Wednesday, 29 June 2011

Kopi Hitam

Saya begitu ingin menangis tak terhankan ketika kita berpisah tapi tidak ada setetes air matapun yang meleleh dipipi.

Betapa saya sekuat tenaga tidak ingin melepaskanmu pergi walau itu bayanganmu sekalipun tapi tetap tidak bergeming ketika kau beranjak pergi.

Hati dan pikiran saya hanya tertuju padamu tapi tidak menyangkal apapun ketika kau berkeras menganggap saya tidak pernah merasakan arti kehadiranmu.

Saya tidak lagi melakukan banyak hal dan membiarkanmu memalingkan perasaan kita berdua karena memang itu yang terbaik bagi kita.

Saya hanya ingin melakukan ritual sofa cokelat yaitu menyesap kopi hitam tanpa gula, mencium aromanya yang harum dari kepulan asap di permukaan gelas, menggenggam kehangatan dari cangkirnya, dan menikmati rasa pahitnya di lidah yang mengalir ke kerongkongan. Terberkatilah gerimis jika turut serta menemani, memberikan kesejukan dan kedamaian hingga perasaan sakit berpendar dan luruh bersama air yang meresap ke dalam tanah.

Lalu samar-samar bayangan wajahmu di jendela nampak buyar oleh cipratan rinai hujan di kelopak dedaunan yang membuat tetesan embun di kaca. Haruskah saya bahagia karenanya ?

Sumber: disini 


btw, gambar kopinya ga item. tak apolahh... haha :))

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)