Tuesday, 26 April 2011

7 Bibit Bunga Matahari

kering di sini...
sisa abu... berterbangan membuat kelabu sejauh mata memandang
burung pelikan bersuit panjang...
membelah langit, membuat lengang padang terbakar...

aku hanya punya 7 bibit bunga matahari...
air sungai tetaplah bening meski tadi malam terpanggang
gemericik.. koral.. bebatuan.. terlihat dr atas cadas...
tidak ada yang lain... tidak bersisa...

ya Allah... aku hanya punya 7 bibit bunga matahari..

satu butir kulepaskan...
perlahan... jatuh dari kepalan tangan... disambut riak air sungai... mengalir jauh...
untuk ibuku.. semoga Allah menyayanginya selalu...

satu butir berikutnya kulepaskan...
jatuh dari kepalan tangan...
untuk ayahku.. semoga Allah memberikan tameng atas lalai shalat2nya...

satu butir berikutnya kulepaskan...
untuk adik dan kakak2ku... semoga Allah memudahkan seluruh perosalan mereka...

satu butir berikutnya kulepaskan...
untuk teman2 terbaikku... orang2 yg menolongku.. menyingkirkan duri di jalananku... meminjamkan lampu di gelapku.. memberikan nasehat di gundahku...
semoga Allah membalas seluruh kebaikan mereka...

satu butir berikutnya kulepaskan..
untuk anak2 di sekitarku... yang menggenggam janji kehidupan lebih baik..
ya Allah, datangkanlah generasi terjanjikan itu...

satu butir berikutnya kulepaskan..
untuk mimpi2 kehidupan sederhana...
berbagi.. bersyukur.. selalu berprasangka dan berbuat baik
semoga semakin banyak orang2 yang memahaminya..

tinggal satu butir tersisa...
ya Allah, Engkau sungguh tahu itu kusimpan bukan untukku...
karena apalah hidup jika tidak berguna?
buat apalah bernyawa jika tidak bermanfaat?

biarkan hamba menyimpannya...
berdiri takjim menatap enam butir bibit bunga matahari yang sekarang terus mengalir menjauh... pengharapan menyulam langit.. semoga enam butir itu menemukan padang rumput yang subur... lantas tumbuh berkembang berkali lipat...
tp yang satu ini... biarkan yang satu ini hamba menyimpannya...

karena ketika masa itu tiba, hamba tidak akan melepasnya begitu saja...
melainkan menaiki sebuah sampan...
mengalir jauh bersama gemericik sungai...
menemukan lembah yang indah...
bersama seseorang...

http://www.facebook.com/notes/darwis-tere-liye/7-bibit-bunga-matahari/176655019051741


untukmu tuan matahariku. :)


April 6, 2011 at 12:12pm



1 comment:

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung.
Mohon komen pakai url blog, bukan link postingan. Komen dengan menggunakan link postingan akan saya hapus karena jadi broken link. :)