Wednesday, 16 January 2013

Review Blog : Mbanjar Bae Melihat Banjarnegara Dari Sisi Idah Ceris


Review Blog : Mbanjar Bae Melihat Banjarnegara Dari  Sisi Idah Ceris

Saat saya berkunjung ke blog mbak Idah Ceris yang berwarna biru, saya melihat tampilan blognya yang eye catching, warnanya simple, dan templatenya mudah diakses karena SEO friendly. Cepet banget buka blognya, hehe. Saya tertarik ingin menulis tentang reviewnya, tapi bingung mau nulis apa. Karena mba idah menulis singkat-singkat, tidak sepertiku yang sering menulis postingan blog lebih dari 1 halaman spasi 1 ukuran font 11. Wkwk. Ya okelah, akhirnya ada ide juga buat ikutan giveaway ini setelah lihat ada kategori Mbanjar Bae di blog Mbak Idah. :D

Mbanjar Bae adalah kategori di blog biru mbak Idah yang membahas tentang keunikan kota Banjarnegara dari sisi lain. Kalau dilihat di wikipedia, deskripsi kota Banjarnegara adalah sebagai berikut:

Kabupaten Banjarnegara, adalah sebuah kabupaten di Propinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibukotanya namanya juga Banjarnegara. Kabupaten Banjarnegara terletak di antara 7° 12' - 7° 31' Lintang Selatan dan 109° 29' - 109° 45'50" Bujur Timur. Luas Wilayah Kabupaten Banjarnegara adalah 106.970,997 ha atau 3,10 % dari luas seluruh Wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang di Utara, Kabupaten Wonosobo di Timur, Kabupaten Kebumen di Selatan, dan KabupatenBanyumas dan Kabupaten Purbalingga di Barat. (Sumber Wikipedia)

Ada 9 postingan tentang Banjarnegara di kategori Mbanjar Bae. Sayangnya, tidak semuanya ditulis oleh mbak Idah sendiri. Ada 2 postingan yang dicopas dengan sumber tulisan dari Harian Suara Merdeka di postingan ini dan ini. Andai semua postingan ditulis oleh mbak Idah sendiri mungkin akan ada sisi lain yang bisa lebih saya kenali dari pola pendidikan di Banjarnegara misalnya mengapa hasil UAN siswa SMP Terbuka jeblok dan siswa tidak tertarik dengan pelajarannya. Jika demikian, saya bisa melihat opini mbak Idah dengan melihat data dari Suara Merdeka tadi, sehingga bisa membuat postingan berisi solusi ala blogger. Setau saya, biasanya setiap kota memiliki otonomi daerah untuk mengembangkan pendidikan di kotanya, sehingga jika dituliskan berdasarkan pengamatan pribadi di lingkungan sekitar akan tercipta citizen journalism. Atau ketika mbak Idah membuat postingan di postingan tentang salak pondoh, saya akan mendapatkan foto yang diambil sendiri oleh mbak Idah.

Salak Pondoh Oleh-oleh Khas Banjarnegara

Di postingan berikutnya, ada postingan tentang salak pondoh. Dari sana kita bisa tahu pendistribusian salak pondoh sudah mencapai jakarta, sumatera, batam, bahkan singapura. Salut untuk pendistribusiannya, karena untuk kategori buah-buahan biasanya buah tidak bisa bertahan lama. Itu artinya salak pondoh bisa mencapai singapura dengan transportasi yang memang diusahakan cepat sampai, tentu dengan biaya terjangkau ya. Saya kurang tau apa mbak idah tau tentang cara pendistribusiannya pakai ekspedisi apa yang murah. Bisa dibantu, mba? Hehe, saya tertarik bisnis, jadi kalo soal beginian jadi langsung ijo matanya #eh xD

Pikas Banjarnegara

Juga ada postingan berjudul The Pikas,Pikasto dan Banyu Wong. Pikas adalah sebuah manajemen yang telah berdiri dua tahun yang lalu dan didanai oleh investor dari Bogor. Pikas sekarang mempunyai beberapa jenis usaha didalamnya yaitu ada The Pikas, Kios Batik, Pikasto, Terapi Ikan dan Banyuwong. The Pikas yang merupakan nama outbond di daerah Pinggiran Kali Serayu. Pikasto yang merupakan resto di sekitar Pikas. Menu unik andalannya adalah ayam kampung goring pikasto, ayam goreng ricarica, ayam goreng mentega, nasi bakar, dll. 


Eksis di The Pikas


Banyu Wong adalah nama base camp arung jeram. Untuk arung jeram ada beberapa paket yang ditawarkan dari arung jeram dengan route terjauh yaitu start dari Blimbing (Wonosobo) seharga Rp. 300.000 , dari  Tunggoro Rp. 200.000, dari Bojanegara Rp. 185.000, dengan finish di Singomerto tempat base camp berada. Dari postingan ini saya jadi tahu tempat wisata yang menarik di Banjarnegara  Jadi, kalo pas ke sana bisa nyobain deh. Postingan ini juga memberi angin segar bagi kita untuk melihat postensi wisata di kota kita sendiri, kalau di Banjarnegara bisa dipakai sebagai tempat wisata, tentu di daerah lain juga bisa, kan?. Sungai tidak akan lagi identik dengan sampah, limbah dan pencemaran air sehingga terjaga kelestariannya dan mendatangkan investor bagi kota.



Ada juga ciri khas lain Banjarnegara yaitu Batik Gumelem dan Dawet Ayu Banjarnegara.

Batik Gumelem Khas Banjarnegara
Untuk dawet ayu banjarnegara yang memang menjadi primadona bagi pecinta kuliner, mbak Idah menampilkan foto penjualnya lengkap dengan gerobaknya pula. :D

Dawet Ayu Banjarnegara

Buat postingan lengkapnya, silahkan klik link diatas ya, hihi, kalo ditulis semua bisa jadi 3 postingan full. Sekian review kali ini. Bye-bye... Makasih sudah berkunjung ya. xD



Postingan ini diikutsertakan dalam Senyum Bersama Langkah Catatanku Giveaway Langkah Catatanku Idah Ceris

Tegal, 160113, 03:25


14 comments:

  1. Wow, review blog ya... Kereen..Kalo salak pondoh biasanya aku dapat oleh2 doang. Mungkin aja salak itu dari mBanjar :D
    Semoga berjaya bersama diriku di GA-nya Idah yaa ;)

    ReplyDelete
  2. Seruuu... Dulu aku pengen banget ke Banjarnegara dan Wonosobo. Eh, itu aku baru liat pohon salak berbuah. Lucu yaa... Hohoho...
    Mba Ila, buat review kota lain dong :)

    ReplyDelete
  3. itu salaknya manis g ya??? hihih
    sukses mb' Ila buat GAnya :D

    ReplyDelete
  4. Iya setuju, lokasi wisata di daerah sendiri juga bisa dimaksimalkan, kok :)
    Sukses GA-nya ya Ky ;)

    ReplyDelete
  5. HOreeee..salak pondohnya dah pernah nyicipin di bawain neg Idah sekardus lho?

    #gud luck yaaa

    ReplyDelete
  6. hmm.. pengen lagi ngerasa'in salak pondoh yang enak itu.. ^^

    dawet juga minuman kesuka'anku.. :nggananya .-"
    --
    semoga menang mbak Ila.. ^^

    ReplyDelete
  7. mauuu salak pondoh nya..!
    kecil2 tapi muanis..

    ReplyDelete
  8. mbak kok keren2 itu @_@ pengen kesana...

    ReplyDelete
  9. seperti biasa tulisan mba ila mah mantaaff dech apalagi tentang matanya yang ijo kalo ada potensi bisnis heheh...aku jadi pengin ke banjarnegara nech....btw good luck ya mba ila...

    ReplyDelete
  10. beewwwhh..... komplitttt.... ahh.. aku jd pgn sekomplit ini... hihi

    ReplyDelete
  11. ssiiipp fotonya cantik, tulisannya keren khas Ila :)

    ReplyDelete
  12. wow, lengkap banget ya...
    semoga menang ya

    ReplyDelete
  13. padahal dahulu kala salak pondoh adalah khas sleman...
    tp sekarang ada dimana-mana....
    :)

    ReplyDelete
  14. Aiiih, Mba Ila memang TOP ngreviewnya. ;)

    Untuk dua postingan itu memagn saya ambil njiplek dari koran suara merdeka. Maafkan, saya pas membuat postingan tersebut memang serasa jadi media ke tiga, karena tanpa ada opini dari saya. hihihi

    Oiya, Mba Ila beneran serius mau mencoba bisnis salak pondoh nih? Kalau salak di tempat saya biasanya dibwa ke Jakarta dulu, kemudian oleh pihal "lapak" Jakarta baru di distribusikan ke negra tetangga. Untuk pendistribusiannya saya tidak tahu, Mba. Tapi, nanti saya tanyakan sama "pelapak" di Desaku ya, Mba.

    Terimakasih sudah ikut meramaikan syukuran GA Langkah Catatanku, Mba.

    Salam Senyuum. . . ^_*

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)