Quote of The Day

“Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebaikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (Q.S. al-Ahqaf: 15)

Wednesday, 29 June 2011

Kopi Hitam

Saya begitu ingin menangis tak terhankan ketika kita berpisah tapi tidak ada setetes air matapun yang meleleh dipipi.

Betapa saya sekuat tenaga tidak ingin melepaskanmu pergi walau itu bayanganmu sekalipun tapi tetap tidak bergeming ketika kau beranjak pergi.

Hati dan pikiran saya hanya tertuju padamu tapi tidak menyangkal apapun ketika kau berkeras menganggap saya tidak pernah merasakan arti kehadiranmu.

Saya tidak lagi melakukan banyak hal dan membiarkanmu memalingkan perasaan kita berdua karena memang itu yang terbaik bagi kita.

Saya hanya ingin melakukan ritual sofa cokelat yaitu menyesap kopi hitam tanpa gula, mencium aromanya yang harum dari kepulan asap di permukaan gelas, menggenggam kehangatan dari cangkirnya, dan menikmati rasa pahitnya di lidah yang mengalir ke kerongkongan. Terberkatilah gerimis jika turut serta menemani, memberikan kesejukan dan kedamaian hingga perasaan sakit berpendar dan luruh bersama air yang meresap ke dalam tanah.

Lalu samar-samar bayangan wajahmu di jendela nampak buyar oleh cipratan rinai hujan di kelopak dedaunan yang membuat tetesan embun di kaca. Haruskah saya bahagia karenanya ?

Sumber: disini 


btw, gambar kopinya ga item. tak apolahh... haha :))

Buku Paling Fenomenal Sepanjang Sejarah Perbukuan Indonesia (?)

Buku Paling Fenomenal Sepanjang Sejarah Perbukuan Indonesia (?)


Kalau ditanya apa buku yang paling banyak dicetak dan dibaca oleh masyarakat Indonesia secara luas? Mungkin Anda akan menjawab dengan mengajukan beberapa judul “novel” yang belakangan ini diklaim penerbitnya sebagai buku yang paling banyak dicetak dan dibaca dalam sejarah perbukuan Indonesia. Benarkah “novel” merupakan buku Indonesia yang sanggup memecahkan rekor cetak dan jumlah pembaca yang paling banyak? Entahlah, tak ada yang punya data pasti mengenai hal tersebut. Semua patut dicurigai sebatas klaim dan upaya promotif pihak-pihak yang berkepentingan.


Di tengah berbagai simpang-siur data mengenai berapa eksamplar terbanyak yang pernah dicapai dalam pencetakan sebuah buku, kalim-klaim bestseller, mega-best-seller, sampai super-mega-best-seller (berapa patokan angkanya?), rasanya kita perlu mempertimbangkan buku lain. Sebuah buku legendaris yang mungkin luput dari pengamatan, namun bisa jadi sesungguhnya merupakan buku paling laris dan paling banyak dicetak dan dibaca dalam sepanjang sejarah perbukuan Indonesia (?).


Inilah buku itu. Judulnya Risalah Tuntunan Shalat Lengkap (126 halaman) karya Moh. Rifa’i yang pertama kali diterbitkan CV. Toha Putra (sekarang PT. Karya Toha Putra), Semarang, pada tahun 1976. Kalau ditanya pernahkah melihat atau membaca buku tersebut? Rata-rata Muslim Indonesia mungkin pernah membacanya. Baik yang tinggal di perkotaan maupun di pedesaan, boleh jadi dari Sabang sampai Merauke. Berapa orang yang pernah belajar shalat melalui buku tersebut? Berapa orang yang merasakan manfaatnya? Mungkin tak terhitung lagi.


Data cetakan terakhir yang pernah kami lihat di sebuah mushala kecil di bilangan Tangerang Selatan, menunjukkan bahwa buku tersebut sudah cetak ulang sebanyak 637 kali sejak tahun 1976. Bayangkan kalau sekali cetak rata-rata 5.000 eksamplar (padahal penerbit buku seperti ini rata-rata mencetak dalam oplag yang luar biasa besar, di atas 10.000 eksamplar untuk didistribusikan dengan area yang sangat luas)? Kurang lebih sudah 3.185.000 eksamplar yang tercetak dan terjual. Belum lagi kalau dihitung versi bajakannya yang mungkin berjumlah 5 sampai 10 kali lipat dari cetakan aslinya. Wow! Fantastik bukan? Dengan harga yang sangat-sangat terjangkau, Rp. 5000,- sampai paling mahal Rp. 10.000,-, entah berapa banyak orang yang sudah membeli dan membacanya? Jaringan penjualannya pun tidak hanya terpusat di took-toko buku, Risalah Tuntunan Shalat Lengkap-nya Dr. Moh. Rifa’i juga bisa didapatkan di lapak-lapak koran, bus kota, sampai penjual buku kagetan di pasar-pasar Jum’atan.


Mungkin buku dan novel-novel kontemporer memang mampu mencapai angka cetak dan penjualan yang fantastik, namun buku ini juga tak bisa diabaikan lho. Penulisnya tak perlu panggung, tak perlu talkshow, tak perlu tampil di televisi, tak perlu nampang di halaman koran dan tabloid, tak perlu alat-alat promosi lainnya. Namun bukunya bisa masuk ke rumah-rumah, tempat pengajian, mushala, masjid, sekolah, dari generasi ke generasi. Jangan-jangan Anda juga belajar shalat dari buku tersebut?


Bagaimana dengan royaltinya? Bisa jadi keluarga penulisnya sudah hidup dari royalti buku tersebut. Tapi mungkin masalah royalti tak perlu diperdebatkan lagi, yang menarik adalah manfaat dan pahala yang ditimbulkan dari penulisan buku tersebut. Kalau pahala bisa dihitung seperti menghitung oplag cetak, betapa banyak yang didapatkan Drs. Moh. Rifa’i dari penulisan buku tersebut. Mungkin juga, inilah efek dari sebuah keikhlasan.


Dus, rasanya beliau dan bukunya layak mendapatkan tempat istimewa dalam dunia penulisan dan perbukuan Indonesia. Setuju atau tidak, terserah saja!  (KEA)


Sumber:  http://www.facebook.com/notes/kurnia-esa/buku-paling-fenomenal-sepanjang-sejarah-perbukuan-indonesia-/230890956923854

Wednesday, 22 June 2011

Kiat sukses menyusun target

Kiat sukses menyusun target 


Sumber: Panduan Sukses diri dan organisasi – buku 6 seri manajemen islami(syamil, M Ahmad Abdul Jawwad)

Kegiatan dan kerja keras yang memiliki target yang jelas dan hasil yang terencana.
A.    Manajemen preventif
1.      Mengantisipasi sesuatu yang tidak kita inginkan sebelum hal itu terjadi.
2.      Mengubah langkah-langkah serampangan yang bersifat dadakan menjadi langkah-langkah yang terlebih dahulu sudah dipelajari dengan matang.
3.      Mengubah rencana-rencana yang hanya menciptakan kesibukan menjadi rencana-rencana strategis.
4.      Mengubah pandangan yang sempit menjadi pandangan yang jauh menyongsong masa depan yang terbentang luas.
B.     Mengapa harus menentukan target?
1.      Jika anda tidak tahu mau pergi kemana maka jalan apapun yang anda tempuh tidak akan mengantarkan anda kesana.
2.      Sesuatu yang tidak dapat anda ukur, tidak akan dapat anda atur(manage)

Berpikirlah panjang dan berbuatlah sebanyak mungkin(Hasan Al Banna)
1.      Target yang jelas
2.      Memahami target-target tersebut engan baik sebelum kita menyibukkan diri dengan pekerjaan-pekerjaan yang belum jelas tujuannya. Sebab tidak memahami target dari apa yang kita kerjakan adalah tindakan mubadzir yang hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga saja. Focus pada target/sasaran. Kita perhatikan sasaran anak panah lalu ikuti dari arah mana anak panah itu datang.

Tugas anda sekarang adalah:
Anda diminta untuk menjelaskan kepada lima orang anggota rapat berdasarkan point-point berikut: 

1.      Profil perusahaan
2.      Peran perusahaan dalam menentukan lowongan kerja
3.      Meyakinkan mereka agar mau bekerja sama dengan perusahaan secara optimal. 


TARGET ≠ ALAT UNTUK MENCAPAI SARANA
Capailah target tertentu!


1.      Target tinggi
2.      Target = titik tolak dari semua aktivitas anda
3.      Minat dan keinginan => menentukan target-target yang ingin kita raih.
4.      Tingkatan target yang kita bangun akan menentukan kemampuan dan ketrampilan apa saja yang harus kita miliki.
5.      Arahkan selalu pandangan anda ke arah target. Bertolaklah dari target tersebut. 

SELAMAT DATANG DI DUNIA PRESTASI!

Mengapa harus menentukan target?
1.      Dapat mengukur hasil kerja kita melalui barometer-barometer pengontrol untuk mengetahui penyimpangan dan mengkaji penyebab-penyebabnya sekaligus melakukan koreksi.
2.      Dapat memuaskan keinginan beraktivitas kita, sekaligus menunjukkan jati diri kita. (target menawarkan berbagai tantangan yang menggairahkan semangat untuk menikmatinya)
3.      Target = terminal pemberhentian di tengah perjalanan yang akan mengarahkan setiap perilaku individu/kelompok untuk mencapainya.
4.      Dapat mengantisipasi masalah di kemudian hari dan memikirkan solusi yang tepat untuk mengatasinya.
5.      Target terencana = penunjuk jalan bagi seseorang yang akan memudahkannya dalam memilih alternative terbaik.
6.      Target tertentu akan mendorong untuk melakukan pekerjaannya dengan baik. Sebab memiliki ukuran yang jelas untuk dievaluasi dan perangkat yang kuat untuk mengontrol setiap tindakannya.
7.      Berkonstentrasi di praktek pada hasil yang akan kita capai, bukan pada sarana dan jenis kegiatan
8.      Memudahkan pemegang otoritas dalam mendelegasikan berbagai tugas dan mengkoordinasikan misi pekerjaan.
9.      Sebuah target yang jelas mampu memompa semangat seseorang, membuka akal senantiasa sadar, menggerakkan motivasi untuk melahirkan gagasan-gagasan cemerlang untuk mewujudkan segala keinginannya.
10.  Berfikir untuk mencapai target
Member kekuatan kepada kita untuk keluar dari perasaan aman-aman saja menuju arena pembaruan.

Mengapa kita enggan menentukan target?
1.      Takut
2.      Persepsi diri
3.      Penundaan
4.      Keyakinan dan prinsip
5.      Pengetahuan
 
Jika target anda tidak dapat diukur, sebaiknya lupakan saja!
Hindari target-target yang terlalu mudah dicapai tanpa kesulitan!
Sokonglah target-target yang menawarkan tantangan bagi sebuah tim kerja

Agar targetku memenuhi syarat:
1.      Target dimulai dengan bentuk “pekerjaan” seperti: latihan, perbaikan, pengembangan, penurunan
2.      Sebuah target harus menyatakan suatu hasil utama yang hendak dicapai
3.      Memiliki tanggal yang jelas dan tidk bersifat umum
4.      Harus menentukan biaya maksimum (maximum cost) yang dapat dipenuhi, baik berupa materi/SDM
5.      Dapat diungkapkan dalam bentuk kuantitas/angka-angka
6.      Berfokus pada kata “APA” dan “KAPAN”
7.      Dapat dipahami dengan jelas oleh orang yang diberi tanggungjawab untuk melaksanakannya
8.      Realistis dan dapat dicapai
9.      Harus sesuai dengan SDM yang tersedia/ yang diperkirakan harus ada untuk mencapai target tersebut
10.  Menuntut kerjasama tim dan menghindari dualism tim
11.  Harus sesuai dengan kebijakan dan mekanisme kerja orang
12.  Harus disepakati bersama oleh atasan dan bawahan tanpa tekanan dari pihak atasan
13.  Harus ditulis di atas kertas(sebagai pedoman kerja)
Dr. Sayyid Al Hawary:
“Target yang benar adalah target yang dapat diukur!”
Ada 4 unsur:
1.      Waktu
2.      Jumlah/kuantitas
3.      Kualitas
4.      Biaya/cost
Evaluasi dan pengontrolan target:
1.      Target yang direncanakan : ….
2.      Prosentase pencapaian
Dihitung menggunakan rumus :
Jumlah yang tercapai /jumlah seharusnya = …%
Target = angka x waktu
Unsur waktu :
a.       Deadline/final
b.      Titik mula/start point
c.       Antara/time between
d.      Tertentu(hari)
Unsur jumlah:
a.       Satuan nominal
b.      Satuan jenis barang
c.       Prosentase/rata-rata
Berfokus pada target , bukan sarana!
“Sedalam lubang sepatu anda, sedalam itulah sebaiknya anda memasukkan kaki anda.”
a.       Target yang realistis!
b.      Logis + berurutan +prioritas
c.       Kaji ulang target!
d.      Buang yang tidak bersesuaian dengan SDM
e.       Konsisten pada target dan tempuhlah semua langkah untuk target itu
f.       Buat jadwal waktu + agenda kerja
g.      Libatkan semua anggota tim dalam pengambilan keputusan.
Selangkah demi selangkah menuju target:
1.      Dimana posisi saya sekarang?
2.      Apa yang saya inginkan?
3.      Kapan keinginan itu saya wujudkan?
4.      Bagaimana cara mewujudkannya?
5.      Apa yang harus saya kerjakan sekarang untuk mewujudkan keinginan saya?
Menentukan target adalah jalan menuju kebahagiaan dan prestasi!
Kekuatan muslim terletak pada kepedulian sesamanya.
Mencerdaskan dan menciptakan pemahaman yang lebih baik
Hubungan manusia  dan kekhalifahan yang bermuara pada eksistensi manusia mengundang keingintahuan dan menuntaskannya.

UNTUKMU JIWA YANG MENCINTAI DAN MERINDUKAN KESUKSESAN, HAMASAH!

Kebahagiaan yang sempurna


Kebahagiaan yang sempurna *

Barusan liat pak Mario di Metro, tema Golden Ways sedang ngetren ni, hehe.. “Kekasihku, penyiksaku.” Sadis nian euy? Apalagi denger Lagu pengiringnya “Separuh jiwaku pergi” .. deuu… bikin gimana gitu de.. serasa diiris2 apa gituh…:D Trus, rada telat dikit, cuma nonton dua sesi, soalnya sebelumnya sibuk ngutak utik file di laptop, n lupa kalo hari ini ada Golden ways, hehe… walo rada telat, tapi ada beberapa statement dan pertanyaan yang menarik pas didiskusikan. ;)

***
Saya suka statement pak Mario yang mengatakan bahwa “Salah satu yang membuat hubungan tidak langgeng adalah  bukan karena kurangnya kasih sayang, akan tetapi kurangnya rasa bersahabat.”

Jleb! Langsung ngena deh. Heuheu.. beberapa waktus lalu sebelumnya saya memang sedang diskusi panjang dengan sahabat saya tentang kisah hidupnya. Hubungan putus bukan karena alasan kurangnya kasih sayang, namun ya itu tadi mungkin yaa… kurangnya rasa berkawan, rasa bersahabat. Dalam sebuah hubungan yang saya lihat dari dirinya, ada sebuah perasaan dari diri si wanita. Perasaan bahwa saya selama ini telah memilih seseorang yang salah. Salah? Mengutip kata pak Mario, saya sedikit tertegun mengingat ungkapan ini. Sebenarnya, “Bukan kita yang salah memilih, tetapi kita lah yang kurang bisa menyesuaikan diri.” Mungkin, si wanita kurang bisa menyesuaikan diri dengan kekurangan yang ada pada diri si laki-laki, atau malah mungkin kedua-duanya ya? Hm… entah..

Menyesuaikan diri ternyata bukan hal yang mudah ya, pun bukan hal yang sulit? Ketika bersama pasangan,  ada ego yang harus dilunturkan, ada rasa yang harus dinetralkan  untuk bisa menerima pasangan apa adanya, plus minusnya, baik buruknya. Butuh kelapangan hati, rasa toleran yang tinggi, pun rasa sabar dan syukur yang selalu digaung-gaungkan oleh sahabat-sahabat saya  yang telah menikah. Ah, iLa masih belum bisa nih. Hiks.. hikss… T_T (jadi brasa blom siap nikah ne ceritanya, hiihiii… ;p)

***
Saya teringat dengan kisah dalam film P.S I Love You, dikisahkan bahwa si wanita setiap hari selalu ribut sesuatu hal yang sebenarnya sepele, tapi akhirnya baru disadari ketika ia telah kehilangan sang belahan jiwa. Usai suaminya meninggal, satu hal yang disesalkan oleh si wanita adalah masa-masa akhir yang ia lalui justru diisi dengan kenangan yang buruk, kenangan tentang keributan setiap saat setiap waktu.

Jangan bertanya pada saya bagaimana rasanya berantem, saling lempar sepatu boat gede, timpuk2an bantal, ngacak2 seprai kamar sambil berteriak tidak jelas, saling cerca dengan makian ala Inggris vs Irlandia di seantero penjuru  ruangan dan kemudian membanting pintu, braakk!  tapi habis itu, baikan lagi dalam waktu 1 atau 2 menit. Cukup dengan satu  kalimat.

“Sudah selesai kan marahannya, Sayang?”

Hehehihi… jangan tanya saya yaaa… karena saya belum pernah mengalaminya.:p Dan kalo pun suatu saat akan terjadi dalam hidup saya, rasanya itu terlalu aneh. :D  Saya bayangin yaaa… kalo saya jadi si wanita, dan si laki-laki karena tidak tahan alias ga sabar dengan sikap saya, tidak tahan setiap saat berantem tentang hal itu2 saja, dan saking muaknya dengan sikap kekanak-kanakan saya, akhirnya menalak saya dengan sekali hap! Hooww… bisa dibayangkan bagaimana rasanya? Maak nyooss.. :’( Bisa-bisa belum genap sebulan, talak telu telah jatuh dengan manisnya… :o

***
Lalu, ada yang bertanya tentang bagaimana membuat lelaki menuruti keinginan kita(para wanita). Hehe… ada loh caranya. Mau tau? ;;)

Yang pertama, naikkan standar dirinya, standar ini tentang kebaikan akhlaknya, tentang kualitas dirinya, dll.. intinya, baikin dia dulu, kalo ada yang salah, ingatkan dengan cara yang baik dan sentuh dengan hati. Bukan dengan debat kusir. Sesudah itu dia akan menaikkan sendiri harga dirinya di hadapan manusia yang lain, sesuai dengan standar tadi. :D

Kedua, semangat. Semangati dia, puji dia tentang kepintaran dia, tentang sekecil apapun hasil yang telah ia raih dengan usaha kerasnya, puji dia. Gampang ya? Kedengerannya sih gampang, cuma kata pak Mario, yang bikin susah itu karena di mata kita, dia tidak terlalu berwibawa, dan karena kita menganggap segala keistimewaan dalam dirinya adalah sesuatu yang biasa saja dan wajar(mungkin karena ketemu tiap hari kali ya? Jadi yang istimewa jadi biasa aja?), jadi ya rasanya susah sekali untuk sekedar memuji. Ha? Ternyata begono yah? :o that’s right! Intinya, menghargai dia y?

Hm.. trus, yang ketiga, Visi.. ajak dia untuk merencanakan mimpi2 jangka panjang denganmu, jadi.. bikin aja plan diskusinya kapan gitu, tentang rumah idaman, plan keluarga di masyarakat dan jenjang karir pasangan. :D nah tuh, katanya sih gampang.. Cuma tiga itu aja? iYe, cuma itu, tapi saya blom nikah. Weeehehe… jadi saya belum bisa menerapkannya. Hehe… *ngumpulin konsep dolo* Kekekee…

***
Lalu ada penggambaran yang lain, tentang kebahagiaan dengan pasangan dan orang-orang tersayang. Ada contoh kasus gini, seorang yang berada dalam tekanan di dalam sebuah rumah tangga mengapa malah lebih memilih untuk tetap mempertahankan sebuah hubungan yang tidak jelas kemana arahnya tersebut? Kenapa begitu? Karena, si wanita yang mengalami ketidaknyamanan dalam rumahtangga tersebut seringkali mengalami tekanan, dan ini membuat ia ciut nyali untuk berfikir bahwa di luar sana ada yang jauuuhh…jauhh benar2 lebih baik dibanding yang kini tengah ia jalani.

Kebayang rasanya, jika pernah melihat ada kasus KDRT tapi si wanita tetap saja kekeuh dalam rumah dan status pernikahan tsb… Deuuh, tahukah engkau, bahwa takdir seseorang bisa diubah? Sungguh! Dan itu hanya butuh pengalihan cara berfikir, alias mindsetnya yang diubah. Beralun dari kehidupan pernikahan yang rusak, acak kadut gak jelas menjadi pernikahan yang harmonis, humoris, dan romantis. ;p

Ya, jadi saking kekeuhnya, si wanita enggan untuk menegaskan dirinya bahwa ia layak mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya.

***

Nah, saya suka kata-kata penutupnya nih tentang kebahagiaan. Saya lupa persisnya. :D maaf yaa… ga konsen pas terakhir. Hehe… intinya sih, jangan menyepelekan sebuah kebaikan pasangan kepada kita(orang2 tersayang sekitar kita), dan dengan sekehendak hatinya kita mau berbuat semau-maunya saya. “Mau marah kek, sedih kek, emang gue pikirin?Ntar juga gampang baikannya lagi.” Jika itu yang ada dalam benak kita sekarang(termasuk saya..) maka, ijinkan saya untuk mengatakan kata2 pak mario tadi(rada ga  persis ga papa yah…) , “mulai saat ini, hargailah kebaikan2 orang-orang tersayang di sekitar anda, jaga juga perasaannya, dan buat ia lebih berbahagia dengan anda.”

Segitu aja dulu sih, hhehe.. besok2 musti nonton full ah, masa suka telat nonton gara2 lupa jadwalnya? ;D Thanks buat pak Mario dan MTGW Club, eh yaa… blom sempet ikut trainingnya, heuheu… mahal bo, 300 ribuan deh kayaknya yah? Kapan2 aja yaa…;D


*Judulnya  keknya rada ga sesuai.. :D, silahkan deh kalo ada yang salah ketik ttg review ini, sok atuh… dibenerin yah? ;p Tararengkyuu…*

Tegal Laka-laka, 29 November ’09, 21:54
~ memaknai bahagia bersamamu seperti melukis pelangi usai hujan reda. Indaaah… ^^~

Just be u’r self, guys! ^^


Just be u’r self, guys! ^^

Jadilah!
Cerdas
Bahagia
Mengagumkan
Canggih
Pemurah
Berani
Tabah
Menyenangkan
Bersyukur
Apa adanya
Tapi apa pun pilihan yang kau inginkan hari ini
Jadilah dirimu sendiri
-Aja Ofte-

Kita adalah yang terbaik bila menjadi diri kita sendiri. Aku percaya bahwa sekarang , tahun-tahun remajamu ini adalah saat dimulainya sebuah perjalanan penemuan diri. Mereka yang bersemangat,dan berani memulai perjalanan ini dengan sepenuh keinginan untuk mengenali diri sendiri akan menjadi orang-orang yang paling berbahagia di masa-masa mendatang. 

Menjadi diri sendiri erat kaitannya dengan merasa nyaman di balik kulitmu sendiri. Menjadi diri sendiri erat hubungannya dengan mengenal dan menyukai dirimu sendiri. Yang sering menghalangi langkah kita untuk menjadi diri sendiri adalah upaya kita sendiri untuk tak menghiraukan bagian-bagian yang tidak sempurna pada diri kita. 

Salah satu cara untuk mengenal dirimu sendiri adalah dengan melalui tatapan mata teman-temanmu. Teman-teman kita adalah cermin yang merefleksikan segala kebaikan dan keburukan sifat kita.

Sumber: buku Teen Love on Friendship (Kimberly Kirberger, Colin Mortense)
Catatan di diary, tertanggal 20 Desember 2008