang berkunjung ke blog ini. Saya pun merasa bahwa sudah saatnya merubah galau yang saya alami menjadi sebuah karya yang positif. Saat pertama kali menulis di blog, tak ada niatan sama sekali untuk mencipta sebuah gebrakan dalam hidup dengan menulis blog. Saya lebih menikmati proses, proses menjadi dewasa, proses menemukan jati diri dengan menulis apapun yang saya rasakan, saya hayati dan maknai di blog ini. 

Sebagian teman kampus saya menganggap bahwa kegiatan blogging hanya menghabiskan waktu. Iya, kami pernah mendapat tugas dari dosen mata kuliah komputer statistika untuk membuat blog (saat ini blognya sudah hilang karena berbasis multiply). Tujuan pembuatan blog karena dosen ingin agar mahasiswanya bisa mengaktualisasikan dirinya lewat blog. Blog menurut dosen tersebut adalah tempat untuk berbagi ilmu dan inspirasi. Di sana kami diajari untuk menuangkan ilmu tentang komputer statistika, yaitu penggunaan beberapa software untuk memecahkan data statistik dan menganalisanya. Karena itulah, saya dimintai tolong oleh kelompok untuk memuat tugas kami di blog. 

Senang rasanya ternyata kegiatan blogging saya bermanfaat, karena di ujung semester, sang dosen memberi nilai sempurna. Ya, saya dapat A. Nilai yang sangat sulit didapat di jurusan Matematika. Sejak itulah saya berinisiatif untuk menulis apapun yang saya tahu agar dunia pun mengenal bahwa ilmu tak hanya sebatas di bangku perkuliahan, asal mau belajar, asal mau membaca dan memahami, ilmu bisa ditemukan berserakan di jagat dunia maya, bahkan saat blogwalking. 

Dengan semangat berbagi itu, saya pernah mengajukan sebuah program pada kampus untuk mendanai kami membuat project ke sekolah-sekolah SMP untuk mengadakan workshop blogging. Sayangnya, niat itu hanya tinggal niat, karena proposal kami tak disetujui. Ternyata, dunia blog masih saja belum menguntungkan mungkin bagi petinggi kampus. Barulah, selang dua tahun terakhir saya dengar kampus memberlakukan kebijakan baru. Para mahasiswa diharuskan untuk membuat blog dan aktif mengirimkan tugas lewat media online. Bahkan salah satu unsur penentu apakah universitas tersebut masuk dalam daftar universitas terbaik adalah dalam situs pencarian. Saya pernah menuliskannya di sini

Srikandi Blogger 2013 Aktualisasi Diri Blogger Perempuan

Saat saya fokus menulis lagi di blog, saya menemukan komunitas Kumpulan Emak Blogger. Awalnya minder karena sebagian besar member KEB adalah para emak, Iya, dalam arti yang sebenarnya. Bayangkan saja, saya seperti masuk dalam sebuah dunia antah berantah dengan para emak yang berceloteh ria tentang dunia rumah tangga. Saya? Hanya memandang mereka dari sudut layar ini saja. :D Hanya beberapa yang saya kenal karena ada di komunitas yang sama, atau pernah masuk dalam daftar pemenang lomba menulis yang saya ikuti juga. 

Saya masih merasa takut untuk masuk dalam dunia emak-emak ini, yang berceloteh tentang rumah tangga dengan segala pernak perniknya. Saat dinyatakan masuk dalam daftar nominasi 50 unggulan Srikandi Blogger 2013, saya hanya tertegun. benarkah saya masuk? Bukankah saya belum menjadi Emak? Tapi, seorang teman pernah bilang, "Lho, syarat daftarnya memang bukan harus sudah menikah kan, mba?" Hihihi! Saya tertawa geli. Iya, saya memang belum menjadi emak. Tapi saya tetap perempuan. Dan KEB memfasilitasi setiap perempuan untuk menjadi diri mereka sendiri dalam jagat blogsphere. KEB ingin memberi harapan bahwa berbagi dan menginspirasi adalah juga hak setiap perempuan Indonesia, baik yang sedang ada di dalam maupun luar negeri, baik yang sudah menikah ataupun belum. Karena memang saya lihat beberapa blogger sedang ada di luar negeri menemani suami studi atau bekerja. 

Oya, bagi saya, Srikandi Blogger 2013 sebuah ajang yang menarik. Srikandi dengan perjuangannya sama seperti Kartini pada masa kemerdekaan. Srikandi versi Jawa memberi kita filosofi bahwa perempuan berjuang untuk kaumnya, berani mewujudkan cita-citanya. Maju ke medan yang sesungguhnya, mencipta sejarah baru dengan hunusan panahnya. Jika saya asumsikan, panah Srikandi Blogger adalah tulisannya yang menginspirasi dan memberi arti. Di luar sana akan ada banyak perempuan yang menemukan pencerahaan saat membaca tulisan kita, para blogger perempuan. 

Selain karena satu-satunya di Indonesia, saya mengapreasiasi atas kerja keras para panitianya untuk berjibaku membuat ide cemerlang Srikandi Blogger 2013 ini menjadi nyata. Bukankah kerja keras akan memetakan hasilnya nanti? Maka, saya pun berharap Srikandi Blogger akan menjadi sebuah gebrakan baru di mana orang tak akan lagi berkerut keningnya mendengar istilah "blogger". Ngeblog sambil berbagi inspirasi adalah juga impian saya. Sembari menuliskan sejarah hidup, saya juga ingin tetap menjadi diri sendiri. Semoga saja dengan adanya blog ini bisa menjadi ladang pahala bagi saya. 

Para Emak KEB di ajang kompasianival (sumber)
Program jika saya terpilih

Oiya, jika saya terpilih menjadi Srikandi Blogger 2013, saya akan memetakan beberapa langkah yang akan dilakukan. Yaitu :

1. Mengadakan workshop bagi perempuan untuk membuat blog.  Baik merancang template maupun membuat tulisan di blog menjadi indah dan enak dibaca. Workshop tidak hanya terbatas pada daerah kota besar saja, karena selama ini saya hanya bisa takjub di kota besar sering ada kegiatan offline, tapi daerah saya belum pernah ada. :D

2. Membuat kegiatan rutin seperti blogger hibah sejuta buku. Saya sudah berpartisipasi untuk ini sejak lalu, dan ini menyenangkan. Menulis tak hanya berhenti sampai ide tertulis, tapi juga mewujudkannya menjadi aksi nyata. Bukti nyatanya, ternyata jika blogger seindonesia bersinergi akan mencipta karya hebat. Faktanya, kegiatan yang digawangi mbak Anazkia dan beberapa teman volunteer ini sudah merambah beberapa pelosok negeri untuk berbagi buku bacaan. Bahwa pendidikan adalah hak segala bangsa, iya. Bahwa kita akan mewujudkannya sama-sama, tentu. Dengan dukungan banyak pihak ya. Kita akan mewujudkannya sama-sama.

3. Mengadakan sebuah seminar parenting tentang pentingnya mempersiapkan kebutuhan perempuan menuju masa pernikahan. Mungkin bisa mengundang pembicara yang berhubungan langsung dengan dunia parenting. Saya tahu, ternyata sampai saat ini saya belum nikah mungkin karena memang belum ada persiapan yang berhubungan dengan mental dan kesiapan pasca nikah. Iya, pasca nikah. Hehe. Karena seringkali novel-novel yang pernah saya baca hanya berkutat seputar romantisme semu. Padahal yang dibutuhkan seorang perempuan adalah kesiapan untuk menjadi ibu dan seorang istri. Saya bahkan pernah dengar bahwa sebagus apapun pendidikan perempuan, jika dia tidak dididik sejak dini untuk mempersiapkan diri menjadi seorang ibu, ia akan gagap lakunya. Saya pernah baca kisah mbak Meuthia Rizki yang ternyata mengalami fase kekagetan menjadi seorang ibu, baby blues. Apalagi jika perempuan tidak diajari untuk menjadi seorang istri yang baik,  kemungkinan angka perceraian akan meningkat. Bukankah kita bisa mencegahnya dengan memberi pendidikan pentingnya menjadi seorang ibu dan istri sejak dini?

Menjadi ibu dan istri yang baik adalah hak dan kewajiban bagi seorang perempuan. Iya, perempuan tetap membutuhkan aktualisasi diri dalam ranah yang lebih luas lagi. Jika dengan adanya kegiatan Srikandi Blogger 2013 ini, maka saya mengharapkan akan lahir sebuah generasi sadar diri bahwa perempuan ada untuk kaumnya. Memberi yang mereka punya, ilmu, tenaga, pikiran dan impian agar kaumnya menjadi lebih baik lagi. 

Akhir kata, semoga siapapun yang terpilih menjadi 10 besar di ajang ini, akan mencipta sejarah baru dalam dunia blog. Dan mewujudkan cita-cita besar grup KEB menjadi wadah inspirasi bagi kaum perempuan. Saya menunggu kiprah blogger di tahun 2013 menjadi lebih cetar membahana. Hehehe! ;)

Sukses selalu ya, para Emak! Your amazing! ;)

Monday, 15 April 2013

Rumah Penuh Jendela


Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama.

Rumah bagiku sebuah tempat permulaan segala aktivitas. Tempat di mana impianku bermula, juga istirahat yang nyaman. Rumahku terletak di jalan perintis kemerdekaan, aku biasa menyebut alamatku dengan panggung surabayan karena lebih mudah ditemukan dan yang pasti nggak pake acara nyasar. Karena di ujung jalan dekat rel ada nama gang yang serupa dengan nama gang menuju rumahku. Kalau nama gang dekat rumahku itu gang Masjid Baitussholihin, nama gang yang lain itu gang Masjid Assholihin. Jadilah bagi orang yang susah menghafal, biasanya bakal nyasar ke gang lain, apalagi jaraknya lumayan jauh. Akhirnya, tiap menulis alamat surat, aku hanya mencantumkan panggung surabayan. Surabayan adalah nama desa, jadi pasti orang sudah paham, tanpa perlu mencantumkan gang, asal Rt, Rw dan nomernya jelas. Sekarang tiap kali ada paket datang, petugas dengan mudah menemukan rumahku, karena sudah hafal. Hehe. Maklum, sering dapat hadiah kuis :P


Btw,  rumahku memang masuk gang, gang kecil tepatnya. Tapi mudah kok ditemukan. Tinggal masuk melewati dua rumah. Rumah ketiga di sebelah kiri dengan penanda dua pohon mangga adalah rumahku. Warna dindingnya krem. Katanya sih pohon mangganya angker. Wekeke. Tapi masa sih? Mungkin cuma mitos. Yang pasti, dulunya desa ini memang serupa hutan, banyak tanah-tanah yang masih kosong, makanya pas sepuluh tahun lalu bapak ngajak pindah ke rumah ini, aku masih takut. Sepi, ga ada yang jualan jajanan pula :)) Dulu saat aku masih di daerah depo, jalan serayu dekat depo selalu dipenuhi orang jualan makanan tiap pagi dan sore. Jadi, buat aku yang suka cemilan, beli jajanan di sana itu wajib. Apalagi harga mkanan di tegal termasuk murah. Jajanan seperti gorengan, masih bisa dinikmati dengan harga 500 rupiah, kalo harga sekarang ya. Kalo kue-kuenya kisaran 700-1200. Tergantung jenisnya apa.  

rumah tampak samping
Nah, setelah sepuluh tahun, akhirnya desa yang sepi ini mulai dilirik developer. Di ujung terusan jalan perintis ini, akan mudah ditemukan perumahan baru. Namanya palm house. Harganya? Jangan tanya deh, harga properti sekarang memang gila-gilaan. Bayangkan saja, harga rumah paling murah 400 juta(ini dulu 2 tahun lalu pas temenku survei mau beli rumah di sana) sekarang sih ga tau harga pastinya berapa. Mungkin sudah naik 100-200 jutaan kali ya.

rumah dari belakang :D
Dengan adanya perumahan, akhirnya ekonomi menggeliat. Sekarang mudah ditemukan gerai alfamart dan indomart, juga kios baju, warnet, atm, bank, dan penjual makanan kecil seperti martabak, sate, nasi goreng, thu aci, penjual kue2 putu, nasi ponggol setan depan gangku. 


Ini di depan rumah :D
Akhirnya jalan depan desa pun ramai. Malah sekarang jadi jalan yang tingkat kepadatannya meningkat drastis, sampai kalo aku mau menyebrang aja butuh nunggu minimal 5 menit karena sliwar sliwer mobil dan truk pertamina. Juga ada dua jalur angkot yang menuju ke kota. Kodenya A2 dan A1. Kalo A2 menuju Rita Mall, Pasific Mall, kalo A1 menuju sekolahanku, SMA Negeri 3 Tegal. Jadi, aku merasa terbantu dengan adanya angkot ini, aku tak perlu menggunakan motor jika hanya pergi sekitar dalam kota.

Angkutan A2 menuju sekolah sma 3 tegal

Indomaret jalan perintis kemerdekaan tegal
Oiya, rumahku ini kusebut rumah penuh jendela. Karena memang bapak membuat rumah ini dengan desain penuh jendela di tiap ruangannya. Katanya sih biar banyak anginnya. Haha. :D Ya, maklum, Tegal memang kota yang puanasss. Sekarang sudah mulai sedikit terbantu dengan adanya dua pohon mangga, halaman rumah jadi lebih adem. Juga di dalam rumah ada anyaman atap darikerajinan bambu yang bikin sejuk kalo pas terik matahari di luar benar-benar menyengat. Nah, ini ceritaku tentang sekitar rumahku. Kalo kamu, apa cerita tentang sekitar rumahmu, teman? 

Pohon mangga depan rumah

lagi berbuah :D

Monday, 8 April 2013

Jailolo, I'm Coming!

Tulisan ini diikutkan dalam "Jailolo, I'm Coming!" Blog Contest yang diselenggarakan oleh Festival TelukJailolo dan Wego Indonesia

Banner (sumber)
Saya seorang mantan tour leader, pernah berkeliling pulau jawa untuk mengantar study tour. Saya berharap suatu saat nanti bisa merasakan  sebuah perjalanan yang keren dan unik. Apalagi jika berkaitan dengan snorkling, diving dan tema-tema kelautan. Rasanya ingin ke destinasi wisata laut seperti Jailolo. Obsesi? Iya. Apalagi Indonesia memang negeri bahari. Saya tinggal di Tegal yang dekat dengan pantai. Pantainya beda dengan di luar jawa yang masih asri. Iri setiap melihat teman saya mengajak mengunjungi Maluku. Bagaimana saya bisa menuju ke sana? Sedangkan tiket ke Indonesia bagian Timur sangat mahal?

Saya ingin pergi ke Festival Teluk Jailolo 2013. Ada aroma rindu menyeruak, Bukankah seperti kata Carlo Goldoni, bahwa seorang traveller yang bijaksana tidak pernah membenci negaranya sendiri? Bagaimana saya bisa memilih berlibur ke negara ASEAN sedangkan di negeri sendiri, berjuta destinasi wisata laut lebih menarik? Apa saya akan membenci negeri saya sendiri karena terpisah berpulau-pulau? Tak bisa begitu mudahnya menjejak kaki ke arah timur yang jernih dengan air lautnya? Hanya karena harga tiketnya lebih mahal? Naluri saya meringis. Menangis. Indonesia indah di mata wisatawan asing, tapi kalah pamor di negeri sendiri.

Oya, saya mendapat info bahwa Wego Travel Indonesia bekerjasama dengan Panitia Festival Teluk Jailolo 2013 membuat lomba yang hadiahnya paket travelling ke Jailolo.  Interest! Apalagi melihat itenerarynya!

Saya ingin berkenalan dengan penduduk asli. Menikmati pesta barbeque saat malam hari di Rumah Sasadu. Esoknya, bersama para traveller, menyaksikan hiburan budaya Tari Cakalele, menikmati sunrise di Bukit Senyum Lima Ribu. Menikmati jajanan daerah di rumah makan setempat. Menikmati keindahan “desa wisata” Desa Gamtala dan melihat pembuatan handicraft.

Sumber : di sini

Saya ingin menyaksikan Pembukaan Festival Teluk Jailolo 2013 yaitu acara Ritual Laut, Sigofi Ngolo. Lalu, menyaksikan lomba dayung. Saya terobsesi untuk datang ke Pulau Buabua untuk fun diving, snorkeling, dan mengadopsi kerang. Karena ada bagian outline novel saya yang berhubungan dengan pelestarian kerang. Semoga dengan datang ke Jailolo saya bisa punya gambaran lebih detailnya dan bisa menulis di novel tersebut.

Saya ingin membantu mengangkat tema wisata laut karena yakin Indonesia mampu berdikari dengan memanfaatkan devisa dari corong wisata dan budaya.

Saya blogger, yang bisa bertindak sebagai travel writer. Jika mendapat kesempatan ke sana, saya akan menulis tentang wisata dan budaya Jailolo. Menjadi penulis perjalanan ibarat menjadi agent of changes. Membawa perubahan bagi sebuah wilayah yang ditulisnya, juga mempromosikan wilayah tersebut sehingga para wisatawan lain berdatangan.

Saya bisa menuliskan tidak hanya di blog tapi juga di media, seperti majalah Femina, Kompas, ataupun National Geographic Traveller. Untuk panitia Festival Teluk Jailolo bisa bekerjasama dengan detiktravel, wego travel, agoda, dan beberapa agen travel baik lokal maupun mancanegara untuk memberikan paket berlibur hemat ke Jailolo.


Nadine saat mengunjungi wisata laut Jailolo. Indah ya lautnya ^_^ (sumber)
Promosi lewat komunitas blogger juga efektif. Penyebaran lewat milist dan majalah travel online juga bisa digunakan untuk mendongkrak popularitas Festival Teluk Jailolo 2013 ini.

Ya, akhirnya, saya tetap berharap bisa ke Jailolo. Karena perjalanan seribu mill harus dimulai dengan satu langkah. Kalau ada kesempatan sekarang, saya akan angkat ransel. Daaann, mari berpetualang, teman! :)


Para penari dalam festival Jailolo (sumber)

Review Buku Cerita di balik Noda-Fira Basuki


Review Buku Cerita di balik Noda-Fira Basuki



Judul : CERITA DI BALIK NODA
Penulis : Fira Basuki
Penerbit : Jakarta KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) bekerja sama dengan Rinso Indonesia
Editor : Candra Gautama
Perancang Sampul : LOWE Indonesia
Penata Letak : Dadang Kusmana
Isi : xii + 235 halaman
Ukuran buku : 13,5 x 20 cm
Dicetak oleh : PT. Gramedia Jakarta
Harga : Rp. 40.000,-


Setiap noda mempunyai makna, maka berani kotor itu baik!

Saat saya memutuskan untuk membeli buku cerita di balik noda, dalam bayangan saya tulisan Fira Basuki yang lembut dan mengalir akan menyentuh hati. Dan begitu lembaran pertama kubaca, saya larut dalam kisah dan hikmah yang tertuang di dalamnya.

Cerita-cerita dalam buku ini awalnya ditulis oleh para peserta lomba menulis bertema "Cerita di balik Noda" yang diadakan oleh Rinso Indonesia melalui Facebook.

Para ibu yang ikut lomba ini bercerita mengenai anak-anaknya. Yang menarik, banyak ibu yang justru belajar dari sikap anak-anaknya. Fira Basuki menulis ulang 38 karya para finalis juga menambahkan 4 kisah yang ditulisnya yaitu Bos Galak, Sarung Ayah, Pohon Kenangan, dan Foto.

Saat saya baca kisah-kisahnya, saya jadi ingat sebuah nasihat ini, “Siapa yang tak dapat dididik oleh nasihat, akan dididik oleh kejadian dahsyat.”

Siapa sangka, dari kejadian yang ada, yang dialami oleh anak-anak dan orang tua justru menjadi titik balik perubahan seseorang. Setiap noda mencipta hikmah dari fragmen kehidupan yang tak terduga tadi. Seperti noda, cipratan hikmah membuat sebuah perubahan. Meski itu harus diawali dengan kejadian dahsyat. Seperti dalam kisah berjudul 'Tak Jadi'. Penulis mengisahkan sepasang suami istri yang tak jadi bercerai karena sang anak berinisiatif mengambilkan cincin yang dibuang dalam kolam berlumpur. Sang anak mengobok-obok kolam penuh lumpur demi mengambil benda berharga lambang pernikahan kedua orang tuanya. Ada haru yang berderai di wajah sang ibu saat melihat anaknya berjibaku dengan lumpur tadi. Pengorbanan tak akan sia-sia. Sang ibu kembali berbaikan dengan suaminya. Mereka batal bercerai.

Lalu, membaca kisah berjudul Foto, membuat saya belajar berpikir positif. Kisahnya bermula saat Rina menganggap Agung, suaminya, hanya sibuk bekerja. Tak terlihat ada bentuk perhatian dan cinta. Agung yang cuek membuat Rina berpikiran negatif. Apakah benar Agung pergi ke luar kota hanya untuk urusan pekerjaan? Atau ada godaan perempuan lain? Sampai Rina sadar, dugaannya salah. Tapi terlambat, Agung kecelakaan dan mengalami koma. Saat Rina membereskan baju kemeja yang berceceran darah, dia baru sadar. Agung ternyata masih mencintainya. Rina menitik haru menemukan tulisan di balik foto yang terselip di saku kemeja. "Untuk Rina dan Bintang, akan kuberikan segalanya."

Ada lagi kisah di judul "Tulisan di Kain Sprei" halaman 33. Berkisah tentang kisah Chatya yang selalu diledek oleh teman-temannya karena gendut. Si Mbak pun kemudian berinisiatif untuk mengibaskan sprai yang  membuat  Chatya mendapatkan ide jitu. Ia tulisan di kain seprai yang dipasang depan rumah. Tujuannya agar anak-anak yang setiap hari datang mengejek, bisa membaca tulisan ini.

WALAUPUN AKU GEMUK, AKU TAK PERNAH MENYAKITI ORANG. WALAUPUN GANTENG DAN CANTIK KALIAN PENUH NODA DI HATI.

Tulisan yang ditulis dengan spidol di atas sprei dan dibentangkan di depan rumah. Dan taraaa, it works!. Anak-anak pun bungkam dan tak pernah lagi meledek. Sang mama yang melihat Chatya mencuci sprei justru merasa terharu juga bangga. Bagi Mama, hati Chatya lebih cantik dari anak manapun karena rasa tanggungjawabnya mencuci sprei yang kotor.

Dalam buku ini ada banyak kisah lainnya. Masing-masing mencipta jejak kebaikan. Bukankah orang akan menjadi lebih baik jika ia mempunyai kegagalan dan pengalaman? Bahkan pengalaman anak-anak saat bermain dan pulang dengan baju penuh noda justru membuat kita  orang dewasa jadi belajar banyak hal. Iya, anak-anak adalah sumber inspirasi bagi lingkungannya, bagi keluarganya. Anak akan belajar berempati, bersimpati, menemukan rasa tanggung jawab, dan belajar untuk menghargai perbedaan orang lain.

Tak ada sekolah untuk menjadi orang tua luar biasa maupun menjadi istri yang paripurna. Tapi, level demi level ujian hidup yang dialami setiap tokohnya tadi akan membuat kita jadi lebih paham makna kehidupan. Lalu tugas orang tua saat mengalami hal yang sama adalah menyikapinya dengan bijak. Membiarkan anak menemukan dunianya sendiri, dunia bermain dan belajar. Sehingga orang tua tidak terjebak pada keinginan untuk melarang anak main kotor-kotoran. Biarkan anak berkreasi, karena berani kotor itu baik!

Kelemahan buku ini adalah karena tak ada proofreader sehingga ada kata-kata yang salah ketik seperti kata "Buya" ditulis "Buaya", tentu akan mengubah makna kata. Lalu, karena kisah ini merupakan rewrite dari kisah finalis lomba, ada beberapa yang kurang saya rasakan feelnya saat membaca kisah tersebut. Mungkin penulis harus mendalami lagi kisahnya dan menggali kisah itu untuk bisa dieksplorasi lagi. 


Saturday, 6 April 2013

Let's Move On and be Awesome Instead!



Let's Move On and be Awesome Instead!

Move on buat cewek emang ribet dan susah, butuh hati baru dan ikhlas.
Tapi kamu bisa lho mencobanya
Kamu pernah jatuh cinta dan kemudian patah hati? Susah lupain si dia? Ya, dia… si mantan itu. Mungkin bagiku ini pengalaman buruk. Berkali-kali jatuh cinta tapi kok ya belum jodoh ya? Ada aja halangannya. Dari orang tua nggak setuju, ternyata beda tipe, nggak bisa long distance sampai ternyata dia lebih klop sama sahabatnya. Beuuuhh, kalo diinget-inget bakal sebel bin mangkel! Pengen nangis tiap inget, tapi mau gimana lagi?

Tiap kali patah hati itu rasanya saya nggak bisa ngapa-ngapain. Keingetan terus, dan tentu ini bikin jiwa saya jadi bermasalah. Kebayang masa lalu emang nggak enak. Saya masih cinta dia tapi dianya udah nggak pernah mikirin saya lagi. Nah, kan? :’) Cewek emang tipe yang suka main perasaan. Cowok sebaliknya. Walau gitu, kadang ada juga cowok yang susah move on dari mantan.

L.O.V.E. Seperti benang, cinta suatu saat akan terputus juga.
Kita bisa mencipta ikatan baru yang membuat kita akan bahagia lagi.
Bagaimana pun, cewek emang lebih perasa. Ada banyak pertimbangan kenapa cewek jadi susah move on, ya kayak saya ini. Saya sampe pernah diketawain sahabat. Waktu itu saya curhat sama dia. Saya ajakin dia makan siang. Entah gimana ceritanya ya, saya curhat sambil nangis sampe saya nyicip rasa air mata yang jatuh di dekat bibir. Duh, padahal lagi makan bakso. Huwaaa, jadiiii, rasa kuah baksonya berubah asin. Weww… :')

Pas itu, sahabatku udah bete juga kali ya. Mau nenangin dan jelasin panjang lebar. Kasih nasihat macem-macem. Tetep aja nggak ngefek. Jadi dia yang awalnya serius kasih nasihat malah ketawa. Wedeeehh :p *jitak* Alasannya, ya karena saya susah move on. Masih aja suka ngoceh soal mantan. Hiks. Dalam hati kadang masih bertanya kenapa dan kenapa bisa terjadi patah hati lagi? Tapi, ah sudahlah.

Menulislah, karena menulis melegakan hati :)
Eniwei, kamu pernah ngrasain susah move on juga? Saya pernah coba tips ini. Mungkin buat kamu berguna juga ya

1.                Ikhlaskan kenangan antara kamu dan dia
Ada banyak kenanganmu sama dia. Pas pertama kenalan sampe akhirnya berantem. Kamu bisa mulai menata hati dengan mengikhlaskan semua kenangan itu. Kadang masih keingetan ya? Kalo gitu, buat kenangan yang baru.
Saya pernah baca di novel P.S. I Love U. Sukaaa banget sama quote ini. "Ingatlah semua kenangan manis kita, tapi jangan takut mencipta kenangan baru.”
Ya, kamu berhak kok mendapatkan kehidupan yang lebih banyak cinta dengan mencipta kenangan baru. Bukalah hatimu dan ayo senyuuumm.;)
2.                Memaafkan kesalahan dia
Memaafkan. Iya, maafin aja. Memaafkan itu membaikkan jiwamu, lho. Kamu jadi lebih merasa tenang setelah memaafkan dia. Semoga dengan memaafkan, hatimu lebih damai. :)
3.                Letakkan porsi logika lebih besar dibanding perasaanmu
Hati yang terlanjur sakit, seringkali karena kamu terlalu menilai tinggi rasa sakit dan kecewa itu. Anggaplah bahwa kejadian ini akan mendewasakanmu.
4.                Rendahkanlah hatimu
Ada pertentangan emosi dalam diri. Mungkin sulit dan mustahil untuk mengistirahatkan pikiranmu dari ingatan tentangnya. Tapi percayalah, rendah hatimu akan membuat masalah ini terasa lebih mudah dilewati. Badai pasti berlalu.
5.                Rasa dan masa akan indah pada waktunya
Rasa cinta itu datang kapan aja, dan hilang juga bisa kapan aja. Kamu bahkan nggak tau sejak kapan kamu mulai jatuh cinta sama dia, kan?  Melepaskan dia dari hatimu memang butuh waktu. Kalo gitu kamu juga bisa move on dengan membiarkan waktu yang akan menyembuhkan luka hatimu.
6.                Berpisah bukan berarti ga ada komunikasi lagi
Jujur, saya lebih suka berpisah baik-baik. Tapi seringkali salah paham tanpa komunikasi itulah yang membuat hubungan merenggang. Apalagi sama-sama emosi dan tak ingin mendengar adalah salah satu kelemahan dalam hal komunikasi dua hati. Karena saya nggak ada komunikasi lagi, saya berusaha stalking. Ternyata ini lebih bikin sakit hati. Btw, lebih baik sih cuekin aja.
7.               Lakukan “Me Time” dan sibukkan diri
Waktu patah hati, saya berusaha untuk memperbanyak kegiatan hobi. Melupakan secara sadar seringkali justru nggak bisa. Ya, namanya juga kenangan. Jadi kegiatan itu sedikit demi sedikit menggeser prioritasku. Pikiranku tentangnya mulai berkurang meski tak bisa drastis. Tapi saya suka. Saya bisa mulai menata diri lagi.


Let's Move on! :p
Jadi,  iya… kehilangan memang menyakitkan. Tapi yakinlah kamu bisa melewatinya. Sama seperti saya yang masih berusaha untuk move on juga.

Saya suka kata-kata ini yang ada di profile blog mba Windi. Big hug, mbaakk Win. Thanks yah. “When I get sad, I stop being sad and be awesome instead.” Ya, saya harus belajar untuk menjadi awesome buat diri saya sendiri. Let’s move on and be awesome instead! ;)

nb : foto koleksi adekku diambil dari google, entah sumber webnya mana aja. heuheu. folder lama soalnya. maafkeun. :')