Sunday, 6 January 2013

Andai Punya Mesin Waktu

Ada yang tertahan di belakang itu rasanya seperti ada beban. Berat, bikin pusing kepala dan selalu kepikiran. Seharusnya urusan itu sudah selesai sejak november, tapi harus mundur sampai april. Dan entah apa yang sedang Dia siapkan untuk saya sampai saya diharuskan menunggu selama itu. 

Rasanya rentang waktu sepanjang 6 bulan pun tak bisa membuat saya membalikkan keadaan seperti orang bebas. Rasanya tetap saja ada yang tertahan. Dan kadang yang lebih mengerikan adalah ketakutan itu masuk ke mimpi-mimpi saya. Kayak pengen bilang, "urusanmu yang ini belum selesai, lho." 

Ketergantungan dengan orang pun menjadi ketakutan tersendiri. Sejak kecil saya ga bisa disuruh bergantung sama orang lain. Lha, ini malah disuruh nunggu sampai selama itu. Rasanya pengen ambil mesin waktu dan memutar waktu lebih cepat dari yang seharusnya. 


Ada yang bilang kalau kamu sedang mengalami ujian dan kamu ga bisa mengubah takdir, nikmati saja ujiannya. Ya, saya pengennya gitu. Berusaha biasa-biasa aja, padahal ada yang dipikirin. Jadi malah stress sendiri. Fufufu... Pengen ngilang sejenak dan lari ke masa di mana saya bisa senyum lebar seperti saat kecil dulu. 

060113, 19:19

3 comments:

  1. semangka mbak ila... Innalaha ma'ana

    ReplyDelete
  2. bener tuh, menunggu emang menyakitkan.
    but, tetap banyak berdo'a....
    ^^

    ReplyDelete
  3. seandainya doraemon itu benar benar ada.. #eh

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)